Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RS JIWADAERAH PROVINSI JAMBI Yunartha, Matda
SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 3 (2015): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tugas pokok perawat yang dapat menjadi faktor penentu untuk menilai kinerja perawat adalah pendokumentasian keperawatan. Dokumentasi merupakan salah satu fungsi dari pertanggung jawaban perawat dimata hukum, karena dengan pendokumentasian keperawatan dapat menghindarkan / melindungi perawat dari kegiatan malpraktik, disamping ini pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan yang akurat dapat menginformasikan kepada profesi kesehatan lain tentang perawatan yang sedang berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi Pelaksanakan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan.Metode :Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan 5 orang perawat pelaksana dengan tehnik purposif sampling . Pengambilan data menggunakan tehnik wawancara mendalam.Hasil : Hasil penelitian pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan menghasilkan 4 tema yaitu: 1) Alasan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dimaknai adalah untuk memudahkan, menilai kemajuan klien secara akurat dan sesuai standardan sebagai bukti dimata hukum. 2) Hambatan dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dimaknai adalah karena motivasi, persepsi yang belum sama, pasien tidak kooperatif. 3) Dukungan yang diperlukan dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dimaknai adalah dukungan dari RS itu sendiri dan adanya standar pelayanan dalam pemberian reward / penghargaan. 4) Harapan dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan dimaknai adalah dengan mengadakan pelatihan, pendidikan khusus,mengerti dan peduli kebutuhan pasien. Simpulan: disarankanagar perawat meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan pelatihan ataupun pendidikan khusus dalam hal pendokumentasian
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Ulkus Diabetik pada Penderita Diabetes Militus di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 2020 Yunartha, Matda
SCIENTIA JOURNAL Vol 9 No 2 (2020): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), diabetes merupakan penyebab kematian ke enamdunia. Menurut International Diabetes Federation (IDF) Pada tahun 2015 penderita diabetes pada orangdewasa sebanyak 415 juta. Diabetes Melitus menyebabkan komplikasi salah satunya ulkus diabetik.Prevalensi penderita luka diabetik di Indonesia sekitar 15% angka amputasi 30%, angka mortalitas 32%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilakupencegahan ulkus diabetik pada penderita Diabetes Militus di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar KotaJambi Tahun 2020.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes militus di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar KotaJambi pada bulan Januari – Juli 2020 yang berjumlah 497 orang. Sampel diambil menggunakan teknikaccidental sampling sebanyak 30 penderita. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengisian kuesioner,analisa data dalam penelitian ini secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebagian besar responden pengetahuantinggi sebanyak 16 responden (53,3%), dukungan keluarga yang baik sebanyak 18 responden (60%) danperilaku pencegahan ulkus diabetik yang baik sebanyak 18 responden (60%). Ada hubungan pengetahuan(p-0,004) dan dukungan keluarga (p-0,020) dengan perilaku pencegahan ulkus diabetik pada penderitaDiabetes Militus karena p value < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan dukungan keluarga mempengaruhipencegahan ulkus diabetik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan gambaran agar meningkatkanpromosi kesehatan dengan melakukan penyuluhan untuk menghindari terjadinya pencegahan ulkusdiabetik
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERBILLIRUBINEMIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2020 yunartha, Matda
SCIENTIA JOURNAL Vol 10 No 1 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperbillirubin pada bayi baru lahir terjadi pada 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan. Data yang diperoleh dari RSUD Raden Mattaher Jambi pada tahun 2020 sebanyak 22 kasus, tahun 2019 sebanyak 15 kasus dan tahun 2018 sebanyak 18 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperbillirubinemia di RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan case control. Penelitian ini dilakukan di RSUD Raden Mattaher Jambi pada bulan September-October 2020. Populasi penelitian terbagi menjadi dua yaitu populasi kasus adalah bayi baru lahir dengan kejadian hiperbillirubinemia tahun 2020 sebanyak 44 bayi dan populasi kontrol adalah bayi baru lahir normal pada tahun 2020 sebanyak 973 bayi. Sampel dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu sampel kasus sebanyak 44 bayi yang diambil dengan teknik total sampling dan sampel kontrol sebanyak 44 bayi yang diambil dengan rasio 1:1 dengan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh menggunakan lembar ceklis. Analisa data dalam penelitian ini secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus, sebagian besar responden memiliki KGD normal sebanyak 26 responden (59,1%), menggunakan infus oksitosin sebanyak 49 responden (68,2%) dan BBLR sebanyak 30 responden (68,2%). Sedangkan pada kelompok kontrol, sebagian besar responden memiliki KGD normal sebanyak 23 responden (52,3%), tidak menggunakan infus oksitosin sebanyak 25 responden (56,8%) dan tidak BBLR sebanyak 28 responden (63,6%). Ada hubungan antara hipoglikemia (p=0,032) dan BBLR (p=0,006) dengan dengan kejadian hiperbillirubinemia pada bayi baru lahir dengan p value < 0,05. Tidak ada hubungan antara hipoglikemia dengan kejadian hiperbillirubinemia pada bayi baru lahir dengan p value 0,668 > 0,05. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada tenaga medis dan ibu bersalin yang meliputi keadaan ibu dan menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan kadar gula, serta meminimalkan penggunaan oksitosin pada saat bersalin serta menyarankan untuk mencukupi asupan gizi selama hamil..
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELLITUS Matda Yunartha
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO (2016) menyatakan bahwa sekitar 1 juta orang di wilayah regional Asia Tenggara meninggal karena konsekuensi dari kadar gula darah tinggi. WHO (2016) sekitar 1 juta orang di wilayah regional Asia Tenggara meninggal karena konsekuensi dari kadar gula darah tinggi. Semakin lama pasien mengalami DM dengan peningkatan kadar glukosa darah, maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya komplikasi yang salah satunya adalah gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM dengan kualitas tidur penderita diabetes melitus di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi Tahun 2021.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus di Puskesmas Simpang IV Sipin pada bulan Mei tahun 2021 sebanyak 138 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Simpang IV Sipin Jambi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25-26 Oktober 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden baru menderita diabetes melitus sebanyak 18 responden (56,2%) dan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 23 responden (71,9%). Hasil uji chi square menunjukkan bahwa hubungan lama menderita DM dengan kualitas tidur penderita diabetes melitus dengan p value 0,024 < 0,05. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam menetapkan kebijakan – kebijakan manajemen kesehatan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan khususnya pada penderita diabetes melitus untuk mengatasi kualitas tidur buruk yang dialami sejak menderita DM dengan memberikan terapi baik farmakologi dan non farmakologi.
HUBUNGAN SIKAP DAN MOTIVASI MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASANG PUDAK Matda Yunartha
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.125 KB)

Abstract

ABSTRAK COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus baru yaitu Coronavirus (COVID-19) Penularan COVID-19 dapat dicegah dengan melakukan 3M+vaksin yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan vaksin.hal ini dipengaruhi oleh sikap dan motivasi masyarakat terhadap perilaku pencegahan COVID-19 di wilayah kerja puskesmas kasang pudak kabupaten muaro jambi dimana jumlah masyarakat yang terpapar sebanyak 20 orang .Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi dengan perilaku pencegahan Masyarakat di wilayah kerja puskesmas kasang pudak mengenai wabah virus corona. Metode Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kasang pudak. Subjek penelitian dipilih dengan metode accidental sampling, pengumpulan data dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner, metode analisis data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian adanya hubungan sikap terhadap perilaku pencegahan COVID-19 di wilayah kerja puskesmas kasang pudak kabupaten muaro jambi dengan p-value 0,00 < dari nilai p-value 0,05. Adanya hubungan motivasi terhadap perilaku pencegahan COVID-19 di wilayah kerja puskesmas kasang pudak dengan p-value 0,25 < dari nilai p-value 0,05.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Baik dan Gizi Kurang Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi Tahun 2014 Matda Yunartha
SCIENTIA JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2015): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita merupakan salah satu kelompok usia rawan terhadap masalah gizi, khususnya gizi kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi antara lain pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi, dan penyakit infeksi. Faktor – faktor tersebut berisiko untuk menyebabkan balita mengalami gizi kurang. Hasil laporan pencapaian indikator kinerja pembinaan gizi Kota Jambi di 20 Puskesmas Kota Jambi, diperoleh Puskesmas Payo Selincah paling banyak memiliki balita status gizi kurang sebanyak 62 balita (4,8%) pada tahun 2012 dan 49 balita (3,6%) pada tahun 2013. Tujuan penelitian untuk diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi baik dan gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi Tahun 2014. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan mengambil sampel 40 balita secara random sampling. Data diperoleh pada tanggal 23-27 September 2014 dikumpulkan dengan kuesioner dan kemudian di analisis secara univariat dan bivariat.Berdasarkan hasil analisis diperoleh ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian status gizi pada balita dengan p value = 0,025, ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian status gizi pada balita dengan p value = 0,050, ada hubungan antara riwayat penyakit balita dengan kejadian status gizi pada balita dengan p value = 0,023 dan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian status gizi pada balita dengan p value = 0,005.Melihat faktor-faktor yang menghambat kerjasama lintas sektor antara puskesmas dengan pihak kelurahan sehingga bisa menemukan solusi untuk menambah pendapatan keluarga, menggerakkan kader posyandu agar dapat memantau status gizi balita dan apabila status gizi balita menurun, dapat segera ditangani dan pemanfaatan pekarangan rumah untuk memproduksi bahan makanan juga dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan keluarga.
Hubungan Pengalaman Kerja dan Kelelahan dengan Kecelakaan Kerja di Bagian Operasional PT. Energi Mega Persada (EMP) Gelam Muaro Jambi Tahun 2016 Matda Yunartha; Nita
SCIENTIA JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2016): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.09 KB)

Abstract

PT. Energi Mega Persada (EMP) Gelam adalah perusahaan yang mengolah dan memproduksikanminyak dan gas yang ada di lapangan Sungai Gelam. Kecelakaan kerja adalah kejadian yang yangjelas tidak dikehendaki dan sering kali tidak terduga semula yang dapat menimbulkan kerugian.Menurut data yang diperoleh masih ditemukan kecelakaan kerja ringan sehingga penelitian inidilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang lebih berat. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui Hubungan Pengalaman Kerja dan Kelelahan dengan Kecelakaan Kerja di BagianOperasional PT. Energi Mega Persada (EMP) Gelam Muaro Jambi Tahun 2016.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian inimenggunakan data primer berupa kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-22 Agustus2016 di PT. Energi Mega Persada (EMP) Gelam di bagian operasional. Sampel sebanyak 33 orangdan untuk melihat hubungan antar variabel dilakukan uji statistik dengan chi-square.Hasil uji statistik diperoleh bahwa pekerja dengan pengalaman kerja baru < 1 tahun pernahmengalami kecelakaan kerja (91,7%) dengan nilai p-Value 0,007, Pekerja yang mengalami kelelahanpernah mengalami Kecelakaan Kerja (77,3%) dengan nilai p-Value 0,008 dengan kecelakaan kerjakarena p-Value < 0,05.Perusahaan hendaknya lebih menyesuaikan waktu istirahat pekerja dengan beban kerja yang beratseperti memberikan tambahan waktu isirahat yang tepat. Mewajibkan mengikuti training ataupelatihan sesuai pekerjaan atau pelatihan k3 agar pekerja lebih menguasai pekerjaan.
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Bidan dengan Penyimpanan Vaksin di Bidan Praktik Swasta di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 2016 Marinawati; Matda Yunartha; Rahma
SCIENTIA JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2017): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.3 KB)

Abstract

Sebagian besar kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berhubungan dengankesalahan teknik pelaksanaan vaksinasi, misalnya kelebihan dosis, kesalahan memilihdaerah bagian penyuntikan, sterilitas dan penyimpanan vaksin. Semakin membaiknyapengelolaan vaksin, pengetahuan dan keterampilan petugas pemberi vaksinasi, makakesalahan tersebut diminimalisir.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi bidandengan penyimpanan vaksin di Bidan Praktik Swasta Wilayah Kerja Puskesmas KenaliBesar di Kota Jambi Tahun 2016. Populasi seluruh bidan pada Bidan PraktIk Swasta diWilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar di Kota Jambi yang berjumlah 27 orang. Teknik totalsampling. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar di Kota Jambipada tanggal 19-22 Agustus 2016. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik.Pengumpulan data menggunakan pengisian kuesioner Data dianalisis secara univariat danbivariatHasil penelitian secara univariat diperoleh bahwa sebagian besar (70,4%) respondenmemiliki pengetahuan baik, (63,0%) responden memiliki motivasi positif dan (81,5%)responden melakukan penyimpanan baik. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-squaremenunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan bidan dengan p-value= 0,000dan motivasi dengan p-value= 0,001 terhadap penyimpanan vaksin.Diharapkan meningkatkan kualitas petugas kesehatan di Puskesmas dengan mengadakanpendidikan dan pelatihan tentang pengelolaan vaksin dan meningkatkan kesadaran petugaskesehatan untuk melakukan penyimpanan vaksin sesuai dengan tahapan-tahapan padaSOP pengelolaan vaksin yang benar.
Pengaruh Metode Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan tentang Hiv/Aids pada Remaja di SMK N 3 Wilayah Kerja Puskesmas Rawasari Kota Jambi Tahun 2016 Matda Yunartha
SCIENTIA JOURNAL Vol. 6 No. 2 (2017): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.839 KB)

Abstract

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) adalah kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi HIV ( Human Immunodeficiency Virus ). AIDS suatu penyakit yang sangat berbahaya karena mempunyai Case Fatality Rate 100% dalam lima tahun, artinya dalam waktu lima tahun setelah diagnosis AIDS ditegakkan, semua penderita akan meninggal (Adisasmito,2012:317). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ada atau tidaknya pengaruh metode pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja di SMK N 3 Wilayah Kerja Puskesmas Rawasari Kota Jambi Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan quasi-eksperiment dengan jumlah populasi sebanyak 1191 siswa. Sampel sebanyak 92 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 10 responden (10,9%) memiliki pengetahuan yang kurang, 30 responden (32,6%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 52 responden (56,5%) memiliki pengetahuan yang baik. Sedangkan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 1 responden (1,1%) memiliki pengetahuan yang kurang, 15 responden (16,3%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 76 responden (82,6%) memiliki pengetahuan yang baik. Diharapkan kepada Dinas Pendidikan memberikan pendidikan kesehatan berupa ceramah dan diskusi tentang HIV/AIDS pada remaja agar dapat mengetahui tentang HIV/AIDS pada remaja.
Hubungan Kendali Mutu dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSD Kh. Daud Arif Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2017 Matda Yunartha
SCIENTIA JOURNAL Vol. 7 No. 1 (2018): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.893 KB)

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan totalitas dari bentuk karakteristik barang dan jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, baik yang nampak jelas maupun yang tersembunyi. Pemberian pelayanan yang berkualitas pada pelanggan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan apabila perusahaan ingin mencapai keberhasilan. Pelayanan kesehatan sendiri pada dasarnya merupakan suatu bentuk pengabdian kepada kepentingan masyarakat banyak dan tidak dapat diartikan sebagai unsur untuk mencari keuntungan pribadi atau golongan. Oleh karena itu, mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit harus berkualitas untuk mewujudkan suksesnya program JKN (Jaminan kesehatan Nasional).Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kendali mutu dengan kualitas pelayanan kesehatan pasien rawat inap BPJS Kesehatan di RSD KH. Daud Arif Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2017.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifmenggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat ruang Rawat Inap berjumlah 87 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampel yaitu sebanyak 87 sampel. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner.Hasil penelitian ini diketahui kualitas pelayanan kurang baik dari 87 responden sebanyak 38 responden (43,7%) dan baik sebanyak 49 responden (56,3%). Untuk sosialisasi kewenangan tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik profesi terdapat 31 responden (35,6%) kurang baik, 39 responden (44,8) memiliki UR (utilization review) kurang baik. Hanya 33 responden (37,9) memiliki audit medis kurang baik,dan sebanyak 43 responden (49,4%) memiliki kualitas pelayanan kurang baik dalam pembinaan etika dan disiplin profesi tenaga kesehatan. Ada hubungan yang bermakna antara kendali mutu dengan kualitas pelayanan kesehatan pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan. Untuk itu, pelayanan kesehatan bermutu jika pelayanan dilakukan dengan cepat tanggap, adanya keramahan dari tenaga medis, melakukan reaudit perbaikan dan memiliki kemampuan praktek yang etis.