Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Zonasi Dalam Penerimaan Murid Baru: Dampak Dan Upaya Penyelesaiannya: Penelitian Susiana Setianingsih; Otti Ilham Khair; Gede Wijaya Kusuma; Marisa Permatasari; Joko Susilo Raharjo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.602

Abstract

Penelitian ini membahas kebijakan zonasi dalam sistem penerimaan peserta didik baru di Indonesia, yang bertujuan untuk menjamin pemerataan akses dan kualitas pendidikan antar wilayah. Zonasi dimaksudkan untuk mendekatkan siswa dengan sekolah di wilayah tempat tinggalnya dan mengurangi ketimpangan kapasitas antar sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka untuk menganalisis literatur terkait konsep, dampak, serta solusi atas tantangan dalam implementasi zonasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan ini meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan memperkuat posisi sekolah di daerah tertinggal. Namun, juga menimbulkan segregasi sosial dan ketidakadilan bagi siswa dari wilayah yang kurang diminati. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi kebijakan yang berkelanjutan, penguatan infrastruktur sekolah terpinggirkan, dan keterlibatan aktif masyarakat untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata.
Kemenangan Model Sosial H. Slamet Junaidi Calon Bupati Petahana Dalam Pemilihan Kepala Daerah Sampang 2024 Wahyudi Pramono; Memorianus Amazihono; Genta Arief Gunadi; Otti Ilham Khair; Joko Susilo Raharjo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6188

Abstract

Penelitian ini menganalisis model sosial yang digunakan oleh H. Slamet Junaidi sebagai petahana dalam Pemilihan Kepala Daerah Sampang 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen, studi ini mengeksplorasi bagaimana modal sosial, seperti relasi masyarakat, dukungan organisasi, dan strategi komunikasi, berkontribusi terhadap kemenangan pasangan "Jimat Sakteh" (H. Slamet Junaidi dan KH Ahmad Mahfud). Berdasarkan data dari berita, visi misi, dan studi kasus pemilihan kepala daerah serupa, model sosial petahana ini melibatkan pemanfaatan basis massa tradisional, aliansi dengan tokoh agama, dan penargetan pemilih pemula yang mendominasi Daftar Pemilih Tetap. Hasil menunjukkan bahwa modal sosial menjadi faktor kunci dalam mengatasi rivalitas internal dan memenangkan kompetisi, dengan implikasi bagi studi politik lokal di Indonesia.
Kebijakan Pemerintah Kota Depok Dalam Mendukung Kewirausahaan Hijau-Bank Sampah Dalam Aspek Regulasi: Penelitian Arlis Prayugo; Rahadi Budi Prayitno; Jovan Prima Firmansyah; Agus Salman; Joko Susilo Raharjo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3853

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pemerintah Kota Depok dalam mendukung kewirausahaan hijau penguatan bank sampah komunitas melalui peran kebijakan. Metode pendekatan yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat berbasis edukasi regulasi dan literasi finansial di Bank Sampah Anisa, Kelurahan Bakti Jaya. Kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi kebijakan daerah, simulasi pre dan posttest, serta diskusi partisipatif. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait Perda No. 5 Tahun 2014 dan Perwal No. 46 Tahun 2016, serta model pembiayaan mikro. Pemahaman peserta terhadap tantangan dan peluang pembiayaan bank sampah meningkat dari rata-rata 50% menjadi 85-100% setelah intervensi edukatif. Temuan ini memperkuat pentingnya regulasi, literasi keuangan, dan dukungan kelembagaan untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan hijau yang inklusif dan berkelanjutan.