Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Relationship of Characteristics of Hypertensive Patients to the Level of Adherence to Taking Hypertension Medication at the Pal Tiga Health Center, Pontianak Zakiah, Mistika; Saputra, Restu; Redha, Muhammad; Deni, Muhammad; Ansharullah, Ansharullah
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 07 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i07.1179

Abstract

Background: One of the non-communicable diseases that is a serious health problem today is hypertension. It is often referred to as the silent killer because sufferers usually do not know they have hypertension before checking their blood pressure. Objective: To determine the relationship between patient characteristics (education, level of knowledge, and BPJS safety) and the level of adherence to hypertension medication at the Pal Tiga Pontianak Health Center. Method: This research uses a cross-sectional method. The sample in this study was 89 hypertension patients at the Pal Tiga Pontianak Health Center. The research instrument used in this study was in the form of a questionnaire filled out by the respondents. The questionnaires used were the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) and the Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS). The correlation test used is a Spearman test. Result: the relationship between education, knowledge level, and BPJS participation on the level of adherence to hypertension medication of respondents, respectively p-value was obtained of 0.879; 0.189; and 0.802.  Conclusion: There is no relationship between education, knowledge level, and BPJS participation in compliance with taking hypertension medication at the Pal Tiga Pontianak Health Center. this is done by interviewing patients with an MMSA compliance questionnaire abstract that does not need to be divided into.
Analisis Strategi Digital Marketing Untuk Meningkatkan Jumlah Kunjungan Pasien Primaya Hospital Melalui SWOT Saputra, Restu; Darono, Hanafi Eko
Akasia: Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi Vol 5 No 2 (2025): Vol 5 No. 2 (2025) - Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) - Oktober
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/akasia.v5i2.10106

Abstract

Digital Marketing merupakan usaha untuk melakukan pemasaran suatu layanan menggunakan media sosial dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Rumah sakit perlu memastikan bahwa ia melakukan segala yang dapat dilakukannya untuk mengimplementasikan strategi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh rumah sakit untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) serta pendekatan marketing Mix (produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik). Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukan bahwa implementasi digital marketing yang dilakukan oleh RS Primaya Depok, dalam memasarkan layanannya menggunakan media sosial dan juga dengan datang langsung ke praktek bidan swasta untuk melakukan kerjasama. Namun, Berdasarkan temuan penelitian, RS Primaya Depok belum sepenuhnya memanfaatkan potensi media sosial yang mereka miliki secara optimal, baik dari segi konten, frekuensi posting, maupun interaksi dengan pengguna. Oleh karen itu, perlu adanya evaluasi dan peningkatan strategi digital marketing agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH TULANG IKAN MELALUI PENGOLAHAN TULANG IKAN MENJADI PRODUK BERNILAI TINGGI Kalista, Ayu; Jauhari, Hadi; Mulyadi, Mulyadi; Saputra, Restu; Fernanda, Muhammad Tegar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34576

Abstract

Abstrak: Limbah tulang ikan dari industri pengolahan masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh UMKM, termasuk UMKM CEK AaT di Seberang Ulu I, Palembang, yang membuang sekitar 5-10 kg per hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah tersebut menjadi tepung bernilai ekonomis melalui penerapan teknologi sederhana berupa mesin penggiling dan pengering, sekaligus meningkatkan keterampilan mitra. Program dilaksanakan dalam tiga tahap: pra-kegiatan, pelaksanaan (sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktik), serta evaluasi. Sebanyak 10 orang anggota UMKM dilibatkan aktif dalam kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan. Hasil menunjukkan kemampuan mitra dalam mengolah tulang ikan meningkat signifikan, dari 30% sebelum kegiatan menjadi 80% setelahnya. Selain itu, sebagian besar peserta telah mampu melakukan proses produksi secara mandiri sesuai standar, sehingga peluang peningkatan nilai tambah ekonomi produk olahan limbah ikan semakin terbuka.Abstract: Fish bone waste from the processing industry is still not optimally utilized by MSMEs, including the CEK AaT MSME in Seberang Ulu I, Palembang, which discards around 5-10 kg per day. This community service activity aims to optimize the utilization of this waste into economically valuable flour through the application of simple technology in the form of a grinding and drying machine, while simultaneously improving the skills of partners. The program was implemented in three stages: pre-activity, implementation (socialization, counseling, workshops, and practice), and evaluation. A total of 10 MSME members were actively involved in the activity. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure skill improvements. The results showed that the partners' ability to process fish bones increased significantly, from 30% before the activity to 80% after. In addition, most participants were able to carry out the production process independently according to standards, thus opening up opportunities to increase the economic added value of processed fish waste products.