Bernarda, Clarisca Calcafiorentina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrated assisted post (Posbindu) to lowering high prevalence of hypertension and diabetes mellitus Susilawati, Tri Nugraha; Ismanta, Anestasia Darmastuti; Bernarda, Clarisca Calcafiorentina; Nandyantami, Farah Fauziah; Hilmy, Farhan; Basaria, Kevyn; Nazili, Muhammad Haqin; 'Ulwiyah, Nuuriyah; Zahida, Sarah; Nugraha, Yanika Tiara; Adiby, Zulfi Azam
Journal of Community Empowerment for Health Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.93233

Abstract

Introduction: Non-communicable diseases (NCDs) contribute to 74% of global mortality and are responsible for 73% of national casualties. It had been predicted that in 2024, the number of patients with NCDs in Indonesia will be around 92 million people, and among others, hypertension and diabetes mellitus (DM) are significant health burdens in this country. This paper presents a community service activity aimed at screening for NCDs in Sana Village, Sragen Regency, Central Java Province, Indonesia. Methods: An integrated assisted post (Posbindu)was held for early detection and to monitor the main risk factors of NCDs, particularly hypertension and DM. Fifty working-age adults from the Sana village were targeted to attend the Posbindu. Blood pressure and blood glucose levels were measured, followed by treatment and health counseling by the medical students, Mondokan health center officers, and local midwives. Results: The activity was well appreciated by the local community, with a participation rate of 226% (113 attendees out of 50 people targeted), consisting of 22 men and 91 women aged 22–93 years old. Hypertension and DM were detected in 61.9% (70/113) and 5.3% (6/113) participants. Conclusion: The high prevalence of NCDs, particularly hypertension, highlights the importance of maintaining physical fitness and carrying out health checks regularly. Thus, NCD screening through Posbindu is expected to be sustainable.
Pengaruh Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Kadar LDL pada Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik Bernarda, Clarisca Calcafiorentina; Hermawan, Danus; Subandono, Jarot; Andri Putranto, R Prihandjojo
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.872

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik didefinisikan sebagai kumpulan gejala abnormal metabolik meliputi resistensi insulin, hipertensi, dislipidemia, dan obesitas sentral. Dislipidemia ditandai dengan adanya penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar HDL. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diketahui dapat menurunkan kadar LDL sehingga mampu memperbaiki kondisi sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap kadar LDL pada tikus Wistar model sindrom metabolik. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan pretest dan posttest control group design. Jumlah sampel terdiri atas tikus Wistar berkelamin jantan dengan jumlah 30 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok: K1 (kelompok kontrol negatif); K2 (kelompok kontrol positif); K3, K4, dan K5 sebagai kelompok sindrom metabolik yang diberi ekstrak Hylocereus polyrhizus dengan dosis berturut-turut 60 mg/200gBB/hari, 120 mg/200gBB/hari, 180 mg/200gBB/hari. Pengukuran kadar LDL pada semua kelompok dilakukan pada hari ke-8, 36, dan 64. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan uji homogenitas Levene, uji one-way ANOVA, uji post-hoc Tukey HSD, uji T berpasangan, serta uji korelasi Pearson. Hasil: Kadar LDL terendah pasca pemberian ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diperoleh pada K1, sedangkan kadar LDL tertinggi pada K2. Berdasarkan analisis statistik, didapatkan perbedaan kadar LDL sebelum dan setelah perlakuan yang signifikan (p<0,05) pada semua kelompok. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa dosis ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki hubungan yang sangat kuat dengan arah hubungan negatif terhadap kadar LDL. Simpulan: Pemberian ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan dosis 60 mg/200gBB/hari, 120 mg/200gBB/hari, dan 180 mg/200gBB/hari dapat menurunkan kadar LDL secara signifikan.