Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIALISASI KONSEP PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA NAMO MIRIK Suryanto Pirngadi, Rahmat; Rahman Cemda, Abdul; Harahap, Mailina; Rahmadani Manik, Juita; Trisna Mei Br Kabeakan, Nana; Fadhly Siregar, Aflahun
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1372-1382

Abstract

Desa Namo Mirik salah satu desa yang berada di kecamatan Kuta Limbaru kabupaten Deli Serdang, dimana desa ini memiliki potensi kawasan pertanian, terutama dalam budidaya jagung. Praktek budidaya tanaman jagung di desa Namo Mirik masih jauh dari konsep pertanian berkelanjutan. Tujuan dilakukan sosialisasi yaitu untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam praktek pertanian berkelanjutan seperti perlindungan daerah tangkapan air, peningkatan interaksi sosial antar petani serta antar kelompok tani serta peingkatan keinginan petani dalam mengadopsi teknologi untuk kegiatan usaha tani jagung dalam rangka meningkatkan nilai tambah. Dari hasil sosialisasi didapatkan bahwa, terdapat peningkatan pengetahuan petani sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi dimana sebelum dilakukannya sosialisasi tingkat pengetahuan petani dari tiga topik sosialisasi paling tinggi 26-50% sementara setelah dilakukan sosialisasi tingkat pengetahuan petani meningkat menjadi 76-100%.
PEMANFAATAN TANAMAN BUAH-BUAHAN SEBAGAI PENAHAN TANAH DARI EROSI DI BANTARAN SUNGAI DI DESA PERTUMBUKAN KECAMATAN WAMPU KABUPATEN LANGKAT Rahmadani Manik, Juita; Yusuf, Mukhtar; Harahap, Mailina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3561-3564

Abstract

Permasalahan saat ini yang dihadapi masyarakat bantaran sungai adalah erosi pada daerah sungai. Erosi dapat terjadi dan bergerak secara cepat di pengaruhi dan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor iklim, struktur dan jenis tanah, pengolahan lahan, vegetasi sekitar sungai dan topografi. Menurut Kironoto dalam jurnal I wayan Mustapa(Sutapa, 2010) mengakatakan Faktor iklim merupakan faktor utama dimana curah hujan yang tinggi yang secara sadar atau tidak sadar, langsung atau todak langsung mengikis permukaan tanah sehingga secara perlahan-lahan akan menghasilkan erosi. Dari adanya erosi sungai maka ekosistem sungai dan di bantaran sungai terganggu. Banyak ikan-ikan kecil, ular, dan jenis hewan air tawar lainnya mati. Serta membawa perubahan kepada warna air sungai yang kian keruh dan berwarna coklat kehitaman. Maka dari itu tim pengabdian masyarakat dari universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Khususnya Fakultas Pertanian Prodi Agribisnis memberikan solusi kepada masyarakat mitra di Pertumbukan kecamatan Wampu Kabupaten Langkat untuk memanfaatkan tanaman buah-buahan sebagai penahan tanah dari erosi. Sehingga Lapisan tanah atau jalan tidak menipis, agar jalan di sekitar sungai tidak retak, selanjutnya tidak terjadi lagi banjir karena daya serap air ke tanah semakin membaik, tidak terjadi lagi sedimentasi sungai/pendangkalan sungai, kualitas air tidak lagi  buruk karena semakin banyak vegetasi yang menyokong tanah  atas sungai dengan ditanaminya pohon buah-buahan ini, sehingga laju erosi semakin lambat bahkan tidak akan erosi lagi.
PELATIHAN BUDIDAYA PORANG SEBAGAI BAHAN PANGAN PREMIUM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA SEKOCI KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA Fitria, Fitria; Rahmadani Manik, Juita; Fuadi, Misril; Alqamari, Muhammad; Said Siregar, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3511-3516

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain.) or often referred to as iles-iles belongs to the Araceae family and is one of the biological richness of Indonesian tubers. As a plant that produces carbohydrates, fats, proteins, minerals, vitamins, and dietary fiber, porang plants have long been used as food ingredients and exported as industrial raw materials. However, the plant has not been widely cultivated. Farmers generally only take and use plants that grow wild in the forest, in the fields under bamboo clumps, along riverbanks and mountain slopes. The Community Partnership Program is implemented in Lifeboat Village, District Besitang, Langkat Regency with partners consisting of citrus farmer groups. increase income. The method used to achieve the goals of this service is to conduct counseling or socialization of porang cultivation. The expected target is for partners to be able to cultivate porang as well as understand the benefits of porang plants for alternative food crops and can increase farmers' income so as to reduce food shortages in sustainability. The activity carried out is by distributing porang seeds in the form of frogs.
PEMBERDAYAAN KEWIRAUSAHAAN IBU- IBU AISIYAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN OLAHAN MAKANAN DARI LIMBAH UDANG (KEPALA DAN KULIT UDANG) SEBAGAI IDE USAHA KREATIF Salsabila, Salsabila; Fadhly Siregar, Aflahun; Rahmadani Manik, Juita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3291-3297

Abstract

Udang merupakan sektor perikanan yang banyak diminati oleh masyarakat khususnya di kota Medan. Makanan laut ini kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, tidak semua yang ada pada tubuh udang dikonsumsi oleh manusia. Hampir 30% dari tubuh udang seperti kulit, kepala, dan ekor tidak dikonsumsi dan pada akhirnya menjadi menjadi limbah. Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan kepada ibu-ibu Aisyiyah tentang bagaimana mengolah limbah udang menjadi suatu produk yang bernilai ekonomi. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta dapat menumbuhkan minat berwirausaha dan ibu- ibu Aisyiyah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu Aisyiyah memahami cara mengolah limbah udang serta terampil dalam mengolah limbah udang tersebut menjadi produk bernilai tambah. Produk yang dihasilkan adalah pempek yang merupakan salah satu makanan khas daerah yang diolah dari bahan baku limbah kulit dan kepala udang. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta ibu-ibu Aisiyah Cabang Medan Perjuangan. Peserta antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan.