Keberagaman budaya Indonesia menjadi potensi besar yang harus dikelola untuk membangun persatuan bangsa. Keberagaman ini seringkali dijumpai pada perguruan tinggi, tempat mahasiswa dengan latar belakang budaya berbeda berkumpul menuntut ilmu. Namun, bagi mahasiswa luar daerah, keberagaman budaya seringkali menjadi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan. Proses adaptasi ini seringkali menimbulkan fenomena gegar budaya, yaitu perasaan terkejut, bingung, atau cemas ketika berada di lingkungan baru. Gegar budaya tidak hanya mempengaruhi perasaan emosional, tetapi juga dapat berdampak pada proses akademik dan sosial. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perhatian khusus melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang diberikan dalam bentuk sosialisasi dan pendampingan untuk mengatasi fenomena gegar budaya. Tujuan kegiatan ini dilakukan agar mahasiswa luar daerah dapat beradaptasi lebih baik, merasa diterima serta dihargai di lingkungan baru, serta dapat mengatasi gegar budaya. Peserta dalam kegiatan ini yaitu mahasiswa luar daerah yang tergabung dalam komunitas IKAPEMA Kepulauan Riau-Malang berjumlah 25 orang. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 1) Tahap Perencanaan, 2) Tahap Pelaksanaan, 3) Tahap Evaluasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu peserta mendapat wawasan baru terkait kecerdasan multikultural, cara beradaptasi dengan lingkungan baru, upaya mengatasi gegar budaya, pendidikan kontrol diri, serta mengenal lebih jauh terkait budaya dan keragaman dari Kota Malang. Harapan dilakukan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan multikultural mahasiswa luar daerah, mengurangi dampak gegar budaya, menumbuhkan sikap toleransi dan empati, serta mendorong pengembangan diri dan kontribusi positif peserta dalam lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.