Billah, Akbar Aisya
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Konsep Tujuan Pendidikan Islam pada Anak Usia Dini Berbasis Pendekatan Holistik Integratif Billah, Akbar Aisya; Chaq, Achmad Nasrul; Mastiyah, Iyoh; Basuki, Basuki
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.4244

Abstract

Pemahaman akan tujuan pendidikan merupakan inti dari suksesnya sebuah pendidikan. Seorang pendidik jika melaksanakan proses mengajar dengan hanya sekedar menyampaikan pelajaran tanpa menekankan dan merencanakan tujuan dari pembelajaran tersebut, akan menimbulkan sebuah bahaya yang sangat jelas bagi anak didik, karena pendidikan tanpa tujuan merupakan sebuah proses yang tidak akan mencapai hasil yang maksimal dan hanya berjalan sebagai rutinitas saja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil penerapan tujuan pendidikan Islam berbasis pendekatan holistik integratif pada anak usia dini dengan melihat berbagai fenomena penurunan kulaitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan sumber utama buku Ahdaf At-Tarbiyah Al-Islamiyah karya Dr. Majid Irsan Al-Kailaniy dan buku Ushul At-Tarbiyah wa At-Ta’lim yang mencakup tentang konsep pendidikan Islam. Penelitian ini menghasilkan: (1) Pentingnya peran tujuan dalam proses pendidikan (2)Krisis pendidikan zaman sekarang terhadap tujuan pendidikan (3) Definisi “Amal Shaleh”dalam pendidikan Islam (4) Pendidikan akal (At-tarbiyah Al-‘aqliyah) berbasis pendekatan holistik integratif (5) Pendidikan akhlaq (At-tarbiyah Al-khuluqiyah) berbasis pendekatan holistik integratif (6) Pendidikan jasmani (At-tarbiyah Al-jismiyah) berbasis pendekatan holistik integratif
Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Membentuk Kesalehan Sosial Siswa Di Sdn 4 Gelangkulon Sampung Ponorogo Mutamimah, Duwi Habsari; Billah, Akbar Aisya; Fitri, Okta Maya; Sustiawan, Asis
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 7 No 1 (2023): AnCoMS, Desember 2023
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v7i1.524

Abstract

Social piety is a concept where humans not only obey religious rituals, but can also practice religious teachings and benefit the social environment. One way to form social piety is through religious learning at school. Researchers are interested in researching the location of SDN 4 Gelangkulon because that location there is visible religious pluralism in it. This research aims to describe and explain the internalization of religious moderation values in forming social piety at SDN 4 Gelangkulon. This research method uses descriptive qualitative research using a case study method or approach involving Religious Students and Teachers in the Sodong Gelangkulon Sampung Ponorogo hamlet as research subjects. The results of the research show that internalizing the values of religious moderation through religious learning can contribute and prove effective in forming students' social piety because religious learning contains the values of religious moderation which include justice, tolerance, non-violence, harmony, and mutual help.
Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MI AL-Ihsan Karas Magetan Ardiyansyah, Dedi; Billah, Akbar Aisya; Kholis, Nur
Islamic Elementary School (IES) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/ies.v3i2.662

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MI Al-Ihsan Karas, Magetan. Pendidikan karakter menjadi hal yang semakin penting dalam pendidikan saat ini, khususnya di sekolah-sekolah agama. MI Al-Ihsan Karas memilih pendekatan Pendidikan Agama Islam sebagai sarana untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam kurikulumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Al-Ihsan Karas telah berhasil menginternalisasi nilai-nilai Pendidikan Karakter, seperti kejujuran, kepedulian, dan integritas, melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Proses ini melibatkan peran penting guru agama dalam membimbing siswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang bagaimana sekolah-sekolah agama dapat menjadi agen pendidikan karakter yang kuat dalam membentuk generasi muda yang berintegritas dan bertanggung jawab.
UPAYA GURU DENGAN ORANG TUA DALAM MENGURANGI KECANDUAN GADGET PADA SISWA KELAS 5 MI Sari, Novita; Billah, Akbar Aisya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9745

Abstract

Gadget addiction among elementary school students has become a serious problem that affects students’ academic, social, and emotional development. This phenomenon also occurs among fifth-grade students at MI PSM Jetak Simo, where excessive gadget use leads to decreased learning concentration, social interaction, and discipline. Therefore, collaborative efforts between teachers and parents are needed to address this issue. This study aims to describe the forms of cooperation between teachers and parents, as well as the supporting and inhibiting factors in reducing gadget addiction among fifth-grade students at MI PSM Jetak Simo. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants included classroom teachers, the head of the madrasah, parents, and fifth-grade students. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that cooperation between teachers and parents is manifested through intensive communication, supervision of gadget use at home and at school, the establishment of rules regarding gadget usage, and alternative activities that are educational and religious in nature. Supporting factors include parents’ awareness, teachers’ commitment, and madrasah policies, while inhibiting factors include parents’ busy schedules and a lack of consistency in rule implementation. Effective cooperation between teachers and parents can gradually and sustainably reduce gadget addiction among students. ABSTRAK Kecanduan gadget di kalangan siswa sekolah dasar telah menjadi masalah serius yang mempengaruhi perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa. Fenomena ini juga terjadi di kalangan siswa kelas lima di MI PSM Jetak Simo, di mana penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, interaksi sosial, dan disiplin. Oleh karena itu, upaya kolaboratif antara guru dan orang tua diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk kerja sama antara guru dan orang tua, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam mengurangi kecanduan gadget di kalangan siswa kelas lima di MI PSM Jetak Simo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru kelas, kepala madrasah, orang tua, dan siswa kelas lima. Analisis data dilakukan melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa kerja sama antara guru dan orang tua tercermin melalui komunikasi intensif, pengawasan penggunaan gadget di rumah dan di sekolah, penetapan aturan mengenai penggunaan gadget, serta kegiatan alternatif yang bersifat pendidikan dan keagamaan. Faktor pendukung meliputi kesadaran orang tua, komitmen guru, dan kebijakan madrasah, sementara faktor penghambat meliputi jadwal orang tua yang padat dan ketidakonsistenan dalam penerapan aturan. Kerja sama yang efektif antara guru dan orang tua dapat secara bertahap dan berkelanjutan mengurangi kecanduan gadget di kalangan siswa.  
ANALISIS KERJA SAMA GURU DAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS IV SD Ningtias, Fadilla Eka Widya; Billah, Akbar Aisya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9746

Abstract

This study aims to analyze the cooperation between teachers and parents in fostering the social attitudes of fourth-grade students at SDN Durenan 1 Sidorejo Magetan. Basic education emphasizes not only academic achievement but also character building and social attitudes, while preliminary findings indicate that there is still a low level of concern, cooperation, and social sensitivity among students. On the other hand, collaboration between teachers and parents has been ongoing, but it tends to be administrative in nature and has not been directed towards the continuous development of social attitudes. The focus of the research includes the forms of cooperation, the implementation process, the obstacles encountered, and the efforts made to strengthen the development of social attitudes. The research uses a qualitative approach with a case study type. Data were collected through observation, in-depth interviews with the principal, fourth-grade teachers, parents, and students as supporting informants, and school documentation. Subject selection was done purposively. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing with validity testing using source and technique triangulation. The results of the study indicate that cooperation is realized through routine communication, parent-teacher meetings, and coordination in handling student behavior, but is hampered by parents' time constraints and differences in perceptions of guidance patterns. The conclusion of the study confirms that structured, communicative, and sustainable cooperation contributes to. ABSTRAK Kerja sama antara guru dan orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk karakter disiplin siswa sekolah dasar, terutama pada siswa kelas IV yang berada pada tahap perkembangan pembentukan kebiasaan dan tanggung jawab. Karakter disiplin menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran dan pembentukan kepribadian siswa secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kerja sama guru dan orang tua, proses pelaksanaannya, serta faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas IV di SDN Durenan 1 Sidorejo Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas IV, orang tua siswa, dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama guru dan orang tua diwujudkan melalui komunikasi yang intensif dan berkelanjutan, penyamaan persepsi mengenai aturan dan pembiasaan disiplin, serta pemberian keteladanan baik di sekolah maupun di rumah. Pembentukan karakter disiplin terlihat pada ketepatan waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta konsistensi perilaku siswa. Faktor pendukung utama dalam kerja sama ini meliputi kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan karakter, komitmen guru dan orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua, perbedaan pola asuh, dan kurangnya konsistensi dalam penerapan aturan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama yang efektif antara guru dan orang tua berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter disiplin siswa secara berkelanjutan.