Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Rang Teknik Journal

ANALISIS PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI KOTA PAYAKUMBUH Ade Dwi Putra; Elvi Syamsuir; Fatma Ira Wahyuni
Rang Teknik Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 No. 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.7 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v4i1.2034

Abstract

Salah satu tujuan dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja itu sendiri. Pada pelaksanaan konstruksi dituntut untuk tidak terjadi atau meminimalkan kecelakaan kerja dengan salah satu caranya adalah dengan menerapkan Sistem Menajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang baik sesuai dengan peraturan yang berlaku. Telah dilakukan suatu penelitian analisis penerapan Kesehatan dan Keselamatan (K3) di perusahaan jasa konstruksi kota Payakumbuh. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SMK3 pada setiap proyek konstruksi di kota Payakumbuh serta untuk mengetahui apakah kontraktor telah menerapkan SMK3 di perusahaannya. Metode yang digunakan adalah kuatitatif. Hasil menunjukkan bahwa 31% menggunakan program K3 dan 69% belum menerapkannya. Penyebab beberapa perusahaan tidak bisa menerapkan SMK3 adalah perusahaan tidak mempunyai dana khusus untuk K3 di proyek. Selain itu, tenaga kerja yang tidak disiplin cendrung mengabaikan APD dalam pekerjaan dan tidak adanya tenaga ahli K3 di perusahaan. Perlu adanya pengawasan yang lebih pada setiap perusahan jasa kontruksi, pekerja kontruksi dalam penerapan K3 disetiap pekerja kontruksi terutama di Kota Payakumbuh.
INDENTIFIKASI KERUSAKAN JALAN PAYAKUMBUH-BATUSANGKAR STUDI KASUS JALAN BARULAK TANJUNG BARUH – TANJUNG ALAM Elvi Syamsuir; Winda Armaya; M. Irfan
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.115 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.2729

Abstract

Jalan Raya dari Payakumbuh - Batusangkar termasuk Jalan Kota dan Kabupaten yang menghubungkan kota Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Batusangkar dengan jarak tempuh sepanjang 36 km. Untuk menuju Kota Batusangkar dari Payakumbuh ada beberapa daerah yang dilewati mulai dari Piladang – Barulak - Tanjung Alam – Salimpauang – Tabek Patah – Sungai Tarab. Kondisi beberapa jalan dari Piladang menuju Batusangkar mengalami kerusakan, lebih tepat daerah Barulak dengan Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Baru menuju Tanjung Alam. Kerusakan ini dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan pada pengguna jalan. Untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan oleh kerusakan jalan tersebut, diperlukan lah penanganan khusus seperti perbaikan jalan, dimana metode perbaikan jalan harus mempertimbangkan kondis existing dengan mengumpulkan data terkait dengan kondisi jalan. Telah dilakukan penelitian tentang Indentifikasi Kerusakan Jalan Payakumbuh-Batusangkar (Studi Kasus Jalan Barulak Tanjumg Baruh – Tanjung Alam). Penelitian ini dilakukan dengan tahapan (1) Asessment awal, yaitu survey awal, survey yang dilakukan untuk mengetahui kondisi jalan secara umum (2) Visual Asessment, melakukan pengecekan kondisi jalan dengan cara melihat langsung kerusakan-kerusakan yang ada pada jalan serta membagi kerusakan tersebut dalam beberapa jenis/ komponen. (3) Technical Asessment, Pengukuran langsung yang dilakukan terhadap kerusakan-kerusakan jalan untuk mengambil dimensi serta luas kerusakan. Hasil yang didapatkan pada saat penelitian ini dilakukan dan sampai tahap pengolahan data menunjukkan bahwa jalan Payakumbuh-Batusangkar (Barulak Tanjung Baruh – Tanjung Alam) dalam kondisi kerusakan rata-rata high (tinggi) kecuali retak pinggir dengan tingkat kerusakan low. Pada Ruas Jalan Barulak Tanjung Alam STA 0 + 000 sampai STA 0 + 800 ditemukan jenis kerusakan pada perkerasaan jalan yang paling jauh besar adalah retak memanjang dengan luas kerusakan 61,5 m² dan terkecil adalah retak pinggir dengan luas kerusakan 1 m². Penelitian ini menghasilkan suatu sarankan pada pemerintah terkait supaya kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Barulak Tanjung Baruh- Tanjung Alam tidak menjadi lebih parah maka perlu dilakukan tindakan perbaikan pada bagian-bagian yang rusak sehingga tidak menimbukan kerusakan yang lebih parah, serta terciptanya keamanan dan kenyamanan pengendara.