Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Sawi Putih dari Pasar MMTC Pancing sebagai Pupuk Organik Cair Nurintan; Hetti Melinda Purba; Anas Fela Naibaho; Abdi Eralisasi Harefa; Rusniatri Hasugian; Ipantri Naibaho; Grace Indah Situmeang; Elfayetty Elfayetty; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik dari pasar tradisional sering kali tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah sawi putih dari Pasar MMTC Pancing menjadi pupuk organik cair (POC) yang berkualitas dengan pH netral. Metode yang digunakan adalah fermentasi anaerob selama satu bulan dengan tambahan EM4, air gula, dan air cucian beras. Pada hari ke-29, pH yang diukur masih asam (pH 4), sehingga dilakukan penyesuaian menggunakan dolomit hingga mencapai pH 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki kandungan organik yang baik dan berpotensi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan. Dengan demikian, pemanfaatan limbah sawi putih dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah pasar sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.
Analisis Spasial Kerentanan Kabupaten Mandailing Natal Terhadap Bencana Tsunami dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Grace Indah Situmeang; Nurintan Nurintan; Rud Sahanaia Sari Nona; Melani Astika Rahayu
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan tsunami di Kabupaten Mandailing Natal dengan pendekatan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan mengintegrasikan lima parameter fisik dan lingkungan, yaitu kemiringan lereng, elevasi, tutupan lahan, jarak dari sungai, dan jarak dari pantai. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari instansi resmi dan diolah melalui proses standarisasi peta serta klasifikasi parameter. Setiap parameter diberi skor dan bobot menggunakan metode Weighted Overlay Analysis untuk menghasilkan indeks kerentanan tsunami. Selanjutnya, hasil analisis diklasifikasikan ke dalam lima kelas kerentanan, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan kerentanan tinggi hingga sangat tinggi terkonsentrasi di zona pesisir barat yang memiliki elevasi rendah, lereng datar, jarak dekat dengan pantai, serta dominasi permukiman. Sebaliknya, wilayah tengah dan timur yang didominasi kawasan perbukitan menunjukkan tingkat kerentanan rendah hingga sangat rendah. Temuan ini memperlihatkan bahwa risiko tsunami di Kabupaten Mandailing Natal bersifat lokal dan signifikan pada kawasan pesisir. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana dan penataan ruang wilayah pesisir.
Adaptasi Sosial Etnis India di Kawasan Little India Kota Medan Naila Elfira Sari; Asih Ester E.G Harahap; Desty Novry Lianty; Grace Indah Situmeang
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi sosial etnis India dalam interaksi lintas etnis di kawasan Little India Kota Medan, serta mengidentifikasi adanya diskriminasi dan dinamika identitas sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah lima orang yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara etnis India dengan kelompok etnis lain berlangsung harmonis, terbuka, dan tidak menunjukkan adanya hambatan sosial yang signifikan. Dalam bidang pekerjaan, etnis India terlibat dalam berbagai sektor seperti perdagangan, jasa, dan pekerjaan formal, yang menunjukkan adanya adaptasi ekonomi yang baik. Meskipun terdapat pengalaman diskriminasi individual yang berkaitan dengan perbedaan fisik, hal tersebut tidak bersifat dominan. Identitas sosial tetap dipertahankan melalui bahasa, agama, dan tradisi budaya. Dengan demikian, adaptasi sosial etnis India di kawasan Little India menunjukkan pola integrasi dalam masyarakat multikultural tanpa kehilangan identitas budaya.
PEMANFAATAN QRIS SEBAGAI SISTEM PEMBAYARAN DIGITAL PADA PEDAGANG PASAR MMTC DI KOTA MEDAN Naila Elfira Sari; Shintia Malau; Vita Nurliana; Grace Indah Situmeang; Lasmauli T.G Marpaung; Melani Astika
Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan Kreatif Vol 10 No 02 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi NU Trate Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59179/jek.v10i02.166

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi keuangan telah mengubah pola transaksi masyarakat menuju era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital pada pedagang di Pasar Mega Medan Trade Centre (MMTC) Kota Medan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Populasi penelitian terdiri dari 980 pedagang, dengan 78 pedagang pengguna QRIS dijadikan sebagai sampel melalui teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan QRIS di kalangan pedagang MMTC tergolong tinggi. Sebagian besar pedagang menganggap QRIS memberikan kemudahan transaksi (78,2%), efisiensi waktu, serta keamanan yang baik. Faktor internal seperti kemudahan penggunaan dan rasa aman menjadi pendorong utama adopsi QRIS, sementara faktor eksternal meliputi sosialisasi bank, dorongan pelanggan, dan kebijakan biaya transaksi yang rendah. Kendala yang ditemukan adalah keterlambatan sistem, gangguan jaringan, serta keterbatasan literasi digital sebagian pedagang. Secara keseluruhan, QRIS terbukti mendukung transformasi digital sektor perdagangan tradisional serta meningkatkan efisiensi usaha para pedagang di MMTC Medan. ABSTRACT The development of financial technology has transformed public transaction patterns toward the digital era. This study aims to analyze the utilization of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a digital payment system among traders at the Mega Medan Trade Centre (MMTC) Market in Medan City. The research used a descriptive quantitative approach supported by qualitative data. The population consisted of 980 traders, with 78 QRIS users selected through a census technique. Data were collected through interviews, field observations, and documentation. The results show that QRIS utilization among MMTC traders is relatively high. Most traders perceive QRIS as providing transaction convenience (78.2%), time efficiency, and good security. Internal factors such as ease of use and perceived safety are the main drivers of adoption, while external factors include bank socialization, customer demand, and low transaction fees. Constraints include delayed transactions, network disruptions, and limited digital literacy among some traders. Overall, QRIS supports digital transformation in traditional markets and enhances the business efficiency of MMTC traders.