p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kurios
Harianja, Simion D.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spiritualitas Misi Ingwer Ludwig Nommensen: Sebuah Refleksi Perkembangan Misi di HKBP Dame Saitnihuta, Tapanuli Utara Harianja, Simion D.; Gultom, Rogate Artaida Tiarasi; Nababan, Romauli; Silalahi, Jojor
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.641

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik misi Ingwer Ludwig Nommensen meliputi bidang penginjilan, kesehatan dan pendidikan serta pelaksanaannya di HKBP Dame Saitnihuta, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Jumlah jemaat di gereja HKBP Dame Saitnihuta sebanyak 81 kepala keluarga dan jumlah keseluruhan jemaat sebanyak 218 orang. Data dasar diperoleh dari Pimpinan Jemaat (full timer), Guru Jemaat, Penatua dan seluruh jemaat HKBP Dame Saitnihuta Penelitian ini menggunakan metode Snowball (pemilihan) untuk menjadi informan dalam penelitian ini. Hasil analisis data dan dokumen observasi HKBP Dame Saitnihuta yang dulu ditetapkan oleh Nommensen mengalami sedikit pergeseran. HKBP Dame Saitnihuta masih tetap menjalankan misi Nommensen. Namun sedikit berbeda dengan misi Nommensen pada masa awal. Program-program ataupun kegiatan yang dilakukan oleh Nommensen sedikit dimodifikasi oleh HKBP Dame Saitnihuta pada masa sekarang ini. Nommensen yang dahulunya hanya melakukan penginjilan di tanah Batak, maka HKBP sekarang ini melakukan penginjilan kepada orang-orang yang belum mengenal kekristenan. Beberapa hal yang telah Nommensen ajarkan, pada masa awal penginjilan yang dilakukannya tetap berjalan dan menjadi tolak ukur bagi HKBP Dame Saitnihuta untuk semakin mengembangkan jenis pelayanannya. Dengan ajaran Nommensen HKBP tetap maju dan menjadi suatu gereja yang besar, yang tetap setia mengabarkan Injil keselamatan sampai ke ujung dunia. 
Membentuk Gen Z sebagai agen perdamaian: Pedagogi pembebasan Paulo Freire dalam revitalisasi pendidikan gerejawi di Gereja-gereja arus utama Tapanuli Utara Naibaho, Pestaria; Ariawan, Sandy; Harianja, Simion D.; Harianja, Preciliana
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1310

Abstract

Social violence, intergenerational intolerance, and a values crisis among young people represent concrete challenges facing Christian communities in North Tapanuli. Mainstream churches, predominantly composed of Batak denominations such as HKBP, have largely continued to apply unidirectional, transmissive, and ritually oriented church education models, thereby failing to optimally empower children as active subjects and agents of peace. This study aims to examine the relevance of Paulo Freire's liberating pedagogy for the revitalization of church education in the context of forming Gen Z children as agents of peace. Employing critical literature review and conceptual analysis, this study examines Freire's pedagogical framework, encompassing conscientização, dialogical pedagogy, and the critique of banking education, along with its limitations and implications for child theology and ecclesiology. The findings indicate that integrating liberating pedagogy into church education, grounded in the theology of imago Dei and the example of Christ, holds significant potential to foster peaceful character and critical consciousness among Gen Z children. This revitalization requires a shift from doctrinal transmission to a dialogical, transformative learning community.   Abstrak Kekerasan sosial, intoleransi antargenerasi, dan krisis nilai di kalangan generasi muda merupakan tantangan nyata bagi komunitas Kristen di Tapanuli Utara. Gereja arus utama yang didominasi oleh denominasi seperti HKBP masih cenderung menerapkan model pendidikan gerejawi yang bersifat satu arah, transmisif, dan ritualistik, sehingga belum optimal memberdayakan anak sebagai subjek aktif dan agen perdamaian. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi pedagogi pembebasan Paulo Freire bagi revitalisasi pendidikan gerejawi dalam konteks pembentukan anak Gen Z sebagai agen perdamaian. Dengan menggunakan metode studi literatur kritis dan analisis konseptual, penelitian ini menelaah ke-rangka pedagogis Freire, mencakup conscientização, pedagogi dialogis, dan kritik atas banking education, beserta keterbatasannya dan implikasinya bagi teologi anak serta eklesiologi. Temuan menunjukkan bahwa integrasi pedagogi pembebasan dalam pendidikan gerejawi yang dijangkarkan pada teologi imago Dei dan teladan Kristus berpotensi signifikan membentuk karakter damai dan kesadaran kritis pada anak Gen Z. Revitalisasi ini mensyaratkan transformasi dari model transmisi doktrinal menuju komunitas belajar yang dialogis dan transformatif.