Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PEMBIAYAAN SEKTOR PENDIDIKAN DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI JAWA TENGAH Dwiga Kurniasari; Shinta Puspitasari; Siska Sukma Ayu Liatul Fitria; Yosepa Juliana Sihombing
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2065

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pembiayaan sektor pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di lima kota di Provinsi Jawa Tengah selama periode 2019–2023. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui model regresi data panel Fixed Effect Model (FEM), variabel yang dianalisis meliputi belanja pendidikan, Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Kasar (APK), dan Angka Putus Sekolah (APS). Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya APM yang berpengaruh signifikan terhadap IPM, sedangkan belanja pendidikan, APK, dan APS tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya anggaran pendidikan tidak secara otomatis mendorong peningkatan pembangunan manusia tanpa pengelolaan yang efektif. Ketidakefisienan dalam alokasi dana dan fokus pada aspek yang kurang strategis seperti infrastruktur menjadi faktor lemahnya dampak belanja pendidikan terhadap IPM. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan memanfaatkan data terkini (2019– 2023) dan menambahkan variabel kontrol penting yang jarang dikaji dalam penelitian sebelumnya. Selain itu, fokus penelitian pada kota-kota utama di Jawa Tengah dengan karakteristik pendidikan dan fiskal yang berbeda-beda memperkuat relevansi temuan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan optimalisasi penggunaan anggaran pendidikan secara lebih terarah untuk meningkatkan APM dan pemerataan kualitas pendidikan, guna mendorong pencapaian IPM yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tingkat daerah.
Pengaruh Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Institutional Support, dan Trust terhadap Niat Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Menggunakan Teknologi Blockchain Yosepa Juliana Sihombing; Nimas Aulia Pambajeng Miftahunnajah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46665

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana faktor-faktor seperti ekspektasi terhadap kinerja, ekspektasi terhadap upaya, pengaruh sosial, dukungan dari institusi, dan kepercayaan memengaruhi rencana mahasiswa untuk menggunakan teknologi blockchain dalam transformasi digital bidang akuntansi. Metode numerik diterapkan, yang mencakup survei terhadap 100 mahasiswa program pendidikan akuntansi angkatan 2022. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menggunakan indikator-indikator spesifik, kemudian dianalisis menggunakan metode PLS-SEM dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat adopsi. Ekspektasi kinerja menjadi faktor terpenting, karena mahasiswa berpendapat bahwa blockchain meningkatkan prestasi akademik mereka dan membuat proses belajar menjadi lebih efektif. Ekspektasi usaha juga tinggi, dengan fokus pada kemudahan pemahaman dan penggunaan sebagai alasan utama. Pengaruh sosial memengaruhi persepsi seseorang melalui interaksi dengan dosen dan mahasiswa lain. Dukungan institusional memainkan peran besar dengan menyediakan fasilitas yang baik, kebijakan yang mendukung, dan lingkungan belajar yang ramah. Kepercayaan membantu orang merasa yakin terhadap keamanan dan keunggulan blockchain. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi baru bergantung pada seberapa berguna teknologi tersebut dan bagaimana orang memandangnya. Oleh karena itu, untuk memastikan blockchain berfungsi dengan baik di pendidikan tinggi, diperlukan rencana terpadu: meningkatkan keterampilan digital, memberikan dukungan institusional yang lebih baik, dan membangun kepercayaan di antara pengguna.