Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN TANGERANG 2 KOTA TANGERANG Citra Septiliana; Moh Zamroni; Arry Patriasurya Azhar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.17878

Abstract

This study aims to determine the relationship between critical thinking skills and understanding of mathematical concepts. This study uses a quantitative approach using a survey method used through SPSS statistics. The population in this study is grade IV students of SDN Tangerang 2 Tangerang City with a population of 58 students and a sample of 48 students. The sampling technique uses Simple Random Sampling. The research instruments carried out are questionnaires and test questions in the form of essays. The data collection instrument for critical thinking ability (variable X) uses a Likert Scale questionnaire with answer choices 1-5 and the understanding of mathematical concepts (variable Y) uses essays. The results of this study showed a significant relationship between critical thinking skills and understanding of mathematical concepts of grade IV students of SDN Tangerang 2 Tangerang City, with a pearson correlation value of 0.585 with a significant value of 0.001. Which means that if students' critical thinking skills are high, students' understanding of mathematical concepts will be better, and vice versa. This can be proven by the value of the determination coefficient, which is 34.2% and the remaining 65.8% is influenced by other factors.
AL-DAKHIL FI AL-TAFSIR DARI KELOMPOK ORIENTALIS Moh Zamroni; Muhsinin; Muhammad Hilmi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/5nbbxy53

Abstract

Kajian mengenai al-Dakhil fī al-Tafsīr merupakan isu penting dalam studi tafsir kontemporer. Istilah al-dakhil merujuk pada unsur-unsur asing yang masuk ke dalam penafsiran al-Qur’an, baik berupa riwayat yang tidak sahih, pendapat yang menyimpang dari metodologi tafsir, maupun pendekatan ideologis yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ulūm al-Qur’ān. Dalam konteks modern, salah satu sumber utama al-Dakhil adalah kajian orientalis, yaitu studi tentang Islam dan al-Qur’an yang dilakukan oleh sarjana Barat dengan latar belakang budaya, agama, dan metodologi yang berbeda dari tradisi Islam. Orientalis sejak abad ke-19 menggunakan pendekatan kritik historis, filologi, dan perbandingan agama yang seringkali menghasilkan kesimpulan bahwa al-Qur’an merupakan produk sejarah yang dipengaruhi tradisi Yahudi dan Kristen. Pandangan ini bertentangan dengan epistemologi Islam yang menegaskan al-Qur’an sebagai wahyu transenden. Dampak dari pendekatan ini bersifat ambivalen: di satu sisi memberikan kontribusi metodologis dalam penelusuran manuskrip dan sejarah Arab pra-Islam, namun di sisi lain menimbulkan keraguan terhadap otoritas al-Qur’an dan memperkuat stereotip negatif tentang Islam. Para ulama Muslim modern merespons dengan kritik metodologis, menegaskan kembali prinsip tafsir berbasis al-Qur’an, sunnah, kaidah kebahasaan Arab, dan sanad riwayat yang ketat. Dengan demikian, kajian terhadap al-dakhil dari orientalis menuntut sikap kritis, selektif, dan ilmiah agar tafsir tetap terjaga dari infiltrasi metodologis yang tidak sesuai dengan kerangka epistemologi Islam.