Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN COBIT 5 SUBDOMAIN DSS01 MANAGE OPERATIONS (STUDI KASUS PT. BRI BO LIWA) Humaira, Salsabila; Nama, Gigih Forda; Pradipta, Rio Ariestia
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i2.4254

Abstract

PT. BRI BO Liwa telah mengimplementasikan teknologi informasi secara efektif dalam menjalankan bisnisnya. Namun, terdapat kendala dalam manajemen operasional seperti risiko keamanan, pemeliharaan infrastruktur, dan manajemen insiden. Untuk mengevaluasi dan meningkatkan manajemen operasional, maka penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT 5, terutama pada domain DSS01 Manage Operations. Tujuan penelitian adalah untuk menilai pengelolaan teknologi informasi di PT. BRI BO Liwa dan memberikan rekomendasi perbaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Current Capability Level pada PT. BRI BO Liwa adalah 4,36, sedangkan nilai Expected Capability Level adalah 4,59. Analisis RACI Chart menunjukkan 24% kesesuaian di domain DSS01 dengan posisi dalam perusahaan. Sebanyak 13 rekomendasi diberikan untuk meningkatkan tata kelola teknologi informasi, sehingga perusahaan dapat mencapai Expected Capability Level, meningkatkan kinerja, dan keberlanjutan perusahaan secara keseluruhan.
Perlindungan Pekerja Migran di Asia Tenggara melalui Kerjasama Regional ASEAN Forum on Migrant Labour (AFML) Humaira, Salsabila; Husna, Nurul; Mubarak, Muhammad Arief
Share : Social Work Journal Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i2.68820

Abstract

Kesenjangan antara kontribusi ekonomi pekerja migran dan minimnya perlindungan hak asasi mereka telah menjadi tantangan utama dalam integrasi regional ASEAN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mekanisme ASEAN Forum on Migrant Labour (AFML) membangun harmonisasi kerja sama perlindungan pekerja migran di negara anggota, dengan menggunakan kerangka teori Institusionalisme Neoliberal dan Pembangunan Sosial. Menggunakan metode kualitatif dengan analisis isi terhadap dokumen hukum utama (Deklarasi 2007 dan Konsensus 2017), rekomendasi AFML ke-17 tahun 2024, serta laporan evaluasi implementasi jangka panjang, studi ini membedah dinamika kerja sama regional dari aspek Institusional Neoliberal yaitu transparansi informasi, penyesuaian timbal balik, dan kepatuhan reputasional serta aspek Pembangunan sosial yaitu kesejahteraan, investasi sosial, dan Kerjasama berbasis hak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AFML membangun harmonisasi melalui dua jalur utama: pertama, penyelarasan norma dan standar ekspektasi bersama yang mengurangi biaya transaksi diplomasi. Kedua, inisiasi investasi sosial di tingkat operasional melalui layanan informasi dan pengakuan keahlian. Meskipun AFML berhasil menciptakan kerangka perlindungan berbasis hak yang lebih spesifik dan responsif terhadap isu baru seperti ekonomi perawatan (care economy), proses harmonisasi ini ditemukan bersifat asimetris. Negara anggota menunjukkan komitmen tinggi pada harmonisasi teknis-administratif namun cenderung resisten terhadap reformasi hukum domestik yang bersifat struktural. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun AFML efektif membangun fondasi investasi sosial kawasan, harmonisasi kebijakan yang menyeluruh masih terhambat oleh kepentingan kedaulatan nasional, sehingga perlindungan substantif belum sepenuhnya terimplementasi secara merata di lapangan.
SELF VS. OTHER: MEDIA FRAMING JAKARTA POST TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA Humaira, Salsabila; Pratisti, Siti Aliyuna; Hermawan, Yulius Purwadi; Husna, Nurul
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69286

Abstract

Krisis pengungsi Rohingya merupakan salah satu isu kemanusiaan paling kompleks di Asia Tenggara yang memicu perhatian luas dari media massa internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pengungsi Rohingya dalam liputan daring The Jakarta Post sebagai media berbahasa Inggris di Indonesia dengan audiens global. Analisis ini menggunakan kerangka teoritis Self and Other dari Iver B. Neumann (1996) yang dipadukan dengan metode pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA) model tiga level Norman Fairclough (1995), mencakup level teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Data analisis terdiri dari enam artikel The Jakarta Post periode 2020-2025 yang dipilih secara purposive berdasarkan relevansinya terhadap lonjakan pengungsi Rohingya. Hasil analisis mengungkapkan adanya tiga pola diskursif utama dalam pembingkaian berita. Pertama, Rohingya dikonstruksikan sebagai korban tragedi kemanusiaan melalui narasi trauma dan penderitaan fisik guna membangkitkan empati internasional. Kedua, narasi berkembang menjadi representasi Rohingya sebagai beban dan tantangan keamanan serta sosial-ekonomi bagi Indonesia, yang ditandai dengan munculnya wacana kejenuhan masyarakat lokal dan kriminalisasi melalui isu penyelundupan manusia. Ketiga, krisis ini direpresentasikan sebagai instrumen diplomasi dan politik internasional, di mana media mempertegas posisi Indonesia sebagai aktor kunci dalam forum regional seperti ASEAN dan Bali Process. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa liputan media tidak hanya menempatkan Rohingya sebagai "Other" yang rentan atau bermasalah, tetapi juga secara strategis membangun citra "Self" Indonesia sebagai bangsa yang humanis dan bertanggung jawab, sekaligus negara diplomatik yang pragmatis dalam menegosiasikan kepentingan nasional dan stabilitas regional di panggung global. The Rohingya refugee crisis represents one of the most complex humanitarian issues in Southeast Asia, garnering extensive attention from international mass media. This study aims to analyze the representation of Rohingya refugees in the online coverage of The Jakarta Post, an Indonesian English-language media outlet with a global audience. The analysis employs Iver B. Neumann’s (1996) theoretical framework of Self and Other, integrated with Norman Fairclough’s (1995) three-level model of Critical Discourse Analysis (CDA), encompassing the levels of text, discourse practice, and social practice. Data of analysis consists of six online articles from The Jakarta Post (2020-2025), selected through purposive sampling based on their relevance to the surge in Rohingya refugees.The findings reveal three primary discursive patterns in the news framing. First, the Rohingya are constructed as absolute victims of a humanitarian tragedy through narratives of trauma and physical suffering designed to evoke international empathy. Second, the narrative evolves into a representation of the Rohingya as a security and socio-economic burden for Indonesia, characterized by the emergence of local social fatigue and the criminalization of the crisis through human trafficking issues. Third, the crisis is represented as an instrument of diplomacy and international politics, where the media reinforces Indonesia’s position as a key actor within regional forums such as ASEAN and the Bali Process. The findings demonstrate that media coverage does not merely position the Rohingya as a vulnerable or problematic "Other", but also strategically constructs Indonesia’s "Self" as a humanist and responsible nation, as well as a pragmatic diplomatic state in negotiating national interests and regional stability on the global stage.