Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Efektivitas Pelayanan Ambulans Motor Endri, Gunawan; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14353

Abstract

ABSTRACT                                        Background A motorbike ambulance is a vehicle used to fulfil the response time of emergency victims. After the patient is stabilised, the patient will be taken by ambulance transport or emergency ambulance to the nearest health care facility. The purpose of this study was to analyse the factors associated with the effectiveness of motor ambulance services. used cross sectional measurement of independent and dependent variables assessed simultaneously at the same time. There is a significant relationship between officer readiness with a p-value of 0.000 <0.05, training factors with a P Value = 0.025 or <0.05, dispatch communication factors with a P Value = 0.000 or <0.05, unit readiness factor and medical equipment with a P Value = 0.000 or < 0.05, geographical factors with a P Value = 0.000 or < 0.05, and experience with a p-value of 0.000 < 0.05 with the effectiveness of motor ambulance services with a p-value of 0.000 (p-value ≤ 0.05). The factors that most influence the effectiveness of motor ambulance services are officer readiness (7.129), dispatch communication (21.079), and unit and medical equipment readiness (7.433). Keywords: Effectiveness, Service, Motorbike Ambulance ABSTRAK Ambulans motor merupakan kendaraan yang digunakan untuk memenuhi waktu respon penanganan korban gawat darurat. Setelah pasien stabil, maka pasien akan dibawa menggunakan ambulans transport atau ambulans gawat darurat menuju fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan efektivitas pelayanan ambulans motor. Desain penelitian menggunakan cross sectional pengukuran variabel independen dan dependen dinilai secara simultan pada waktu yang sama.Terdapat hubungan yang bermakna antara kesiapan petugas dengan nilai p-value 0,000< 0,05, faktor pelatihan dengan dilai P Value = 0,025 atau < 0,05, faktor komunikasi dispatch dengan nilai P Value = 0,000 atau < 0,05, faktor kesiapan unit dan alkes dengan dilai P Value = 0,000 atau < 0,05, faktor geografis dengan nilai P Value = 0,000 atau < 0,05, dan pengalaman dengan nilai p-value 0,000< 0,05 dengan efektivitas pelayanan ambulans motor dengan p-value 0,000 (p-value ≤ 0,05). Faktor yang paling mempengaruhi efektivitas pelayanan ambulans motor kesiapan petugas (7,129), komunikasi dispatch (21,079), dan kesiapan unit dan alkes (7,433). Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan, Ambulans Motor
Tinjauan Perencanaan Geometrik dan Tebal Perkerasan Jalan Pada Ruas Parepare – Bangkae Gunawan, Endri; Maulana, Imam; Badaron, St. Fauziah; Mallombasi, Ali; Gecong, Alimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2022): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Januari 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/0gdfwb17

Abstract

Sebagai salah satu kabupaten yang berada di Sulawesi Selatan dan menjadi salah satu kabupaten yang dilintasi jalur trans Sulawesi, Kabupaten Sidrap sangat mengandalkan jalur darat untuk menunjang kegiatan masyarakat di berbagai bidang. Ruas jalan Parepare – Bangkae merupakan daerah lereng pegunungan yang berfungsi sebagai jalan penghubung antar provinsi atau merupakan jalan nasional yang berada di daerah Sidrap. Konsultan perencana bertugas merencanakan geometrik dan tebal perkerasan jalan. Penelitian ini mencoba meninjau perencanaan geometrik mengacu pada standar Bina Marga dan merencanakan ulang dengan aplikasi software AutoCAD Civil3D sebagaimana yang sering digunakan dalam perencanaan geometrik jalan sedangkan pada perencanaan tebal perkerasan biasanya menggunakan metode analisa komponen namun kami merencanakan ulang dengan Metode Manual Desain Perkerasan Tahun 2017. Perencanaan geometrik jalan mencakup alinyemen horizontal dan vertikal sedangkan pada perencanaan tebal perkerasan mencakup perencanaan perkerasan lentur dengan struktur perkerasan baru namun dibatasi dengan prosedur MDP 2017 secara mendetail disebabkan oleh keterbatasan sumber daya. Dari hasil perencanaan geometrik diperole 18 jumlah tikungan dimana terdapat beberapa perubahan pada titik tertentu dari data eksisting. Hasil rencana struktur perkerasan lentur memperoleh tebal perkerasan yang juga berbeda dengan hasil perencanaan eksisting.