Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI OBJEK WISATA LEMBU PUTIH DESA TARO KABUPATEN GIANYAR Julia Mahadewi, Kadek; Ayu Mas Tri Wulandari, Ni Gusti Agung; Ketut Artami, Ida Ayu; Sawitri Nandari, Ni Putu; Sadnyini, Ida Ayu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2535-2543

Abstract

Kegiatan  pengabdian  masyarakat  saat  ini  dilakukan  oleh  Fakultas  Hukum  dengan  bersinergi  dengan  UKM  I SEE  Universitas  Pendidikan  Nasional  yang berlangsung  pada  Sabtu  25  Mei  2024  di  kawasan   Lembu  Putih,  Desa  Taro, Kecamatan  Tegalalang   Kabupaten  Gianyar.Dalam  Kegiatan  ini  berjudul  Penggunaan Media  Sosial  Dalam  Pemanfaatan  Promosi Objek  Wisata  Lembu  Putih  Desa  Taro  Kabupaten  Gianyar .  Melihat  keberadaan lembu  putih  ini  merupakan  salah  satu  hewan  yang  langka  keberadaanya  hanya  ada  di  Desa  Taro  serta  jika  kita  lihat  dalam  sosial  budaya  yang  tercermin di  Bali  Lembu  merupakan  hewan yang  disucikan  di Bali  yang  dimana  dipergunakan  saat  upacara  dan  penggunaanya  untuk  orang  yang  berkasta.  Hal  ini  tentu  menjadi  daya  tarik  yang  ada  dalam  Desa  Taro  sendiri  dimana  keberadaan  Lembu  Putih  hanya  berada  pada  wilayah  ini  saja. Dalam  kaitanya  dengan  kemajuan  teknologi  perlunya  ada  pemnfaatan  sosial  media  dipergunakan sebagai  saran  promosi  objek  wista  sebagai  sarana  informasi  yang  nantinya  sebagai  sarana edukasi.  Adapun  rumusan  masalah  diperoleh  dalam  laporan  ini ,  pertama  Bagaimana  Peran  Media  sosial  dalam  sosial  branding  objek  wisata  lembu  putih ?  Metode  yang  dipergunakn  dalam  laporan  ini  adalah  dengan  menggunakan  sosialisasi  yang  dilakukan  dalam  pemberian  informasi  yang  diberikan  dalam  menjawab  tantangan  akan  kemajuan  teknologi  dalam  pemnfaatan  objek  wista.  Objek  Lembu  Putih  ini  masih  perlu  dilakukan  peran  serta  pemerintah  dan  masyarakat  agar  dapat  berkelanjutan.
Pidana Alternatif Sebagai Instrumen Perlindungan Anak Yang Berperan Sebagai Manus Ministra Dalam Kejahatan Narkotika Anggraeni Putri, Ni Made Dhea; Juwita Arsawati, Ni Nyoman; Wirya Darma, I Made; Ayu Mas Tri Wulandari, Ni Gusti Agung
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3136

Abstract

Anak-anak yang bekerja sebagai manus ministra (orang yang diperalat atau kurir) dalam tindak pidana narkoba di Indonesia sering menjadi korban eksploitasi jaringan kriminal. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dasar penjatuhan pidana alternatif yang konsisten dan mengkaji perlindungan hukum yang paling efektif bagi mereka, khususnya di bawah kerangka KUHP Nasional yang baru dibuat. Permasalahan utama yang diangkat terletak pada penemuan dasar hukum yang konsisten untuk sanksi alternatif dan mengevaluasi seberapa efektif perlindungan hukum yang mencegah pemenjaraan.  Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (perspektif undang-undang), konseptual, dan komparatif, dan analisis deskriptif kualitatif.  Menurut pembahasan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak bertindak sebagai lex specialis untuk menghilangkan sanksi minimum yang ditetapkan dalam Undang-Undang Narkotika. Menurut Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang mengutamakan variasi dan prinsip keadilan restoratif, pidana penjara dianggap sebagai solusi terakhir dan dibatasi hingga setengah dari ancaman pidana dewasa.  Rehabilitasi medis dan sosial, pelatihan, dan pelatihan kerja adalah sanksi alternatif yang paling relevan.  KUHP Nasional Nomor 1 Tahun 2023 memperkuat paradigma ini dengan mendukung tujuan pemidanaan korektif dan rehabilitatif, menganggap anak manus ministra lebih sebagai korban yang membutuhkan perlindungan daripada pelaku murni yang harus dihukum berat.