Yobel, Christian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pelayanan Holistik Gereja dalam Perspektif Injil Lukas: Studi Kasus Panti Asuhan Stergein Yustinus, Yustinus; Yobel, Christian; Sudarsono, Sudarsono; Tambunan, Brio Gideon
Jurnal Ap-Kain Vol 3, No 2 (2025): Ap-Kain: Jurnal Penelitian dan PKM
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v3i2.215

Abstract

Children in orphanages face complex issues that are often not addressed holistically due to limited funds and resources. This qualitative case study, conducted at the Stergein Orphanage, aims to examine the implementation of holistic church ministry based on Luke 4:18-19 and to formulate an applicable ministry model for the local church. The findings reveal that while basic physical and spiritual needs are largely met, psychological aspects, particularly inner healing, remain unaddressed. Consequently, this study underscores the need for local churches to develop integrated psychological support programs to complement existing ministry efforts. The research offers novelty by systematically integrating the narrative of Luke 4:18-19 with the contextual case study of the Stergein Orphanage to propose an applicable model of holistic ministry.AbstrakAnak-anak di panti asuhan menghadapi masalah kompleks yang sering kali tidak tertangani secara holistik akibat keterbatasan dana dan sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pelayanan holistik gereja berdasarkan Lukas 4:18-19 di Panti Asuhan Stergein dan merumuskan model pelayanan yang aplikatif bagi gereja lokal. Studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Panti Asuhan Stergein ini menemukan bahwa pelayanan jasmani dan rohani pada dasarnya sudah dipenuhi, namun aspek psikologi terutama terkait pemulihan jiwa belum terpenuhi. Berdasarkan temuan ini, gereja lokal perlu mengembangkan program pendampingan psikologis yang terintegrasi untuk melengkapi pelayanan di Panti Asuhan Stergein. Kajian ini menawarkan kebaruan dengan integrasi narasi Lukas 4:18–19 dan studi kasus Panti Asuhan Stergein untuk model pelayanan holistik yang aplikatif bagi gereja lokal.
Megachurch dan Kualitas Relasi Jemaat dalam Ibadah Raya: Tinjauan Teologis terhadap Praktik Koinonia Yobel, Christian; Selviawati, Selviawati; Romika, Romika
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi - Mei 2026 (Still in Progre
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i2.39

Abstract

The phenomenon of megachurches in urban contexts demonstrates rapid growth in congregation size and worship quality, yet raises critical questions regarding the depth of interpersonal relationships within large-scale worship services. This study aims to examine whether megachurch worship services foster authentic relational engagement or merely produce broad but superficial participation. The research employs a qualitative approach using a literature-based method with thematic analysis of theological and empirical studies on megachurches, ecclesiology, and koinonia. The analytical framework is grounded in Timothy Keller’s understanding of the church as a relational community. The findings indicate that while large worship services effectively generate mass participation and collective identity, they do not inherently cultivate deep interpersonal relationships. Complex organizational structures and centralized worship patterns tend to limit relational interaction, with meaningful connections more likely to develop within smaller communities outside the main service. This reveals a tension between numerical growth and relational depth. This study contributes a theological evaluation of megachurch practices by proposing an integrative model that connects corporate worship with relational communities as the basis for authentic and sustainable koinonia.   Abstrak Fenomena megachurch di wilayah urban menunjukkan pertumbuhan pesat dalam jumlah jemaat dan kualitas penyelenggaraan ibadah, namun sekaligus memunculkan pertanyaan tentang kedalaman relasi antarjemaat dalam ibadah raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ibadah raya dalam megachurch membentuk relasi yang bermakna atau hanya menghasilkan keterlibatan yang luas tanpa kedalaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis tematik terhadap literatur teologi dan penelitian empiris terkait megachurch, eklesiologi, dan konsep koinonia. Kerangka analisis didasarkan pada pemikiran Timothy Keller mengenai gereja sebagai komunitas relasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah raya efektif membangun partisipasi massal dan identitas kolektif, tetapi tidak secara inheren menghasilkan relasi yang mendalam. Struktur gereja yang kompleks dan pola ibadah yang terpusat membatasi interaksi personal, sehingga relasi lebih berkembang dalam komunitas kecil di luar ibadah raya. Kondisi ini menunjukkan adanya ketegangan antara pertumbuhan numerik dan kualitas relasi jemaat. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara ibadah raya dan komunitas relasional menjadi kunci dalam membangun koinonia yang otentik dan berkelanjutan, sekaligus menawarkan kerangka evaluatif teologis bagi pengembangan praksis gereja kontemporer.