Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Kesiapsiagaan Bencana Banjir di Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo: The Relationship Between Knowledge and Attitudes of Flood Disaster Preparedness in Tabumela Village, Tilango District, Gorontalo Regency Sri Wahyuni Kasim; Zuhriana K. Yusuf; Nirwanto K. Rahim; Sri Yulian Hunowu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8311

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi dan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Pengetahuan yang baik mengenai bencana banjir dapat mendorong sikap kesiapsiagaan yang proaktif, sehingga dapat mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan bencana banjir di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan populasi 691 KK dan sampel sebanyak 87 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan bencana banjir. Analisa data menggunakan uji Chi-Square, dengan hasil p-value 0,000 menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan becana banjir di Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Kesimpulannya, semakin baik pengetahuan masyarakat, semakin baik pula sikap kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana banjir. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan program edukasi dan sosialisasi mengenai kesiapsiagaan banjir dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap kegiatan.
Integrasi Good Governance dan Digitalisasi dalam Optimalisasi Pengelolaan Wakaf Produktif: Pengembangan Model Pengelolaan Wakaf Berkelanjutan Abd. Rahman; Sri Wahyuni Kasim; Kamaruddin Kamaruddin
Al-DYAS Vol 5 No 2 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/aldyas.v5i2.10809

Abstract

Productive waqf has great potential as an instrument for the economic empowerment and social development of the Muslim community, but the optimization of its management still faces challenges related to transparency, accountability, nazhir professionalism, and the use of digital technology. Although studies on waqf governance and digitalization have developed, research that integrates these two aspects into a sustainable productive waqf management model remains limited. This study aims to analyze the role of integrating good governance and digitalization in improving the effectiveness of productive waqf management and to formulate a sustainable waqf management model in the digital era. This study used a qualitative approach with a library research design. Data were obtained through a review of scholarly articles, books, institutional reports, and relevant documents discussing waqf governance, digital transformation, and productive waqf, then analyzed descriptively and interpretatively through reduction, categorization, and synthesis of findings. The results of the study show that transparency, accountability, participation, and professionalism are the main elements of good governance that can be strengthened through digitalization. The use of digital platforms, technology-based reporting systems, and digital waqf services can increase public trust, expand waqif participation, and support the effectiveness of waqf asset management. The success of waqf digitalization is also influenced by institutional capacity and nazhir competence. The conclusion of the study affirms that the integration of good governance and digitalization can form a more transparent, adaptive, accountable, and sustainable productive waqf management model. The implications of this study provide theoretical contributions to the development of modern waqf literature as well as practical recommendations for waqf institutions and policymakers in strengthening waqf governance in the digital era.