Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Toxicity Analysis: A Collection of Case Studies and Drug Management Strategies Samsul, Erwin; Khotimah, Ika; Harludi, Theodora Jane; Purba, Gmelina Adelia Putri; Wahyuda, Aji Arda Nur; Sudarma, Mahatma Setya; Rajo, Nur Wulan Mas; Rahma, Saina Cintami Abdila; Ardhito, Willy
Journal of Pharmaceuticals and Natural Sciences Vol. 2 No. 1 (2025): J. Pharm. Nat. Sci.
Publisher : B-CRETA Publisher (CV. Borneo Citra Kreatama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jpns.v2i1.0114

Abstract

Narcotics, Psychotropics, and Addictive Substances (NAPZA), are any compound or drug that can alter the central nervous system and behavioural patterns, that can also cause an addiction. Narcotics and psychotropics in itself can be categorized into 3 categories of narcotics, and 4 categories of psychotropics, based on their use as a medication and the possibility of an addiction. Since NAPZA can alter the central nervous system, the possibility of their toxicity needs more attention. This study is done to review the handling and the mechanism of toxicity of NAPZA. We used the narrative review method to gather information from various sources, including 3 websites, 1 book, 7 national articles, and 22 international articles that were published in the time span of 2014 to 2024. From the 11 cases of NAPZA toxicity, 4 were caused by narcotics, 4 by psychotropics, and 3 by addictive substances, with most cases were of drug misuse by the productive population. The main handling of narcotics toxicity were to secure the breathing function, oxygen supplementation, and the use of Naloxone as an antidote. While psychotropics and addictive substances poisoning were handled with the use of benzodiazepines, hemodialysis, or to increase the rate of drug elimination in the plasma.
Preventive Education Model for Stunting and Anemia in Adolescents: Implementation of the BARIS (Babulu Atasi Risiko Stunting) Program in Babulu District, North Penajam Paser Regency Hamdani, Dadan; Munir, Rahmawati; Abdurrahman, Adam; Wahyuda, Aji Arda Nur; Mutmainna, Mutmainna
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.772

Abstract

Stunting dan anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat paling umum yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Prevalensi stunting di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat sebesar 14,64% pada balita, serta kasus anemia yang kerap terjadi pada remaja putri tingkat SMP dan SMA. Sebagai bentuk aksi nyata dalam upaya menghadapi masalah tersebut, dilaksanakan program BARIS (Babulu Atasi Risiko Stunting) yang merupakan salah satu kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui intervensi berbasis penyuluhan di enam sekolah menengah dengan fokus meningkatkan pengetahuan siswa terhadap stunting dan anemia. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk melihat bagaimana peningkatan pengetahuan siswa mengenai stunting dan anemia. Partisipan yang ikut serta dalam program ini berjumlah 489 siswa. Terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan berdasarkan hasil evaluasi, yaitu dari 73,88 pada tahap pre-test menjadi 80,03 pada tahap post-test, dengan selisih nilai 6,15. Nilai terendah dari total keseluruhan sekolah meningkat dari 22,22 menjadi 33,33, sedangkan nilai tertinggi mencapai 100 pada beberapa sekolah. Berdasarkan analisis N-Gain score, menunjukkan peningkatan berada pada kategori rendah hingga sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan siswa, meskipun peningkatan belum optimal dan masih memerlukan pengembangan dan beberapa evaluasi lebih lanjut. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat dilaksanakan di wilayah lain dalam rangka mendukung upaya preventif dalam menangani kasus stunting dan anemia sejak dini.