Rohman, Zahra Marsyifa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gaya Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Patient Safety: Systematic Literature Review Mita Majdina Anugrah; Ridwan, Heri; Zahra, Hilda Az; Rohman, Zahra Marsyifa; Leonika, Anggi; Zaenudin, Tatang; Sutresna, Iyos
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1754

Abstract

ABSTRAK Diprediksi bahwa pada tahun 2030, permintaan terhadap perawat akan meningkat sekitar 55%, mencapai 32,3 juta perawat. Namun, kekurangan tenaga kesehatan profesional menimbulkan tantangan besar bagi sistem perawatan kesehatan, sehingga memerlukan manajer atau pemimpin yang memahami berbagai gaya kepemimpinan dan strategi pemberdayaan staf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan perawat yang dapat berpengaruh terhadap keselamatan pasien berdasarkan literature review. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, dengan pendekatan systematic atau systematic review. Data yang didapatkan berasal dari beberapa database, yaitu Pubmed, Crossef, dan Sematic Scholar. Hasil penelitian ini diperoleh dari 5 artikel yang direview dimana gaya kepemimpinan resonan, transformasional, dan transaksional menjadi gaya kepemimpinan yang sering digunakan oleh perawat dan terbukti dapat meningkatkan keselamatan pasien. Namun yang sering digunakan oleh perawat, yaitu gaya kepemimpinan transformasional dimana seorang pemimpin dapat mengubah lingkungan kerja, motivasi kerja, pola kerja, dan nilai-nilai kerja untuk mencapai tujuan. Berdasarkan hasil literature review ini disarankan untuk perawat, terutama perawat manajer untuk mengimplementasikan gaya kepemimpinan yang sesuai untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Complementary Therapy for Treating Pruritus in Chronic Kidney Disease Patients: Systematic Literature Review Anugrah, Mita Majdina; Aini, Nisrina Nur; Sukaesih, Nunung Siti; Ningrum, Dedah; Arabani, Helmalia Putri; Nurhadi, Rina Firdayanti; Rohman, Zahra Marsyifa; Fadilah, Aditya Muhamad
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v7i1.1443

Abstract

Uremic pruritus was a distressing symptom frequently experienced by patients undergoing hemodialysis, characterized by widespread daily itching that was symmetrical, bilateral, without dermatomal patterns or primary skin lesions. The symptoms could be generalized or localized, particularly on the back, abdomen, and arms. This systematic review aimed to identify complementary therapy methods and their frequency of administration in managing pruritus among patients with Chronic Kidney Disease-associated Pruritus (CKD-aP) undergoing hemodialysis. The study used a systematic literature review design with a PICOST approach. The included studies were randomized controlled trials and quasi-experimental studies published between 2014 and 2024. The literature search was conducted through PubMed, Springer Link, ScienceDirect, SAGE Journals, Taylor & Francis, and Semantic Scholar. Article selection included duplicate removal using Mendeley, followed by title, abstract, and full-text screening based on inclusion and exclusion criteria. A total of 13 articles met the eligibility criteria. The results showed that acupressure, acupuncture, foot reflexology massage, clove oil, violet oil, virgin coconut oil, peppermint oil, EPA supplementation, and dill oil were effective in reducing pruritus among CKD-aP patients. The most frequently used interventions were peppermint oil and virgin coconut oil through topical application or massage. Complementary therapies had the potential to serve as effective adjunctive treatments, although their effectiveness varied and some studies had methodological limitations.