Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Sawi Putih dari Pasar MMTC Pancing sebagai Pupuk Organik Cair Nurintan; Hetti Melinda Purba; Anas Fela Naibaho; Abdi Eralisasi Harefa; Rusniatri Hasugian; Ipantri Naibaho; Grace Indah Situmeang; Elfayetty Elfayetty; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik dari pasar tradisional sering kali tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah sawi putih dari Pasar MMTC Pancing menjadi pupuk organik cair (POC) yang berkualitas dengan pH netral. Metode yang digunakan adalah fermentasi anaerob selama satu bulan dengan tambahan EM4, air gula, dan air cucian beras. Pada hari ke-29, pH yang diukur masih asam (pH 4), sehingga dilakukan penyesuaian menggunakan dolomit hingga mencapai pH 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki kandungan organik yang baik dan berpotensi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan. Dengan demikian, pemanfaatan limbah sawi putih dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah pasar sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.
ANALISIS STRATEGI MITIGASI BANJIR BERBASIS MASYARAKAT DI KAWASAN SUNGAI DELI, KELURAHAN SEI MATI, KECAMATAN MEDAN MAIMUN Abdi Eralisasi Harefa; Vita Nurliana; Ahmad Fauzi Sinuraya; Rusniatri Hasugian; M. Ridha Syafi’I Damanik; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingkat kerentanan banjir dan strategi mitigasi berbasis masyarakat di Kelurahan Sei Mati, kawasan bantaran Sungai Deli yang hampir setiap tahun mengalami banjir dengan ketinggian 2–2,5 meter. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor penyebab kerawanan serta bentuk mitigasi lokal yang dikembangkan warga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan dukungan analisis spasial Geographic Information Systems (GIS) untuk menggambarkan kondisi fisik wilayah dan respons masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan banjir dipengaruhi oleh kondisi dataran rendah, penyempitan alur sungai akibat permukiman padat, serta sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Masyarakat menerapkan berbagai strategi mitigasi, seperti meninggikan pondasi rumah, membuat penghalang darurat, melakukan peringatan dini sederhana, menggunakan alat evakuasi seadanya, dan mengadakan gotong royong pascabanjir. Upaya ini mencerminkan ketahanan komunitas, meskipun masih terbatas oleh minimnya dukungan pemerintah. Penelitian menyimpulkan perlunya kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan mitigasi banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan
Pemetaan Pola Persebaran Destinasi Wisata Budaya Di Kabupaten Karo Berbasis Sistem Informasi Geografis Ahmad Fauzi Sinuraya; Joey Athana Sembiring; Widya Ningsih; Elsa Kardiana; Rusniatri Hasugian; Rud Sahanaiya Sari Nona
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran destinasi wisata budaya di Kabupaten Karo menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada belum meratanya persebaran objek wisata budaya serta belum tersedianya pemetaan spasial yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan pengembangan pariwisata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial melalui Average Nearest Neighbor (ANN) untuk mengetahui pola distribusi titik destinasi wisata. Data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu koordinat lokasi objek wisata budaya dan batas administrasi wilayah yang diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan destinasi wisata budaya yang sebagian besar terkonsentrasi di wilayah timur dan tenggara Kabupaten Karo, khususnya di Kecamatan Berastagi, Kabanjahe, Simpang Empat, dan Tigapanah. Berdasarkan hasil analisis ANN, diperoleh nilai Observed Mean Distance sebesar 2,79 km dan Expected Mean Distance sebesar 2,12 km, dengan nilai Nearest Neighbor Ratio (NNR) > 1, z-score sebesar 1,814, dan p-value sebesar 0,069. Hasil ini menunjukkan bahwa pola persebaran destinasi wisata budaya cenderung tersebar (dispersed pattern).