Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Ekstrak Etanolik Daun kelor (Moringa oleifera, L) Menurunkan Kadar SGOT dan SGPT pada Tikus Wistar Model Sindroma Metabolik Budiani, Dyah Ratna; Subandono, Jarot; Hermawan, Danus; Hakim, Fikar Arsyad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.50099

Abstract

Sindrom metabolik ditandai oleh hipertensi, obesitas sentral, resistensi insulin, dan dislipidemia, dan dapat meningkatkan risiko stroke serta penyakit jantung koroner. Kehadiran dan tingginya kadar enzim SGPT dan SGOT dalam darah menunjukkan adanya gangguan fungsi hati. Pemberian ekstrak daun Moringa berdampak pada penurunan nilai serum SGPT dan SGOT pada tikus Wistar dalam model sindrom metabolik. Penelitian eksperimental laboratorium dengan desain pretest-posttest dan kontrol posttest hanya. Sebanyak 30 tikus Wistar dibagi menjadi 5 kelompok sampel, yaitu: P1 sebagai kontrol normal, P2 sebagai kontrol sindrom metabolik tanpa pemberian ekstrak etanol daun Moringa, P3, P4, dan P5 sebagai kelompok sindrom metabolik yang diberikan ekstrak etanol daun Moringa selama 28 hari (mulai dari hari ke-28 hingga ke-56) dengan dosis bertingkat 150 mg/KgBB, 250 mg/KgBB, dan 350 mg/KgBB per hari. Induksi sindrom metabolik dilakukan dengan pakan tinggi lemak selama 28 hari pertama dan injeksi STZ-NA dilakukan pada hari ke-25. Analisis statistik yang akan digunakan adalah ANOVA satu arah dan post-hoc Tukey HSD untuk data yang terdistribusi normal, serta menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk data yang tidak terdistribusi normal diikuti oleh uji Mann-Whitney. Data penelitian adalah data kuantitatif deskriptif. Pemberian ekstrak etanol daun Moringa 150 mg/kg BB/hari (kelompok P3); 250 mg/kg BB/hari (kelompok P4) dan 350 mg/kg BB/hari (kelompok P5) menghasilkan penurunan kadar SGPT dan SGOT, dan dosis 350 mg/kg BB/hari memberikan hasil terbaik. Pemberian ekstrak etanol daun Moringa dapat menurunkan kadar SGPT dan SGOT dalam plasma darah.
Studi Potensi Anti-Fertilitas Ekstrak Etanolik Akar Kelor (Moringa oleifera, Lam) Melalui Tingkat Ekspresi Caspase-3 Testis Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model Sindrom Metabolik Terinduksi Budiani, Dyah Ratna; Nurwati, Ida; Subandono, Jarot; Hermawan, Danus; Mahendra, Fadia Yuda
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i4.58173

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apoptosis sel germinal pada ductus seminiferous dan pengaruh dosis ekstrak etanolik akar kelor terhadap spermatogenesis pada sindrom metabolik. Enzim caspase-3, yang berperan sebagai eksekutor utama apoptosis, digunakan untuk mengukur tingkat apoptosis yang terjadi. Apoptosis sel germinal yang tinggi pada ductus seminiferous menunjukkan peningkatan infertilitas. Penelitian eksperimental laboratorik ini menggunakan 30 tikus Wistar model sindrom metabolik yang diinduksi dengan diet tinggi lemak dan STZ-Na, serta 6 ekor kontrol normal. Kelompok perlakuan menerima ekstrak etanolik akar kelor dengan dosis berbeda (150, 250, dan 350 mg/kgBB/hari). Hasil penelitian menunjukkan penurunan ekspresi caspase-3 pada kelompok dengan dosis 150 mg/kgBB/hari (K3), sedangkan dosis 250 mg/kgBB/hari (K4) dan 350 mg/kgBB/hari (K5) meningkatkan ekspresi caspase-3. Selain itu, terjadi peningkatan kerusakan sel germinal dan penurunan spermatogenesis pada kelompok sindrom metabolik yang diberi ekstrak akar kelor, yang tercermin pada penurunan nilai Johnsen score. Peningkatan caspase-3 dan penurunan skor Johnsen menunjukkan peningkatan apoptosis dan penurunan spermatogenesis, yang berpotensi meningkatkan infertilitas.
Pengaruh Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap Kadar HDL Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik: Hasil Penelitian Putri Melliana, Valensia; Subandono, Jarot; Hermawan, Danus; Putranto, R. Prihandjojo Andri; Sarsono
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 10 (2024): Infeksi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i10.1145

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik ditandai dengan hipertensi, obesitas sentral, resistensi insulin, dan dislipidemia. Hylocereus polyrhizus dipercaya dapat mengobati sindrom metabolik. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain pretest dan posttest control group. Sebanyak 30 tikus dibagi menjadi 5 kelompok: K1 dan K2 kontrol negatif dan positif, kemudian K3, K4, K5 kelompok yang diberi ekstrak Hylocereus polyrhizus dengan dosis berturut-turut 60, 120, 180 mg/200 gBB. Data dianalisis dengan uji one-way ANOVA, uji Tukey HSD, uji T berpasangan, dan uji korelasi Pearson. Hasil: Kadar HDL tertinggi terdapat pada K5 dan terendah pada K1. Uji korelasi Pearson menunjukkan dosis Hylocereus polyrhizus mempunyai hubungan sangat kuat dengan peningkatan kadar HDL. Simpulan: Dosis ekstrak Hylocereus polyrhizus 60, 120, 180 mg/200 gBB dapat meningkatkan kadar HDL secara signifikan. Pada penelitian ini, dosis paling optimal adalah 180 mg/200 gBB.
Effect of Red Dragon Fruit Extract (Hylocereus polyrhizus) on Total Cholesterol Levels in Wistar Rats Model of Metabolic Syndrome Apriliani, Devina; Subandono, Jarot; Budiastuti, Veronika Ika; Hermawan, Danus
Smart Medical Journal Vol 7, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v7i1.80973

Abstract

Introduction: The consumption of high fat and sugar can increase the risk of metabolic syndrome. Hylocereus polyrhizus is known to be able to lower total cholesterol levels in the blood. This study aims to determine the effect of Hylocereus polyrhizus extract on total cholesterol levels in Wistar rats with the metabolic syndrome model.Methods: This study used laboratory experimental research using a pretest and posttest with a control group design. The sample consisted of 30 Wistar rats according to the inclusion criteria which were divided into 5 groups: K1 (positive control), K2 (negative control), K3, K4, and K5 (treatment group). The treatment group was given Hylocereus polyrhizus extract with doses of 60, 120, and 180 mg/200grW. Total cholesterol levels were measured on the 8th, 36th, and 64th day. The data were analyzed using the parameterized One-way ANOVA test followed by Tukey's HSD posthoc test, paired T-test, and Pearson's correlation test.Results: The average total cholesterol after being given by Hylocereus polyrhizus extract in K3 (137 ± 2.82 mg/dL), K4 (109 ± 2.31 mg/dL), and K5 (100 ± 2.38 mg/dL) was lower than the negative control group. Data analysis showed significant differences (p<0.05) in total cholesterol levels before and after treatment in all groups. The Pearson correlation test explained that the variation dosage of Hylocereus polyrhizus extract had a very strong correlation with a positive correlation with total cholesterol levels.Conclusion: Induction of Hylocereus polyrhizus extract at doses of 60, 120, and 180 mg/200grW was able to significantly reduce total cholesterol levels.
Edukasi dan Aplikasi Loci pada Guru SD di Wilayah Kecamatan Kerjo Karanganyar Muthmainah, Muthmainah; Nurwati, Ida; Subandono, Jarot; Hermawan, Danus; Budiani, Dyah Ratna; Hakim, Fikar Arsyad; Handayani, Selfi; Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Sunggoro, Agus Jati
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.79482

Abstract

Pendahuluan: Fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar guru SD di Kecamatan Kerjo, Karanganyar belum pernah mendengar atau mengetahui metode Loci. Metode Loci merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya ingat dengan mengoptimalkan keseimbangan fungsi otak kiri dan kanan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan edukasi dan aplikasi metode Loci melalui penyuluhan kepada para guru SD tersebut untuk meningkatkan daya ingat.Metode: Penyuluhan dilakukan pada Selasa, 23 Mei 2023 jam 08.00-12.30, di aula kantor Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Peserta penyuluhan adalah para guru SD dalam wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar sebanyak 50 orang. Di Kecamatan Kerjo terdapat 29 SD, dari tiap-tiap SD mewakilkan 1-2 orang guru. Tahap-tahap kegiatan pengabdian masyarakat meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan. Penyuluhan diberikan melalui ceramah interaktif dan mempraktekkan cara menghafal dengan metode Loci. Peserta menjalani pretes sebelum dan postes sesudah penyuluhan. Nilai pretes dan postes dibandingkan menggunakan uji statistik Wilcoxon (α=0,05). Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan metode Loci telah dilaksanakan sesuai rencana dan diikuti oleh 50 orang guru SD dari 29 SD yang ada di wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Rerata nilai pretes peserta 42,56±21,04 dan nilai postes 62,56±28,11 dengan nilai signifikansi p<0,001. Hal ini berarti bahwa penyuluhan yang berupa ceramah interaktif dan praktek aplikasi metode Loci, selain dapat memberikan pemahaman mengenai pengetahuan metode Loci, juga berpengaruh dalam meningkatkan daya ingat peserta.Kesimpulan: Edukasi dan aplikasi metode Loci yang diberikan melalui penyuluhan dapat memberikan pemahaman mengenai metode Loci dan dapat meningkatkan daya ingat pada para guru SD di Kecamatan Kerjo, Karanganyar.
Pengaruh Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Kadar LDL pada Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik Bernarda, Clarisca Calcafiorentina; Hermawan, Danus; Subandono, Jarot; Andri Putranto, R Prihandjojo
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.872

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik didefinisikan sebagai kumpulan gejala abnormal metabolik meliputi resistensi insulin, hipertensi, dislipidemia, dan obesitas sentral. Dislipidemia ditandai dengan adanya penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar HDL. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diketahui dapat menurunkan kadar LDL sehingga mampu memperbaiki kondisi sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap kadar LDL pada tikus Wistar model sindrom metabolik. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan pretest dan posttest control group design. Jumlah sampel terdiri atas tikus Wistar berkelamin jantan dengan jumlah 30 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok: K1 (kelompok kontrol negatif); K2 (kelompok kontrol positif); K3, K4, dan K5 sebagai kelompok sindrom metabolik yang diberi ekstrak Hylocereus polyrhizus dengan dosis berturut-turut 60 mg/200gBB/hari, 120 mg/200gBB/hari, 180 mg/200gBB/hari. Pengukuran kadar LDL pada semua kelompok dilakukan pada hari ke-8, 36, dan 64. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan uji homogenitas Levene, uji one-way ANOVA, uji post-hoc Tukey HSD, uji T berpasangan, serta uji korelasi Pearson. Hasil: Kadar LDL terendah pasca pemberian ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diperoleh pada K1, sedangkan kadar LDL tertinggi pada K2. Berdasarkan analisis statistik, didapatkan perbedaan kadar LDL sebelum dan setelah perlakuan yang signifikan (p<0,05) pada semua kelompok. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa dosis ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki hubungan yang sangat kuat dengan arah hubungan negatif terhadap kadar LDL. Simpulan: Pemberian ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan dosis 60 mg/200gBB/hari, 120 mg/200gBB/hari, dan 180 mg/200gBB/hari dapat menurunkan kadar LDL secara signifikan.