Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOCIALIZATION OF ENTREPRENEURSHIP THE REGARDING OF SELLING PRICES IN THE OFFERING MSME PRODUCT TO VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS Hermawansyah, Adi; Cipto, Rahajeng Cahyaning Putri; Artikasari, Devi; Triana, Alvina Alda; Sasih Kirani, Amanda Retno; Bunga, Ardiyanto Fernando; Darmawan, Darmawan; Zuhra, Faza Muraya; Ferdinand, Gregorius Ergi; Ardiana, Ira Maya; Sari, Junita Dewi Indah; Akmal, Muhammad Firja
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2277

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) is an important part of the economy of a country or region, especially in Indonesia. The development of micro, small and medium enterprises has an important meaning in encouraging national economic growth and reducing is poverty. The development of MSME sector is often described as one of the factor for successful development, especially for those with low per capita income. One of the key factors in the success of MSME is their ability to determine the right product selling price. The right selling price can help MSME achieve several goals, such as: Increasing sales, achieving profit targets, competing in the market, attracting consumers and increasin profitability. Determining the selling price of MSME products is a complex process and requires careful consideration and marketing strategies to maximize prices and promotion for the product sales.
Kajian Yuridis Terhadap Pertanggung Jawaban Pidana Pelaku Cyberbullying Berdasarkan Hukum Positif Di Indonesia Putri, Sophia Diana; Sari, Junita Dewi Indah; Prameswari, Diva
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6062

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pergeseran interaksi remaja ke ruang digital, yang di satu sisi memberikan kemudahan komunikasi, namun juga memunculkan masalah serius berupa perundungan siber. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta dianalisis secara kualitatif berdasarkan bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku perundungan siber cenderung memiliki motif untuk merendahkan dan menimbulkan tekanan emosional pada korban. Selain itu, pengaturan hukum terkait perundungan siber di Indonesia masih bersifat umum dan belum diatur secara komprehensif, sehingga menimbulkan kekaburan norma dan ketidakpastian hukum. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan hukum yang lebih jelas, tegas, dan spesifik dalam mengatur perundungan siber di Indonesia.