Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Implementasi Kebijakan One Belt - One Road (OBOR) Terhadap Hubungan Bilateral Indonesia – Tiongkok Panggih Prabowo Rona Saputra
Journal of Student Research Vol. 1 No. 3 (2023): Mei: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i3.1304

Abstract

Inisiatif One Belt One Road yang diluncurkan oleh Pemerintah Tiongkok adalah proyek paling signifikan abad ini. Sejak ditawarkan oleh Presiden Xi Jinping di Indonesia dan Kazakhstan pada tahun 2013, One Belt One Road Initiative telah melibatkan lebih dari 60 negara di Asia, Afrika dan Eropa serta nilai investasi lebih dari US$40 triliun. Proyek tersebut akan menghubungkan negara-negara di Asia, Afrika, dan Eropa dengan pembangunan infrastruktur untuk mendukung integrasi ekonomi regional. Indonesia sebagai salah satu negara yang dilalui jalur One Belt – One Road juga memiliki peran vital dalam mensukseskan proyek ini. Dengan letaknya yang strategis tepat di persimpangan benua Asia dan Australia, serta di persimpangan samudra Pasifik dan Hindia, Indonesia menjadi salah satu negara prioritas One Belt One Road Initiative, khususnya di Asia Tenggara. Banyak dampak langsung dari implementasi One Belt - One Road Project di Indonesia, seperti pembangunan kereta api cepat Jakarta - Bandung, serta pembentukan beberapa pelabuhan nasional untuk mendukung percepatan tol laut nasional. perkembangan. Ini adalah salah satu proyek pembangunan terpenting untuk menghubungkan lebih banyak pulau di Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar. Bagi Tiongkok, Indonesia bisa menjadi negara yang menarik untuk menjadi salah satu prioritas dalam One Belt One Road Initiative ini. Lokasi strategis dan jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadikan negara ini pasar ekonomi yang sehat untuk investasi saham.
PERAN KEBIJAKAN DAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENUJU SUNGAI BERKELANJUTAN DIKOTA BANJARMASIN Anjani; Norhalidah; Panggih Prabowo Rona Saputra; Mutmainnah; Sidderatul Akbar
Jurnal PubBis Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/jurnalpubbis.v10i1.1474

Abstract

Rivers are vital assets of Banjarmasin City, currently facing environmental degradation due to urbanization and low community understanding. This study aims to analyze the role of policy and digital technology in achieving sustainable river management in Banjarmasin. The research method employed is qualitative with a descriptive approach. Data were collected through observation, documentation, and interviews with key informants, including the Banjarmasin City Public Works and Spatial Planning Department (PUPR), riverbank communities, and related organizations. The data analysis technique applied is thematic analysis. The results show that although Regional Regulation No. 15 of 2016 provides a strong legal foundation, low community literacy regarding river regulations remains a major obstacle to policy implementation. Optimizing digital technology through social media and monitoring systems serves as a strategic solution to enhance education, information transparency, and collective participation in maintaining the river ecosystem. This study concludes that river sustainability in Banjarmasin heavily depends on the synergy between firm government policies and the utilization of digital instruments to build community engagement as active subjects in management. The practical implication of this research emphasizes the importance of digital education to increase policy effectiveness, while theoretically, it strengthens the argument that digital governance is a vital instrument in managing Common Pool Resources in urban environments