Jayanthi, Ni Made Kurnia Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sindrom Chorea Hiperglikemia Ganglia Basalis: Laporan Kasus Puspita, Amelia; Sumada, I Ketut; Wiratni, Ni Ketut Candra; Yuliani, Desie; Jayanthi, Ni Made Kurnia Dwi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 7 (2024): Kedokteran Umum
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i7.963

Abstract

Background: Chorea hyperglycemia basal ganglia (C-H-BG) syndrome is an uncommon manifestation of diabetes mellitus seen in patients with poor glycemic control. Case: A 74-year-old poorly controlled diabetic women with acute onset of movement disorder in the form of uncontrolled choreiform movements of her left upper and lower extremity. Her initial glucose level was 289 mg/dL and HbA1C was 9.5%. Discussion: Most C-H-BG patients are older Asian female. Female predisposition is probably related to the estrogen decline during menopause, resulting in gamma-aminobutyric acid (GABA) depletion or dopamine receptors hypersensitivity and enhancement of dopaminergic system. Its pathophysiology has not been entirely defined. Conclusion: C-H-BG is a rare manifestation of poorly controlled diabetes. Early recognition and treatment of elevated blood glucose levels appear to lead to total resolution.
Kista Arachnoid Besar dengan Gangguan Kognitif tanpa Defisit Fokal: Laporan Kasus Rahima, Shahifa Audy; Sumada, I Ketut; Yuliani, Desie; Jayanthi, Ni Made Kurnia Dwi; Gondowardaja, Yoanes
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1110

Abstract

Pendahuluan: Kista arachnoid merupakan lesi kistik non-neoplastik berisi cairan menyerupai cairan serebrospinal yang terletak di antara lapisan membran arachnoid. Sebagian besar bersifat jinak dan sering ditemukan secara insidental. Pada sebagian kecil kasus, kista dapat berkembang menjadi sangat besar dan menimbulkan efek massa pada jaringan otak di sekitarnya. Presentasi Kasus: Seorang perempuan muda mengeluh nyeri kepala hebat yang awalnya dirasakan sejak sekitar 4 bulan sebelumnya, dengan pola hilang-timbul dan semakin memberat. Nyeri kepala disertai mual dan muntah 1 kali. Pasien juga mengalami kesulitan berkonsentrasi dan penurunan daya ingat sejak 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan defisit fokal. Pemeriksaan kognitif menggunakan MoCA-INA menunjukkan skor 19/30 yang mengarah pada gangguan kognitif. CT scan kepala tanpa kontras menunjukkan lesi hipodens yang menyerupai cairan serebrospinal di regio fronto-parieto-temporal kiri dengan efek massa, sesuai dengan kista arachnoid intrakranial besar. Pasien menjalani tindakan cystoperitoneal shunt dan pada evaluasi pascaoperasi keluhan nyeri kepala telah menghilang. Simpulan: Kista arachnoid besar merupakan kondisi yang jarang dan dapat memberikan manifestasi minimal tanpa defisit neurologis fokal, namun disertai gangguan fungsi kognitif.