Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja Sekolah Minggu Sebagai Peer Educator Dalam Rangka Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Pada Remaja Mersy Delty Kainama; Andrie Vaisal Salawane; Trixie Leunupun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok merupakan permasalahan yang susah untuk diatasi karena permasalahan ini begitu kompleks. Jemaat Gereja Protestan Maluku Waiheru, yang berlokasi di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, melihat bahwa pentingnya pengetahuan terkait dengan perilaku merokok sehingga perlu pembinaan khusus serta pelatihan dan pemberian informasi terkait bahaya rokok kepada remaja. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan untuk meninggkatkan pengetahuan dan memberikan kepekaan bagi remaja untuk bisa saling menjadi penggerak utama dalam menyelesaikan masalah rokok pada remaja. Kegiatan PkM dilakukan dengan baik, hasil pra test menunjukan minimnya pengetahuan yakni 80% memiliki pengetahuan kurang 20% memiliki pengetahuan baik. Setelah melakukan sosialisasi dan pada saat post tes terjadi peningkatan yakni semua peserta memiliki pengetahuan baik. Dengan demikian kegiatan PkM ini diaangap penting untuk menambah pengetahuan serta memupukan rasa kepedulian kepada sesame untuk menghindari rokok.
Determinan Pemberian MP-ASI pada Balita 6-24 Bulan di Desa Murnaten Kabupaten Seram Bagian Barat Trixie Leunupun; Sainafat, Adriana; Djurumana, Yohana
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5762

Abstract

Complementary feeding (MP-ASI) is provided as a supplement to meet the nutritional needs of infants that can no longer be optimally fulfilled by breast milk alone. As a supplement to breast milk, MP-ASI plays an important role in supporting the growth and development of infants after reaching six months of age. Although breastfeeding is recommended to continue until the child reaches two years old, various factors such as maternal knowledge, attitudes, and habits greatly influence MP-ASI feeding practices. Based on data from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), only about 35% of infants in Indonesia received exclusive breastfeeding, while the practice of providing complementary foods was recorded at 45%. The low level of parental knowledge regarding proper MP-ASI practices is suspected to be related to factors such as education level, limited access to information, and strong cultural influences. These have become the main challenges in promoting appropriate MP-ASI practices. This study aimed to identify the factors influencing the provision of complementary feeding among children aged 6–24 months in Murnaten Village, West Seram Regency. The study used a cross-sectional design with a total sampling technique, involving all mothers with children aged 6–24 months, with a total of 40 respondents. The results showed a significant relationship between maternal knowledge, attitudes, and habits with MP-ASI feeding practices (p < 0.005).
Edukasi Penggunaan Mobile JKN dalam Upaya Pemanfaatan Layanan Kesehatan di Desa Karlutu Warasiwa Minnalia Soakakone; Mersy Delty Kainama; Lea Mediatrix Janwarin; Trixie Leunupun; Herry Jotlely; Pollan Versilia Wuritimur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i1.2093

Abstract

Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN masih tergolong rendah pada masyarakat pedesaan. Kondisi ini juga terlihat di Desa Karlutu Warasiwa, di mana sebagian besar peserta JKN belum mengetahui manfaat dan tata cara penggunaan aplikasi, sehingga masih mengandalkan pelayanan manual di fasilitas kesehatan. PKM ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan Mobile JKN melalui edukasi, demonstrasi, dan pendampingan. Kegiatan melibatkan 45 responden yang merupakan peserta JKN aktif. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari skor rata-rata 42% menjadi 84%. Responden juga mampu mengoperasikan fitur antrean online, perubahan data peserta, dan pengecekan status kepesertaan. Kegiatan ini berdampak positif pada peningkatan efisiensi akses layanan kesehatan dan mendorong kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan aplikasi kesehatan digital