Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Supervisor Humility Dan Abusive Supervision Terhadap Kinerja Karyawan: Peran Mediasi Kepuasan Kerja Meylyani, Zahra Khayla; Prasetyo , Wisnu Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis supervisor humilitydan abusive supervision terhadap kepuasan kerja serta kinerja karyawan Gen Z di sektor manufaktur Tangerang, Indonesia, dan megeksplorasi peran mediasi kepuasan kerja. Penelitian ini menjawab kesenjangan literatur dengan mengintegrasikan keempat variabel dalam satu penelitian yang masih jarang dilakukan, khususnya di Indonesia. Metode kuantitatif digunakan melalui survei online dengan 150 responden karyawan Gen Z, diukur menggunakan skala Likert 1-4 dan instrumen teradaptasi sejumlah 30 pertanyaan. Analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa faktor struktural insentif finansial di Tangerang memengaruhi respons kryawan terhadap gaya kepemimpinan. Kepuasan kerja terbukti memediasi hubungan antara supervisor humilitydan kinerja, serta abusive supervision dan kinerja. Implikasi manajerial menekankan perlunya model kepemimpinan hibrid yang menggabungkan kejelasan operasional dengan perhatian pada kesejahteraan psikologis, didukung pelatihan teknis, sistem reward transparan, dan program kesejahteraan. Penelitian menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi perusahaan manufaktur untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan kinerja karayawan
Peran Mediasi Negative Emotions Dalam Hubungan Illegitimate Task Terhadap Work Procrastination Pada Generasi – Z Di Tangerang Salsabila, Luvia; Prasetyo , Wisnu Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat kerja yang fleksibel dan berorientasi pada tujuan adalah hal yang diharapkan oleh karyawan, terutama anggota Generasi Z. Namun, work procrastination semakin meningkat dan merugikan produktivitas di tempat kerja. Penurunan kualitas kerja, peningkatan tingkat stres, dan ketidakpuasan terhadap pekerjaan adalah akibat dari menunda pekerjaan hingga nanti. Illegitimate Task yang memicu Negative Emotion merupakan faktor yang dapat memicu perilaku ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, di kalangan pekerja Generasi Z di Tangerang, bagaimana Illegitimate Task mempengaruhi work procrastination melalui peran mediasi Negative Emotion. Penelitian kuantitatif ini menggunakan kuesioner online. Populasi penelitian terdiri dari lebih dari 170 pekerja Generasi Z di Tangerang. Metode SEM-PLS digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Negative Emotion mengatur hubungan antara Illegitimate Task dan work procrastination. Akibatnya, pekerja akan merasakan Negative Emotion dan menunda pekerjaan lebih banyak ketika diberikan aktivitas yang tidak terkait dengan pekerjaan mereka. Implikasi manajerial dari penelitian ini mencakup kebutuhan bagi perusahaan untuk memastikan bahwa tanggung jawab karyawan sesuai dengan pekerjaan mereka, memberikan dukungan psikologis, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung guna mengurangi Negative Emotion dan work procrastination
Pengaruh Illegitimate Task Terhadap Work Withdrawal Behavior Peran Mediasi Perceived Insider Status Gen Z Di Tangerang Febriyanti, Lusi; Prasetyo , Wisnu Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work withdrawal behavior semakin menjadi masalah organisasi yang serius, terutama di kalangan pekerja Generasi Z yang menuntut keadilan dan pengakuan. Studi ini menganalisis bagaimana illegitimate tasks memengaruhi Work withdrawal behavior pada pekerja Generasi Z di Tangerang, dengan menggunakan Perceived Insider Status sebagai faktor perantara. Dengan metode Sa Purposive sample didapatkan 130 responden berdasarkan usia (18–28 tahun), status pekerjaan (kontrak atau permanen), dan masa kerja minimal satu tahun. Data diperoleh melalui Google Form menggunakan skala Likert 4 poin. SEM-PLS menunjukkan bahwa illegitimate tasks meningkatkan Perceived Insider Status dan memediasi Work withdrawal behavior. Temuan ini menerangi perilaku pekerja Generasi Z di tempat kerja dan menekankan pentingnya peran yang jelas, alokasi tugas, dan komunikasi antara pemberi kerja dan karyawan. Keadilan dan transparansi dapat mengurangi tingkat pengunduran diri pekerja muda