Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG EDUKASI KESEHATAN KELUARGA SADAR GIZI DI POSYANDU MELATI 1 DURIAN PAYUNG KECAMATAN TANJUNG KARANG, KOTA BANDAR LAMPUNG Angelina Febriani, Christin; Shabrina, Hanifah; Jaya, Satrya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3379-3384

Abstract

Tentunya setiap keluarga menginginkan seluruh anggotanya sehat. Salah satu solusinya adalah menjadi keluarga sadar akan gizi. Keluarga sadar gizi (Kadarzi) adalah keluarga yang seluruh anggota keluarganya berperilaku seimbang terhadap gizi, mengenal masalah kesehatan dan gizi setiap anggota keluarga serta dapat mengambil tindakan untuk mengatasi masalah gizi anggota keluarga tersebut. Dikatakan bahwa keluarga telah berperilaku gizi yang baik setelah 5 indikator gizi diterapkan. Permasalahan yang diangkat dalam program ini adalah banyak keluarga yang belum mengetahui tentang Kadarzi. Kurangnya pengetahuan ini dapat menyebabkan kekurangan gizi pada keluarga bahkan anak. Ada pula anak yang pola makannya kurang seimbang. Secara keseluruhan, tujuan Kadarzi adalah mencapai kondisi gizi yang optimal bagi seluruh anggota keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan di Posyandu Melati 1 DUPA adalah pretest, presentasi, diskusi, tanya jawab, dan post test. Hasil edukasi menunjukkan bahwa ibu-ibu dan masyarakat mengenal Kadazi. Terdapat perbedaan pre-test dan post-test ditinjau dari pengetahuan dan perilaku ibu-ibu yang mengikuti kegiatan penyuluhan. Jumlah pengetahuan pre-test dan post-test meningkat dari 42,9% menjadi 85,7%. sedangkan perilaku terjadi peningkatan Pretest dan Post test dari 71,4% menjadi 85,7%. Kesimpulan dari kegiatan  edukasi keluarga sadar gizi ini adalah ibu-ibu dan masyarakat wilayah kerja posyandu Melati 1 DUPA mengetahui tentang perilaku keluarga sadar gizi  serta terdapat perbedaan skor penge
EDUKASI KESEHATAN MENTAL UNTUK MENCEGAH DEPRESI DAN STRESS PADA LANSIA DI UPTD PSLU TRESNA WERDHA NATAR Khoirur Rizqi, Afifah; Hayati, Amelia; Kania Fatihah, Azzahra; Astri Aulia, Hanifah; Aprilia Belkis, Happy; Lestari, Juwita; Jaya, Satrya; Viandra Yoanisa, Karunia; Lintang Safitri, Nafisa; Aprilia Susanti, Fitri; Shabrina, Hanifah; Sari, Yunila; Aryawati, Wayan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.812-816

Abstract

Lansia cenderung lebih rentan terhadap peningkatan insiden masalah kesehatan, dengan penurunan kekuatan dan daya tahan sistem kekebalan tubuh, seiring bertambahnya usia. Saat seseorang  semakin tua, mereka menghadapi tantangan psikososial, sehingga penanganan masalah tersebut harus ditangani secara efektif dan memerlukan perawatan yang lebih intensif. Hal ini menyoroti pentingnya panti jompo sebagai fasilitas yang didedikasikan untuk pemeliharaan dan kesejahteraan lansia. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk fokus pada kesehatan mental lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk menjelaskan masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar. Metode yang digunakan pada edukasi tentang kesehatan yang diadakan di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar adalah pre-test, pemaparan materi, diskusi tanya jawab, dan post-test.  Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Hasil pengabdian ini diharapkan agar para lansia memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga Kesehatan mental mereka.  Sebagai kesimpulan, dari hasil yang didapatkan tiga masalah kesehatan mental pada lansia yaitu: depresi, kecemasan, dan demensia. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya masalah kesehatan mental pada lansia seperti: usia, dukungan keluarga, hubungan spiritual, riwayat medis, hipertensi, merokok, dan konsumsi alkohol
The Relationship Between Knowledge, Perceptions, and Subjective Norms With Adolescent Attitudes Related to Gender Equality at the Darul Huffaz Islamic Boarding School in Lampung in 2025 Aryastuti, Nurul; Febriani, Christin; Shabrina, Hanifah; Puspitasari, Yenny
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 9 No. 3 (2025): VOLUME 9 - NUMBER 3 - November 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v9i3.48639

Abstract

This study aimed to examine the relationship between knowledge, perceptions, and subjective norms with adolescents’ attitudes toward gender equality at Darul Huffaz Islamic Boarding School, Pesawaran Regency. A quantitative cross-sectional design was applied with a population of 450 students and a sample of 127 male and female students from grades X–XII. Data were collected through questionnaires measuring knowledge, perception, subjective norms, and attitudes toward gender equality. Spearman’s correlation test was used as the data were not normally distributed. Most students showed positive attitudes toward gender equality, especially female students. However, some male students were less supportive of women’s roles in leadership and careers. Knowledge of gender equality among students remained low due to the absence of direct education from the boarding school. Perceptions were influenced by traditional values, and subjective norms reflected limited environmental support for gender equality. Statistical analysis showed no significant relationship between knowledge and attitudes (p=0.797), while both perception and subjective norms were significantly associated with attitudes (p=0.000). The study concludes that perceptions and subjective norms are significantly related to adolescents’ attitudes toward gender equality, while knowledge is not. Students with positive perceptions and supportive subjective norms are more likely to have favorable attitudes. These findings highlight the importance of education and environmental support in shaping adolescents’ attitudes toward gender issues.