Penelitian ini menganalisis model sosial yang digunakan oleh H. Slamet Junaidi sebagai petahana dalam Pemilihan Kepala Daerah Sampang 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen, studi ini mengeksplorasi bagaimana modal sosial, seperti relasi masyarakat, dukungan organisasi, dan strategi komunikasi, berkontribusi terhadap kemenangan pasangan "Jimat Sakteh" (H. Slamet Junaidi dan KH Ahmad Mahfud). Berdasarkan data dari berita, visi misi, dan studi kasus pemilihan kepala daerah serupa, model sosial petahana ini melibatkan pemanfaatan basis massa tradisional, aliansi dengan tokoh agama, dan penargetan pemilih pemula yang mendominasi Daftar Pemilih Tetap. Hasil menunjukkan bahwa modal sosial menjadi faktor kunci dalam mengatasi rivalitas internal dan memenangkan kompetisi, dengan implikasi bagi studi politik lokal di Indonesia.
Copyrights © 2025