Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penapisan Fitokimia dan Efek Penyembuhan Luka Insisi Dari Fraksi Etil Asetat Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas) Terhadap Mencit (Mus musculus) Hasan, Hamsidar; Akuba, Juliyanty; Thomas, Nur Ain; Ramadhani, Fika Nuzul; Anggai, Rifka Anggraini; Mamu, Safira Mahadewi
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i3.9

Abstract

Jarak pagar (Jatropha curcas) adalah tanaman alami tumbuhan Indonesia yang telah terdaftar sebagai salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk berbagai macam penyakit. Jarak pagar mengandung banyak metabolit sekunder yang berperan dalam mempercepat penyembuhan luka dan regenerasi sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etil asetat daun Jarak pagar (Jatropha curcas) serta efektivitas ekstrak etil asetat daun Jarak pagar (Jatropha curcas) terhadap penyembuhan luka insisi pada mencit jantan (Mus musculus). Daun jarak pagar diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan dan etil asetat. Kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Uji efektivitas penyembuhan luka insisi dilakukan dengan membagi hewan uji ke dalam 5 kelompok uji yang terdiri dari 3 ekor mencit jantan. Semua mencit diberi perlakuan sesuai kelompok uji yaitu kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2 (kontrol positif povidone iodine 10%), kelompok 3 (ekstrak jarak pagar 30%), kelompok 4 (ekstrak jarak pagar 40%), dan kelompok 5 (ekstrak jarak pagar 50%) hingga luka tersebut sembuh yang ditandai dengan luka menutup. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etil asetat daun jarak pagar (Jatropha curcas) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan terpenoid. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada lama waktu penyembuhan luka insisi antar kelompok. Rerata waktu yang dibutuhkan hingga luka insisi sembuh pada kelompok 1 (kontrol negatif) yaitu 20,7 hari; kelompok 2 (kontrol positif povidone iodine 10%) yaitu 17,7 hari; kelompok 3 (ekstrak jarak pagar 30%) yaitu 14,3 hari; kelompok 4 (ekstrak jarak pagar 40%) yaitu 13,3 hari; dan kelompok 5 (ekstrak jarak pagar 50%) yaitu 11,3 hari. Ekstrak etil asetat daun jarak pagar yang lebih efektif dalam menyembuhkan luka insisi pada mencit jantan terdapat pada konsentrasi 50%.
Case Study: Drug Therapy Monitoring in a Patient with Abdominal Colic at a Regional Public Hospital in Gorontalo Papeo, Dizky Ramadani Putri; Mamu, Safira Mahadewi; Putri, Eka Fadhila; Irmayanti, Irmayanti; Laurina, Nur Fadhilah; Daud, Nurfitrah Ramdawati
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 5, No 1 (2026): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v5i1.33950

Abstract

Abdominal colic is a common complaint of abdominal pain frequently observed in hospitalized patients, often associated with gastrointestinal infections. This study aims to evaluate the rationality of antibiotic use and identify potential Drug-Related Problems (DRPs) in patients with abdominal colic. The report was conducted descriptively using a SOAP-based approach, utilizing inpatient medical record data at Gorontalo City General Hospital in February 2025. The case analysis showed that the use of ceftriaxone adhered to the 5R principles (right indication, right patient, right drug, right dose, and right duration). However, the concurrent administration of Fiocilas (ampicillin–cloxacillin) represented an unnecessary duplication of antibiotic therapy that was not supported by clinical indications or culture data. This was categorized as “unnecessary drug therapy” and posed a potential risk for antimicrobial resistance and adverse effects. The recommended pharmaceutical intervention was discontinuation of the additional antibiotic and continuation of the main therapy with clinical monitoring. To conclude, this case emphasizes the important role of pharmacists in monitoring the rational use of antibiotics to improve the safety and effectiveness of patient treatment.Keywords: Abdominal colic, abdominal pain, drug interactions, drug rationality, pharmacotherapy