Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kecemasan Pada Remaja Awal Di SMP Negeri 22 Krui Pesisir Barat Tahun 2024 Arisgo, Rovaldo; Rahman , Aulia; Amalia, Amalia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15095

Abstract

Masa remaja sering kali memunculkan rasa ingin bisa bebas dan mandiri, lepas dari pengaruh orang tua, sementara disisi lain dirinya tetap memerlukan bantuan, dukungan, arahan dan perlindungan dari orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial: keluarga dengan kecemasan remaja awal di SMP Negeri 22 Krui, Pesisir Barat tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan rancangan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SMP Negeri 22 Krui, Pesisir Barat tahun 2024 berjumlah 140 siswa. Teknik penentuan sampel yang akan digunakan adalah quota sampling. Dari hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan berat/panik yaitu sebesar 55,4%. Sedangkan Analisis bivariate analisis dukungan sosial: keluarga adanya hubungan yang kuat antara rendahnya dukungan keluarga dengan meningkatnya kecemasan pada remaja, sesuai dengan penelitian terdahulu. Penelitian diharapakan agar dapat melakukan diseminasi hasil penelitian ke berbagai sekolah dan masyarakat agar kesadaran akan pentingnya dukungan keluarga dalam mengurangi kecemasan remaja
Optimizing the Potential of Local Wisdom in Enriching Religious Moderation Practices: Collaborative KUKERTA for Community Empowerment Muhammad; Sugama Akbar, Muhammad; Rahimah, Indah; Puziasih, Putri; Ersan, M.; Safitri, Cici; Rahman , Aulia; Rosidah Astuti, Siti; Adinata, Gusti; Tamsila, Ulfa; Zubaidah , Siti; Sagita, Embun; Safi’i, Muhammad; Nurhadijah , Nurhadijah; Azhari, Sari; Nur Fazlina, Raja; Rahman; Maulana, Reza; Asror, Khozinul
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1330

Abstract

The Collaborative Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/ KKN) across multidisciplinary study programs serves as a strategic model for strengthen-ing religious moderation based on local wisdom and community empowerment. This service program was implemented in Senyerang Village, Senyerang District, Tanjung Jabung Barat Regency, involving students from five study programs: Is-lamic Religious Education (PAI), Islamic Communication and Broadcasting (KPI), Constitutional Law (HTN), Sharia Economics (ESY), and Sharia Business Management (MBS). The program focused on enhancing community capacity through the following activities: (1) teaching and strengthening religious moderation values, (2) producing documentary films highlighting local wisdom and toler-ance, (3) legal socialization on anti-bullying and anti-drug awareness, (4) halal cer-tification training, and (5) assistance in creating online marketing accounts for local products. The results indicate significant improvements in the community’s understanding of religious moderation values, legal awareness, and digital marketing skills among local entrepreneurs, as well as the establishment of a halal based economic network rooted in local wisdom. This collaborative KKN program provides substantial contributions to the social, cultural, and economic development of the Senyerang community.
Persepsi Pelatih dan Atlet terhadap Penggunaan Teknologi dalam Kepelatihan Olahraga: Studi Kualitatif melalui Observasi dan Wawancara Tanjung, Bardan Diansyah Hafiz; Rahman , Aulia; Waskita , Ghozi Indra
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i1.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam persepsi pelatih dan atlet terhadap integrasi teknologi monitoring dalam proses pelatihan olahraga. Kebaruan penelitian ini terletak pada pergeseran fokus dari efisiensi alat teknis menuju eksplorasi aspek psikososial serta resistensi psikologis atlet yang seringkali terabaikan dalam studi sport science konvensional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling yang berlokasi di GOR Dispora Pancing, Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan melibatkan seorang pelatih (Bapak Aulia Habib) dan tiga orang atlet (Sukri Simatupang, Surya Ferdiansyah, dan Emelio Kenzo). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di lapangan dan wawancara mendalam, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatih memandang teknologi sebagai instrumen validasi yang memiliki kegunaan tinggi (perceived kegunaannya). Namun, pada sisi atlet, ditemukan dikotomi persepsi di mana transparansi data digital mampu meningkatkan motivasi intrinsik bagi sebagian individu, sementara atlet lainnya justru merasakan kecemasan kinerja (performance anxiety) akibat pengawasan digital yang konstan. Kesimpulannya, penerapan teknologi di lapangan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan perangkat, tetapi sangat bergantung pada harmonisasi komunikasi antara pelatih dan atlet. Implikasi praktis dari temuan ini menekankan pentingnya pelatihan literasi digital bagi pelatih lokal agar pemantauan data dapat diposisikan sebagai media pengembangan prestasi yang humanis, bukan sekadar alat pengawasan administratif. This study aims to analyze in depth the perceptions of coaches and athletes regarding the integration of monitoring technology in the sports coaching process. The novelty of this research lies in the shift of focus from technical efficiency to the exploration of psychosocial aspects and athletes' psychological resistance, which are often neglected in conventional sport science studies. The method used is descriptive qualitative with a case study approach. Informant selection was carried out through a purposive sampling technique located at GOR Dispora Pancing, Deli Serdang, North Sumatra, involving a coach (Mr. Aulia Habib) and three athletes (Sukri Simatupang, Surya Ferdiansyah, and Emelio Kenzo). Data were collected through participatory field observations and in-depth interviews, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the coach perceived technology as an instinct validation instrument with high perceived usefulness. However, on the athlete's side, a dichotomy of perception was found where digital data transparency could increase intrinsic motivation for some individuals, while other athletes actually felt performance anxiety due to constant digital surveillance. In conclusion, the success of technology adoption in the field is not only determined by the sophistication of the device but highly depends on the harmonization of communication between coaches and athletes. The practical implications of these findings emphasize the importance of digital literacy training for local coaches so that monitoring data can be positioned as a humanistic achievement development medium, rather than just an administrative surveillance tool.