Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of Red Betel Leaf Infusion (Piper crocatum) on Physical and Mechanical Properties of Nanohybrid Composite Resins Wulan Dhari, Maria Rini; Margaretta, Dewi Liliany; Tjandrawinata, Rosalina
Journal of Indonesian Dental Association Vol 7 No 2 (2024): October
Publisher : Indonesian Dental Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32793/jida.v7i2.1147

Abstract

Introduction – Pendahuluan: Nanohybrid resin composite as a dental restoration material has physical properties (water absorption and color stability) and mechanical properties (hardness). Red betel infusion as a mouthwash, contains tannins and color pigment that will lead to discoloration when accumulated within the resin matrix. Water absorption is one of the supporting factors for color change. The weak acids in red betel lead result breakdown of resin matrix bonds and a decrease in hardness Objective – Tujuan: To analyze the effect on hardness and color change of nanohybrid resin composite after immersion in red betel infusion Methods – Metode: Samples of nanohybrid composite resin were shaped cylindrical with a diameter of 10 mm and a height of 2 mm. The samples were formed using a stainless steel mold. The treatment group was immersed in red betel infusion for 30 minutes with rinsing intervals, followed by immersion in artificial saliva for 23 hours and 30 minutes for 12 and 15 days. Samples in control group were immersed in artificial saliva for 24 hours. The water absorption was measured using analytical balance, the color change was measured using the VITA Easyshade V, and hardness using a Vickers Microhardness Tester. Results – Hasil: One Way ANOVA results for the water absorption (p= 0.268), ΔE (overall color change) (p= 0.000), ΔL (p= 0.444), ΔC (p= 0.001), ΔH (p= 0.012), and hardness (p= 0.000). Post Hoc Tukey results, significant differences in ΔE (overall color change), ΔC, and hardness between days 12 and 15 compared to the control, and ΔH on day 15 compared to the control Conclusion – Kesimpulan: The hardness of the nanohybrid resin composite decreases, and overall color change occurs after immersion in red betel leaf for 12 and 15 days
Gambaran Karakteristik Penderita Tuberkulosis di Kecamatan Cengkareng Tahun 2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Andriani, Andriani; Genesis Cokro, Wilbert Alvin; Wulan Dhari, Maria Rini; Febianti, Khairunnisa; Prayitno Putri, Nabila Cetta; Damayanti, Ning Tyas; Maharani, Putri; Angeline, Raynita Rosalinda; Parkesit, Salma Athiya; Lubis, Septina Sabilla; Putri, Syafiera Emelia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4127

Abstract

Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Penyakit ini dapat menyerang banyak bagian tubuh khususnya paru, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Kecamatan Cengkareng. Berdasarkan data dari Puskesmas Cengkareng, angka temuan kasus TBC masih tergolong tinggi, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya penanggulangan, baik dari segi deteksi dini, pengobatan, maupun edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik demografis dan klinis penderita TBC di Puskesmas Cengkareng, mengidentifikasi distribusi usia, jenis kelamin, dan status bakteriologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif. Data sekunder dikumpulkan dari laporan program TBC Puskesmas Cengkareng tahun 2024, meliputi jumlah kasus, status pengobatan, dan angka kesembuhan. Hasil: Berdasarkan data hasil TBC yang didapatkan, penelitian menunjukkan bahwa penderita TBC tertinggi pada usia 35–44 tahun (19,42%), berjenis berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebagai buruh (20,75%), penentuan metode TBC secara terkonfirmasi bakteriologis (74,43%), lokasi anatomi di paru (99,76%), pemeriksaan tuberkulin / IGRA (8,57%), pemeriksaan foto toraks tidak diketahui lesi (77,68%), pemeriksaan HIV negatif (96,86%), pemeriksaan DM negatif (87,82%), dan terapi DM OHO (80,22%). Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat beberapa karakteristik pasien TBC Kecamatan Cengkareng yang ditemukan lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 35-44 tahun, jenis pekerjaan buruh, segi laboratorium pasien terkonfirmasi secara bakteriologi, lokasi infeksi TBC paru, tes tuberkulin / IGRA tidak dilakukan, pemeriksaan foto toraks umumnya tidak dilakukan, komplikasi HIV negatif, komplikasi diabetes mellitus negatif.