Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Number of Alveolar Bone Cells Exposed to Zoledronate in the Post-Tooth Extraction Socket Lubis, Septina Sabilla; Palupi, Anggraeny Putri Sekar; Komariah, Komariah; Latief, Benny Syariefsjah; Priosoeryanto, Bambang Pontjo; Suniarti, Dewi Fatma
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol 9, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Dentistry Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jds.v9i2.41502

Abstract

Background: Zoledronate is an intravenous bisphosphonate that effectively treats osteoporosis by inhibiting osteoclast resorption, thereby reducing the risk of fractures. However, its use in post-extraction patients may increase the risk of bisphosphonate-related osteonecrosis of the jaws (BRONJ). Objective: This study aims to analyze the effects of zoledronate on alveolar bone structure in Sprague Dawley rats, focusing on changes in osteoblast, osteocyte, and osteoclast counts. Methods: This cross-sectional study employed an observational analytical approach. Samples were categorized based on zoledronate exposure. Osteoblast, osteocyte, and osteoclast counts were measured using ImageJ software at 40x magnification. Data were analyzed using SPSS, with one-way ANOVA employed for statistical analysis. Normality and homogeneity tests were conducted to ensure data validity. Results: Zoledronate exposure resulted in a decrease in osteoblast and osteoclast counts, while osteocyte counts increased. Statistical analysis showed no significant differences between the zoledronate-exposed group and the control group. Conclusion: Zoledronate reduces osteoclasts and increases osteocytes, potentially leading to cellular apoptosis in osteoporosis patients. The risk of BRONJ can be minimized by administering zoledronate at appropriate doses and maintaining optimal oral hygiene to prevent bacterial activity.
Gambaran Karakteristik Penderita Tuberkulosis di Kecamatan Cengkareng Tahun 2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Andriani, Andriani; Genesis Cokro, Wilbert Alvin; Wulan Dhari, Maria Rini; Febianti, Khairunnisa; Prayitno Putri, Nabila Cetta; Damayanti, Ning Tyas; Maharani, Putri; Angeline, Raynita Rosalinda; Parkesit, Salma Athiya; Lubis, Septina Sabilla; Putri, Syafiera Emelia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4127

Abstract

Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Penyakit ini dapat menyerang banyak bagian tubuh khususnya paru, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Kecamatan Cengkareng. Berdasarkan data dari Puskesmas Cengkareng, angka temuan kasus TBC masih tergolong tinggi, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya penanggulangan, baik dari segi deteksi dini, pengobatan, maupun edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik demografis dan klinis penderita TBC di Puskesmas Cengkareng, mengidentifikasi distribusi usia, jenis kelamin, dan status bakteriologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif. Data sekunder dikumpulkan dari laporan program TBC Puskesmas Cengkareng tahun 2024, meliputi jumlah kasus, status pengobatan, dan angka kesembuhan. Hasil: Berdasarkan data hasil TBC yang didapatkan, penelitian menunjukkan bahwa penderita TBC tertinggi pada usia 35–44 tahun (19,42%), berjenis berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebagai buruh (20,75%), penentuan metode TBC secara terkonfirmasi bakteriologis (74,43%), lokasi anatomi di paru (99,76%), pemeriksaan tuberkulin / IGRA (8,57%), pemeriksaan foto toraks tidak diketahui lesi (77,68%), pemeriksaan HIV negatif (96,86%), pemeriksaan DM negatif (87,82%), dan terapi DM OHO (80,22%). Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat beberapa karakteristik pasien TBC Kecamatan Cengkareng yang ditemukan lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 35-44 tahun, jenis pekerjaan buruh, segi laboratorium pasien terkonfirmasi secara bakteriologi, lokasi infeksi TBC paru, tes tuberkulin / IGRA tidak dilakukan, pemeriksaan foto toraks umumnya tidak dilakukan, komplikasi HIV negatif, komplikasi diabetes mellitus negatif.