Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Variasi Skim Coat dan Foam Agent 1/60 Terhadap Produksi Bata Ringan Okviyani, Nur; J, Rahmat; Ridhayani, Irma; Sainuddin, Sainuddin; Fauzi Mahmuda, Ali; Nurdin, Amalia
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 7 No 1 (2025): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v7i1.4285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi SkimCoat dan foam agent 1/60 terhadap pembuatan bata ringan, pada penelitian kali ini dimana semen putih yang di gunakan di ganti dengan Scimcoat. Benda uji berupa kubus dengan ukuran 5 x 5 cm dengan 5 variasi dengan campuran foam agent 1/60 dimana foam agent 0%,25%,50%,75% dan 100% sama dengan jumlah semen, setiap variasi memiliki 18 sampel dengan volume kubus 0,13 cm3 dimana sekali pencampuran menggunakan 5 liter air dengan variasi campuran pasir sungai Mapilli, Menggunakan campuran air tawar dengan FA40 dimana pengganti semen adalah Scimcoat. Selanjutnya melakukan uji tekan umur 7,28,91 hari dengan masing-masing 3 sampel, dan electrical resisticity umur 28 dan 91 hari masing-masing 2 sampel. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan nilai uji kuat tekan mencapai nilai optimum 22,21 Mpa dan masuk kategori rendah resiko terpapar korosi.
Kinerja Durabilitas Mortar Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Ultrafine Ampas Teh Fauzi Mahmuda, Ali; Okviyani, Nur; Apriansyah, Apriansyah
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.454

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh substitusi ultrafine ampas teh terhadap durabilitas mortar sebagai upaya reduksi jejak semen. Empat campuran disiapkan (0; 5; 7,5; 10% terhadap massa semen). Evaluasi dilakukan melalui uji daya serap air pada umur 28 dan 91 hari, half-cell potential pada 7, 28, dan 91 hari, serta kedalaman penetrasi ion pada 28 hari. Pada 91 hari, daya serap menunjukkan: kontrol 11,22%; 5% 11,03%; 7,5% 16,16%; 10% 17,14. Nilai HCP 91 hari menunjukkan pergeseran lebih positif: kontrol −12,5 mV (risiko rendah), 7,5% −52,7 mV dan 10% −64,1 mV (keduanya risiko rendah), sedangkan 5% ≈ −117,9 mV (sedang). Pada 28 hari, kedalaman penetrasi klorida berturut-turut: kontrol 39,349 mm; 5% 41,941 mm; 7,5% 45,840 mm; 10% 47,064 mm. Temuan ini mengindikasikan adanya batas optimum: 5% memberikan kinerja transport terbaik di antara campuran ampas teh (serapan dan klorida lebih rendah), sedangkan indikator elektrokimia lebih menguntungkan pada 7,5–10%. Secara praktis, rentang 5–7,5% dapat dipilih sesuai prioritas desain (pengendalian ingress klorida vs. penurunan peluang korosi), dengan pengendalian w/b dan curing yang memadai. Hasil mendukung kelayakan ampas teh ultrahalus sebagai material tambah berbasis limbah untuk mortar berketahanan tinggi.