Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konstruksi Pendidikan Karakter Islami Siswa SMPIT Al-Munadi Medan Suryani, Elsa; Hidayat, Rahmat
Jurnal Sabilarrasyad Vol 3, No 1 (2018): SABILARRASYAD: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas Air Kelapa Hijau untuk Mengurangi Dismenore Primer Pada Remaja Putri di Puskesmas Binuangeun Lebak- Banten Suryani, Elsa; Gapmelezy, Ezzy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17019

Abstract

ABSTRACT Based on the Lebak District Health Office's adolescent report in 2022, there were 1178 cases of menstrual disorders in adolescents. Based on reports from the youth program at the Binuangeun Inpatient Health Center UPTD, as of November 2022, 43.5% of teenagers experienced dysmenorrhea or menstrual disorders. The way to treat dysmenorrhea is pharmacological and non-pharmacological, non-pharmacological using green coconut water with the highest K element content. Green coconut water contains calcium 11-25 mg/l, magnesium 6-22 mg/l, potassium 1-8 mg/l, sodium 9-25 mg/l, bicarbonate 71-187 mg/l, chioride 1-25 mg/l l, sulfate 2-33 mg/l, silica 62-87 mg/l, TDS 88-190 mg/l, pH 6.7-7.2 To determine the effectiveness of green coconut water in reducing primary dysmenorrhea pain in adolescents girls at the Binuangeun Community Health Center, Wanasalam District, Lebak Regency, Banten Province in 2024. This research design used a quasi-experimental with pre-test and pot test non-equivalent control group design. This study aims to analyze the differences between the 2 groups regarding the timing of administration of green coconut water, in the treatment group it was given 2 days before menstruation until 2 days of menstruation and in the control group on the first day of menstruation until 2 days of menstruation. The population of this study was teenagers with a sample of 60 people. The research was conducted in June-July 2024. The average reduction in the pain scale in the treatment group was found to be a mean of 2.03 - median of 2, a standard deviation of 0.718 with the lowest pain being 1 and the highest being . The average decrease in pain scale in the control group was mean 3.33, -median 3, standard deviation 0.661 with the lowest pain 2 and the highest 4. Results using the Wilcoxon Signed Rank Test at a significance level of 95%, obtained a ρ - value of more than 0.000 less than a significant value of 0.05 that there is a significant effect of reducing pain between the intervention group and the control group. Giving green coconut water to reduce primary dysmenorrhea is more effective given 2 days before menstruation until 2 days of menstruation. Keywords: Adolescent Primary Dysmenorrhea, Green Coconut Water    ABSTRAK Berdasarkan laporan remaja Dinkes Kabupaten Lebak tahun 2022 terdapat 1178 kasus gangguan haid pada remaja. Berdasarkan laporan program remaja di UPTD Puskesmas Rawat Inap Binuangeun sampai dengan November 2022 terdapat 43,5% remaja mengalami dismenore atau gangguan haid. Cara penanganan dismenore yaitu secara farmakologi dan non farmakologi, non farmakologi menggunakan air kelapa hijau dengan kandungan unsur K paling tinggi. Air kelapa hijau mengandung kalsium 11-25 mg/l, magnesium 6-22 mg/l, kalium 1-8 mg/l, natrium 9-25 mg/l, bikarbonat 71-187 mg/l, chioride 1-25 mg/l, sulfat 2-33 mg/l, silica 62-87 mg/l, TDS 88-190 mg/l, pH 6,7-7,2. Untuk mengetahui efektivitas air kelapa hijau terhadap pengurangan nyeri dismenore primer pada remaja putri di Puskesmas Binuangeun Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak Provinsi Banten Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiman dengan pre test dan pot test non equivalent control group design. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan dari 2 kelompok dengan waktu pemberian air kelapa hijau, pada kelompok perlakuan diberikan 2 hari sebelum mentruasi sampai 2 hari masa menstruasi dan pada kelompok kontrol pada hari pertama menstruasi sampai 2 hari masa menstruasi. Populasi penelitian ini adalah remaja dengan sampel 60 orang. penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024. Didapatkan rata-rata penurunan skala nyeri pada kelompok perlakuan yaitu mean 2,03 -median 2, standar daviasi 0,718 dengan nyeri terendah 1 dan tertinggi . Rata-rata penurunan skala nyeri pada kelompok control yaitu mean 3,33, -median 3, standar daviasi 0,661 dengan nyeri terendah 2 dan tertinggi 4. Hasil menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada tingkat kemaknaan 95%, didapatkan nilai ρ – Value 0,000 lebih kecil dari nilai signifikan 0,05 bahwa terdapat pengaruh signifikan penurunan rasa nyeri antara kelompok intervensi dan kelompok control. Pemberian air kelapa hijau untuk mengurangi dismenore primer lebih efektif diberikan 2 hari sebelum menstruasi sampai 2 hari masa menstrusi. Kata Kunci: Remaja Dismenore Primer, Air Kelapa Hijau
Kebijakan Publik dalam Pelestarian Budaya Lokal: Studi Kasus Batik Trusmi Cirebon Febrianti, Esih; Putri, Imelda Aurelia; Suryani, Elsa; Erina, Erina; Yuniar, Alya Savitri; Oktaviani, Nur Melinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36645

Abstract

Melestarikan budaya lokal merupakan tantangan besar di era globalisasi, ketika gelombang modernisasi seringkali menggeser nilai-nilai tradisional. Batik Trusmi dari Cirebon, sebagai warisan budaya regional, memiliki nilai historis, ekonomi, dan sosial yang tinggi, namun menghadapi ancaman berupa menurunnya minat generasi muda dan persaingan dari produk tekstil modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan publik yang diterapkan oleh pemerintah daerah dalam melestarikan Trusmi Batik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan berbagai program, seperti pendirian pusat batik, pelatihan keterampilan, dan promosi budaya melalui festival, namun implementasinya masih terhambat oleh koordinasi antarlembaga yang kurang optimal dan partisipasi yang rendah dari generasi muda. Kesimpulannya, kebijakan publik dalam pelestarian Batik Trusmi telah memberikan dampak positif terhadap kesadaran budaya dan ekonomi lokal, namun diperlukan strategi keberlanjutan yang menekankan pendidikan budaya, inovasi produk, dan kolaborasi antara pemerintah, pengrajin, dan masyarakat agar Batik Trusmi tetap berkelanjutan di tengah tantangan modernisasi.
Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Penanganan Banjir di Kota Cirebon Febrianti, Esih; Putri, Imelda Aurelya; Suryani, Elsa; Erina, Erina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37238

Abstract

Kota Cirebon merupakan kota yang sedang mengalami pertumbuhan yang begitu pesat ditunjukan dengan adanya pembangunan pusat pemerintahan, perbelanjaan, tempat pendidikan, perkantoran, perusahaan dan lain- lain sehingga mengakibatkan sempitnya daerah resapan air. Namun kegiatan pembangunan tersebut kurang memperhatikan faktor lingkungan sekitarnya. Pemerintah Daerah untuk pelestarian lingkungan hidup berdasarkan Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Cirebon Tahun 2011-2031 dalam mengatur pelestarian daerah resapan air. Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang secara khusus untuk pengaturan Ruang Terbuka Hijau dan masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam penanganan banjir atau genangan air yang terjadi dengan cara tidak membuang sampah sembarangan khususnya di sungai, ikut berperan serta dalam membuat daerah resapan air privat di area rumah, minimal sepuluh persen, dan membuat lubang biopori. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pengolahan data melalui wawancara dan analisis deskriptif, dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian, yaitu apa yang menyebabkan banjir dan pelaksanaan kebijakan manajemen bencana banjir di Kota Cirebon. Dengan sumber data yang diperoleh dari sumber melalui observasi, analisis dokumentasi, wawancara mendalam dengan pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang di Kota Cirebon. Kebijakan tersebut tidak dapat diimplementasikan seutuhnya, sehingga dibutuhkan proses monitoring dan evaluasi dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam penetapan kebijakan pelestarian daerah resapan air. Kendala lain, yaitu ketersediaan anggaran yang tidak memadai, pemahaman yang kurang dari masyarakat tentang pentingnya daerah resapan air serta ketiadaan kebijakan. Penelitian ini diharapkan akan memberikan informasi tambahan kepada pemerintah daerah, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membantu mengembangkan solusi praktis untuk mengurangi banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang luar biasa di kota Cirebon.