Sylvia, Novy
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR BERBASIS CHARCOAL DENGAN TEMPURUNG KEMIRI Sari, Ava Komala; Sulhatun, Sulhatun; Suryati, Suryati; Azhari, Azhari; Sylvia, Novy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.11976

Abstract

AbstrakKarbon aktif (charcoal) adalah bahan baku yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah cangkang kemiri. Limbah ini sering kali terjadi penumpukan sehingga perlu dilakukan penanggulangan yang nantinya akan menghasilkan manfaat yang memiliki nilai produk yang bebas dari bahaya serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sabun mandi cair yang berkomposisi baik, menguji kualitas sabun mandi cair dan pengaruh penambahan massa Charcoal dan minyak zaitun pomace terhadap nilai pH, uji organoleptik, uji ketahanan busa, dan uji ketinggian busa. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah penambahan massa charcoal tempurung kemiri yaitu 2, 5, 7, 12 gram dalam pembuatan sabun mandi cair yang akan dilihat dari penambahan massa charcoal tempurung kemiri terhadap karakteristik sabun mandi cair dengan waktu pengadukan 6, 8, 10, 12 menit. Ada beberapa tahapan proses pada penelitian ini, diantaranya tahap mempersiapkan bahan baku, tahap penyaringan charcoal, tahap menjadikan sabun mandi cair. Adapun beberapa massa charcoal yang dipakai ialah 2, 5, 7, 12 gram. Berdasarkan hasil penelitian nilai pH yang dihasilkan bersifat basa sesuai dengan nilai persyaratan pH sediaan sabun yaitu 8-9. Sabun mandi cair tidak menghasilkan busa karena sabun tidak tersaponifikasi sempurna dan kurangnya penambahan surfaktan.
PENGOLAHAN LIMBAH KERTAS SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN OBAT NYAMUK BAKAR DENGAN PENAMBAHAN BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon Nardus L.) Adli, Muhammad Fathur; Sylvia, Novy; Masrullita, Masrullita; Nurlaila, Rizka; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14898

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan kembali sisa kertas yang tidak terpakai lagi menjadi sebuah produk yaitu obat nyamuk bakar dan untuk mengkaji pengaruh perbandingan volume bubur limbah kertas HVS dengan volume batang serai terhadap pembuatan obat nyamuk bakar. Penelitian ini menggunakan metode sederhana dengan variabel bebas  limbah bubur kertas HVS 65 gr, 70 gr, 75 gr, 80 gr dan batang serai wangi 20 gr, 25 gr, 30gr, 35 gr dengan jumlah perekat tepung tapioka 20 gr. Penelitian pembuatan obat nyamuk bakar ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan sebelumnya adalah kandungan bahan baku yang digunakan yaitu bahan baku limbah HVS dan batang serai wangi dengan penambahan perekat tepung tapioka sebagai bahan baku dalam pembuatan dalam penelitian obat nyamuk bakar. Hasil yang didapatkan yaitu dari uji Resistance Index (SRI) menghasilkan produk obat nyamuk bakar yang memiliki ketahanan atau tidak mudah patah saat dijatuhkan dari ketinggian 1 meter. Berat satuan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan memiliki berat persatuan berkisar 12,2-14,7 gr. Sedangkan perlakuan 60 gr (20 gr, 25 gr, 30 gr, 35 gr) belum memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan masing-masing sebesar 10-11,3 gr. Kadar air produk telah memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan memiliki kadar air sebesar 1 % sampai 3,5 %. Lama bakar produk telah memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan memiliki waktu terbakar selama 7 jam 5 menit - 7 jam 41 menit. Keutuhan produk dengan telah memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang utuh atau tidak mudah patah. Kesimpulan yang di dapat pengaruh perbandingan antara volume bubur limbah kertas, serai wangi dan perekat sangat mempengaruhi terhadap produk yang dihasilkan yang memenuhi standar industri indonesia (SII). 
Pembuatan Briket dari Campuran Batu Bara Aceh dan Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera) dengan Menggunakan Metode Karbonisasi Laurentia, Seni; Ginting, Zainuddin; Ibrahim, Ishak; Sylvia, Novy; ZA, Narul; Fazira, Zetta
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Briket merupakan jenis bahan bakar padat yang memiliki unsur karbon tinggi, memiliki nilai kalor yang tinggi serta dapat menyala dalam waktu yang lama.  Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi berat campuran batubara Aceh dan tempurung kelapa dengan variasi perbandingan perekat tepung tapioka serta untuk menganalisis karakteristik briket dari campuran batubara Aceh dan tempurung kelapa terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Pada penelitian ini batubara Aceh dikarbonisasi dengan suhu 500ËšC selama 60 menit dan tempurung kelapa dikarbonisasi dengan suhu 400ËšC selama 90 menit. Batubara Aceh dan tempurung kelapa sebagai bahan baku briket masing masing dihaluskan dan diayak hingga lolos ayakan 80 dan tertahan di 100 mesh selanjutnya dicampur dengan variasi persentase komposisi bahan baku batubara Aceh:tempurung kelapa (0:100, 25:75,  50:50,  75:25 dan 100:0). Selanjutnya campuran serbuk briket dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk silinder. Kualitas briket yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat serta nilai kalor briket berdasarkan SNI 01-6235-2000. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbandingan bahan baku 50:50 gram antara batubara Aceh dan tempurung kelapa dengan perekat 5% menghasilkan kadar air terendah yaitu 2,384%, kadar abu terendah didapat pada perbandingan 0:100 gram dengan perekat 5% yaitu 1,432%, kadar zat menguap terendah tercapai pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 7,799%, kadar karbon terikat tertinggi pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 88,300% dan nilai kalor tertinggi pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 7007,892 cal/gr.