Putri, Imelda Aurelia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERFECTIONISM DENGAN KECENDERUNGAN BODY DYSMORPHIC DISORDER PADA KOMUNITAS DUTA WISATA Putri, Imelda Aurelia; Ambarwati, Krismi Diah
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.9882

Abstract

Abstrak Duta wisata adalah kontes dibidang beauty pageant untuk mengembangkan potensi diri dalam sektor pariwisata. Perfectionism adalah sikap untuk mencapai standar kesempurnaan disertai dengan evaluasi kritis dan bersifat multidimensional. Evaluasi terhadap penampilan dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh yang akan berkembang menjadi kecenderungan body dysmorphic disorder. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara masing-masing aspek dari perfectionism dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada komunitas Duta Wisata Kab. Semarang. Partisipan penelitian ini berjumlah 33 orang. Skala yang digunakan adalah multidimentional perfectionism scale dan body dysmorphic sympthoms scale brazillian-portuguesse version. Penelitian dilakukan dengan teknik analisis korelatif korelasional moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat masing-masing aspek dari perfectionism maka semakin tinggi tingkat kecenderungan body dysmorphic disorder, begitu juga sebaliknya. Implikasi penelitian ini dapat membantu menggambarkan bahwa sikap perfectionism terhadap penampilan pada seseorang dapat mengarah pada kecenderungan body dysmorphic disorder. Sumbangan efektif perfectionism terhadap kecenderungan body dysmorphic disorder adalah 34%. Kata Kunci: Perfectionism, Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder, Duta Wisata   AbstractTourism Ambassador is a contest of beauty pageant to develop self-potential in tourism sector. As an ambassador, being attractive is an important. Perfectionism is a personal tendency to strive for perfection, which is accompanied by critical evaluation and it has multidimensional character. Evaluation of appearance can be lead to dissatisfaction with body shape, which develops into tendency for body dysmorphic disorder. This study aims to determine the relationship between each aspect of perfectionism with tendency for body dysmorphic disorder on community of Tourism Ambassadors in Semarang Regency. Participants in this study were 33 people. The scales used in this study were the multidimensional perfectionism scale and the Brazilian-Portuguesse version of the body dysmorphic symptom scale. This study uses correlative analysis technique Pearson moment. The results showed that the higher level of each aspect of perfectionism, the higher tendency for body dysmorphic disorder, vice versa. Implications of this research can help illustrate that perfectionism towards one's appearance can lead to tendency for body dysmorphic disorder. Perfectionism's effective contribution to the tendency of body dysmorphic disorder is 34%. Keywords: Perfectionism, Body Dysmorphic Disorder Tendency, Tourism Ambassador
Kebijakan Publik dalam Pelestarian Budaya Lokal: Studi Kasus Batik Trusmi Cirebon Febrianti, Esih; Putri, Imelda Aurelia; Suryani, Elsa; Erina, Erina; Yuniar, Alya Savitri; Oktaviani, Nur Melinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36645

Abstract

Melestarikan budaya lokal merupakan tantangan besar di era globalisasi, ketika gelombang modernisasi seringkali menggeser nilai-nilai tradisional. Batik Trusmi dari Cirebon, sebagai warisan budaya regional, memiliki nilai historis, ekonomi, dan sosial yang tinggi, namun menghadapi ancaman berupa menurunnya minat generasi muda dan persaingan dari produk tekstil modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan publik yang diterapkan oleh pemerintah daerah dalam melestarikan Trusmi Batik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan berbagai program, seperti pendirian pusat batik, pelatihan keterampilan, dan promosi budaya melalui festival, namun implementasinya masih terhambat oleh koordinasi antarlembaga yang kurang optimal dan partisipasi yang rendah dari generasi muda. Kesimpulannya, kebijakan publik dalam pelestarian Batik Trusmi telah memberikan dampak positif terhadap kesadaran budaya dan ekonomi lokal, namun diperlukan strategi keberlanjutan yang menekankan pendidikan budaya, inovasi produk, dan kolaborasi antara pemerintah, pengrajin, dan masyarakat agar Batik Trusmi tetap berkelanjutan di tengah tantangan modernisasi.