Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CHILDFREE DALAM PERJANJIAN PRANIKAH PERSPEKTIF HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA Husna, Sofiatul; Khurul Anam; Indah Listyorini
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 6 No. 1 (2023): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/almaqashidi.v6i1.2816

Abstract

Perkawinan sebagai salah satu bentuk ibadah yang bertujuan untuk memenuhi perintah Allah dan Rasulullah dalam rangka mendirikan keluarga yang harmonis dan bahagia serta memilki keturunan. Dalam perkawinan sudah tidak asing lagi dengan istilah perjanjian perkawinan. Dewasa ini marak terjadi perjanjian perkawinan yang isinya bertolak belakang dengan tujuan menikah dalam islam yaitu untuk memiliki keturunan. Keputusan pasangan yang sepakat memilih childfree semakin banyak dijumpai, fenomena akan keputusan childfree ini cukup menarik untuk dibahas, karena menyimpang dari tujuan pernikahan. Permasalahan yang dikaji yaitu; Apa saja faktor-faktor yang melatar belakangi sebuah keluarga memilih untuk childfree dan pandangan hukum perkawinan di Indonesia terhadap perjanjian pranikah yang mencantumkan klausul childfree di dalamnya?. Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatar belakangi sebuah keluarga memilih untuk childfree. Dan bagaimana pandangan hukum perkawinan di Indonesia terhadap perjanjian pranikah yang mencantumkan klausul childfree di dalamnya. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan. menggunakan metode dokumentasi sebagai sarana pengumpulan data. Childfree dalam perjanjian pranikah perspektif hukum perkawinan di Indonesia, itu diperbolehkan. selama hal tersebut sudah dipertimbangkan dengan matang, serta perjanjian tersebut diterima dan disepakati oleh kedua belah pihak tanpa paksaan.
Abdullah Nasih Ulwan’s Philosophy of Islamic Education: A Critical Study of Its Relevance to Modern Educational Challenges Husna, Sofiatul; Arif, Mahmud
Adabuna : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2025): December
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Darullughah Wadda'wah Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/adabuna.v5i1.2908

Abstract

The contemporary landscape of education faces critical challenges marked by moral degradation, shifting social values, and the extensive influence of digital culture. These conditions demand a philosophical framework of Islamic education that is capable of responding holistically to the intellectual, spiritual, moral, and social needs of learners. This study critically examines Abdullah Nasih Ulwan’s philosophy of Islamic education and analyzes its relevance in addressing modern educational challenges. Using a qualitative approach and library research method, this study explores Ulwan’s fundamental educational concepts through textual analysis of his principal works—particularly Tarbiyat al-Aulad fi al-Islam—alongside contemporary academic publications. The findings show that Ulwan’s educational philosophy promotes a holistic and integrative framework covering objectives, curriculum, teaching methods, and the functional role of educational institutions, especially the family, school, and society. Moreover, Ulwan’s emphasis on moral and spiritual development, character formation, and parental responsibility demonstrates significant relevance for countering the negative impacts of globalization, digital exposure, and individualistic values. The study concludes that Ulwan’s philosophical perspective remains highly applicable to modern education when contextualized and adapted to contemporary pedagogical approaches. This research contributes theoretically by mapping Ulwan’s educational philosophy within the discourse of Islamic educational philosophy and practically by offering conceptual insights for the development of character-based Islamic education in the digital era.
MODEL PENALARAN DUNIA BARAT SERTA RELEVANSINYA DALAM ILMU, KEHIDUPAN, DAN AGAMA Husna, Sofiatul; Usman
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art2

Abstract

Penelitian ini membahas tiga jenis penalaran utama dalam tradisi Barat yakni deduktif, induktif, dan abduktif serta relevansi ketiganya dalam konteks ilmu pengetahuan, kehidupan sehari-hari, dan agama. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap berbagai literatur klasik dan kontemporer dalam bidang filsafat, logika, dan teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran deduktif berperan penting dalam pembentukan argumentasi logis, penalaran induktif dalam pengembangan teori berdasarkan pengalaman empiris, dan penalaran abduktif dalam merumuskan hipotesis awal terhadap fenomena yang tidak pasti. Ketiganya saling melengkapi dalam proses berpikir ilmiah, sosial, maupun spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap ketiga bentuk penalaran tersebut dapat memperkuat rasionalitas, memperkaya metode ilmiah, serta menumbuhkan respons keagamaan yang adaptif dan kontekstual.