Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Budidaya Ikan Lele di Desa Perdamaian Langkat dalam Perspektif Maqasid Syariah: Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Hildayana, Tri; Nainggolan, Natasya Salsabila; Suciono, Muhamad Wahyu; Annisa, Frety Salma; Munika, Tia; Arika, Romiza
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen budidaya lele di Desa Perdamaian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dari perspektif Maqasid Syariah sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen budidaya lele di desa tersebut telah menerapkan prinsip-prinsip Maqasid Syariah, meliputi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pentingnya penerapan prinsip-prinsip ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari segi ekonomi dan sosial. Namun, untuk memaksimalkan manfaat budidaya lele bagi masyarakat Desa Perdamaian masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi.
Urgensi Digitalisasi Arsip Pernikahan di KUA Kecamatan Medan Denai: Studi Kualitatif Hildayana, Tri; Sulhayani, Sulhayani; Azizi, Muhammad; Lubis, Jihan Aprilia; Nawawi, Ahmad; Ramadhansyah, Raihan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18787

Abstract

Digitalisasi arsip pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus untuk menganalisis urgensi, tantangan, dan strategi implementasi digitalisasi arsip pernikahan di KUA tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petugas KUA, observasi, dan studi dokumentasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi arsip sangat penting untuk menjaga keutuhan dokumen, mempercepat akses data, dan mendukung inovasi layanan publik sesuai regulasi pemerintah. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi yang belum memadai, serta resistensi internal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi SDM, penguatan infrastruktur, dan sosialisasi layanan digital agar digitalisasi arsip dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
FROM HADITH TO HEALTH: Contextualizing the One-Third Eating Principle in Light of Modern Nutritional Science Hildayana, Tri; Darta, Ali
RIWAYAH Vol 11, No 1 (2025): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v11i1.33299

Abstract

This study investigates the integration of Hadith teachings on dietary practices with modern nutritional science within the Muslim community of Tanjung Morawa B Village. Employing an ethnographic approach, the research draws on in-depth interviews with 40 respondents and participatory observations of 20 individuals. The findings reveal that 77.5% of participants practice the "one-third" eating principle—eating before hunger intensifies, stopping before fullness, and dining before Maghrib. These habits align with contemporary nutritional strategies such as portion control and time-restricted eating, both of which contribute to metabolic health. Notably, despite 65% of respondents coming from economically disadvantaged backgrounds, they maintain healthy diets rooted in religious values by utilizing accessible local foods like pumpkin, cassava, and legumes. The study also notes adaptive strategies for health conditions such as gastritis, reflecting the principle’s flexibility. Overall, the research underscores the potential of integrating religious principles with modern health frameworks, offering a culturally relevant model for dietary intervention in Muslim communities.[Penelitian ini mengkaji integrasi ajaran hadis tentang pola makan dengan ilmu gizi modern dalam konteks komunitas Muslim di Desa Tanjung Morawa B. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam terhadap 40 responden dan observasi partisipatif terhadap 20 di antaranya. Hasil temuan menunjukkan bahwa 77,5% responden menerapkan prinsip makan sepertiga—makan sebelum merasa lapar, berhenti sebelum kenyang, serta makan malam sebelum Maghrib. Pola ini selaras dengan konsep gizi modern seperti pengendalian porsi dan pola makan dengan waktu terbatas (time-restricted eating) yang terbukti mendukung kesehatan metabolik. Meskipun 65% responden berasal dari keluarga kurang mampu, mereka tetap menjaga pola makan sehat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dengan memanfaatkan pangan lokal seperti labu, singkong, dan kacang-kacangan. Penelitian ini juga mencatat adanya penyesuaian terhadap kondisi kesehatan tertentu seperti gastritis, yang menunjukkan fleksibilitas prinsip ini. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai religius dengan pendekatan kesehatan modern, serta menawarkan model intervensi gizi yang kontekstual bagi komunitas Muslim guna meningkatkan kesejahteraan mereka.]