Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Doktrin Keselamatan (Soteriologi) Rossa Stevana; Tina Tina; Selvina Selvina; Sarmauli Sarmauli
Jurnal Magistra Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Magistra
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/magistra.v2i4.165

Abstract

Salvation theology, or soteriology, is one of the fundamental doctrines in religious life. Every religion has a concept of salvation that answers questions about meaning, how to achieve it, as well as who saves and how someone can be saved. In the context of Christian theology, which is Trinitarian, soteriology is considered a development of creation theology. This doctrine emphasizes that salvation is a gift revealed by God as Savior from the beginning of creation. As part of theological studies, soteriology seeks to systematically explain the meaning of the human condition of being happy and good in unity with God after being free from any threat. Various concepts in the church tradition, such as grace, faith, justification, the church, the sacraments, and the saving work of Christ, play an important role in the understanding of salvation. With a broad scope, soteriology covers all aspects of human relationship with God.
IMPLEMENTASI MODUL AJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SABARU DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN KELAS I Martha Tesalonika; Rossa Stevana; Prisna Pritalora; Matius Timan Herdi Ginting
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/vxn18y46

Abstract

Kegiatan implementasi modul ajar ini menganalisis penerapan modul ajar “Tuhan Menciptakan Aku dan Dunia” dalam pembelajaran PAK di kelas I SD Negeri 1 Sabaru dengan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pelaksanaan pembelajaran yang sebenarnya di dalam kelas. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas yang baik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Modul ajar tersebut terbukti membantu guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran secara lebih terstruktur dan terarah. Selain itu, penggunaan modul ini berkontribusi positif terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, yang tidak hanya mencakup peningkatan aspek pengetahuan, tetapi juga pengembangan sikap dan keterampilan siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa modul ajar yang dirancang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik dapat menjadi instrumen pembelajaran yang efektif dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah dasar. Siswa terlibat aktif, mampu menyebutkan ciptaan Tuhan, dan mengekspresikan pemahaman melalui kegiatan menggambar. Penilaian menunjukkan sebagian besar siswa berada pada kategori baik dan sangat baik. Meski terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan kesulitan mengingat urutan hari penciptaan, modul ini tetap efektif dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna serta mendukung tujuan Kurikulum Merdeka dan nilai Profil Pelajar Pancasila.
Penerapan dan Karakteristik Model Pembelajaran Berbasis Masalah Serta Pengaruhnya terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Berpikir Kritis Siswa Rossa Stevana; Selarista Selarista; Indra Indra
Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik Vol. 2 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nubuat.v2i4.1601

Abstract

The Problem-Based Learning (PBL) model is a teaching strategy that focuses on students being the main participants in their education by engaging in the resolution of actual problems. This article looks into how PBL is applied in the classroom, its effects on enhancing students' critical thinking abilities, and the primary attributes of this model that aid in developing problem-solving skills. PBL consists of five key phases: identifying a challenge, organizing research efforts, performing both individual and group inquiries, gathering and sharing findings, and reflecting on the process. These phases create a learning experience that promotes teamwork, self-directed research, and thorough analysis of information. Findings from this research reveal that PBL significantly enhances students' critical thinking skills, particularly in areas like analysis, assessment of evidence, solution formulation, and articulating arguments logically. Furthermore, features of PBL, which include prioritizing students, addressing real-world issues, fostering self-directed learning, encouraging group collaboration, and positioning the teacher as a guide, play a crucial role in enhancing problem-solving capabilities. By tackling issues that relate to their daily lives, PBL motivates students to independently build knowledge, foster innovation, and reinforce their autonomy in the learning journey.