Febianti, Khairunnisa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Clinical dental students' perceptions of difficulties in fixed prosthodontics bridgework denture preparation: a pilot study Sarwono, Aditya Pratama; Febianti, Khairunnisa
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 4: December 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i4.24623

Abstract

Preparing abutment teeth for fixed bridgework presents varying challenges to dental students, impacting their training effectiveness and clinical outcomes. Understanding the most difficult stages can help improve educational strategies. This study aims to rank the difficulty of each stage in abutment tooth preparation using student evaluations, identifying the greatest challenges. A quantitative approach was used, analyzing perceptions of 155 clinical dental students from 2021-2023 cohorts at Faculty of Dentistry, Universitas Trisakti, through the non-parametric Friedman’s ANOVA Test. Student evaluations covered seven stages of abutment tooth preparation, identifying variability in perceived difficulty from most difficult to easiest. Results indicate the most difficult stage is proximal reduction (mean rank: 3.01), followed by cervical preparation (mean rank: 3.28), and lingual reduction (mean rank: 3.35). The stages with the lowest difficulty are finishing (mean rank: 5.35), followed by alignment of preparation between 2 abutment teeth (mean rank: 4.85), buccal reduction (mean rank: 4.13), and occlusal reduction (mean rank: 4.03). Proximal reduction is particularly difficult due to the need for high technical skills and precision, requiring accurate space estimation and careful reduction without damaging adjacent teeth. This difficulty is compounded by natural variations in tooth shapes and positions among patients. Findings highlight the importance of refining educational strategies to tackle these challenges, enhancing student learning and clinical skills. This research provides crucial data on which stages need greater emphasis in the curriculum, aiding the creation of more efficient and focused training methods.
Gambaran Karakteristik Penderita Tuberkulosis di Kecamatan Cengkareng Tahun 2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Andriani, Andriani; Genesis Cokro, Wilbert Alvin; Wulan Dhari, Maria Rini; Febianti, Khairunnisa; Prayitno Putri, Nabila Cetta; Damayanti, Ning Tyas; Maharani, Putri; Angeline, Raynita Rosalinda; Parkesit, Salma Athiya; Lubis, Septina Sabilla; Putri, Syafiera Emelia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4127

Abstract

Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Penyakit ini dapat menyerang banyak bagian tubuh khususnya paru, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Kecamatan Cengkareng. Berdasarkan data dari Puskesmas Cengkareng, angka temuan kasus TBC masih tergolong tinggi, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya penanggulangan, baik dari segi deteksi dini, pengobatan, maupun edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik demografis dan klinis penderita TBC di Puskesmas Cengkareng, mengidentifikasi distribusi usia, jenis kelamin, dan status bakteriologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif. Data sekunder dikumpulkan dari laporan program TBC Puskesmas Cengkareng tahun 2024, meliputi jumlah kasus, status pengobatan, dan angka kesembuhan. Hasil: Berdasarkan data hasil TBC yang didapatkan, penelitian menunjukkan bahwa penderita TBC tertinggi pada usia 35–44 tahun (19,42%), berjenis berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebagai buruh (20,75%), penentuan metode TBC secara terkonfirmasi bakteriologis (74,43%), lokasi anatomi di paru (99,76%), pemeriksaan tuberkulin / IGRA (8,57%), pemeriksaan foto toraks tidak diketahui lesi (77,68%), pemeriksaan HIV negatif (96,86%), pemeriksaan DM negatif (87,82%), dan terapi DM OHO (80,22%). Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat beberapa karakteristik pasien TBC Kecamatan Cengkareng yang ditemukan lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 35-44 tahun, jenis pekerjaan buruh, segi laboratorium pasien terkonfirmasi secara bakteriologi, lokasi infeksi TBC paru, tes tuberkulin / IGRA tidak dilakukan, pemeriksaan foto toraks umumnya tidak dilakukan, komplikasi HIV negatif, komplikasi diabetes mellitus negatif.