Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Nilai Kebangsaan melalui Tradisi Tirakatan melalui Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat di Desa Ngingas, Waru, Sidoarjo Atmari, Atmati; Budi Handayani; Tri Seno Anjanarko; Abdul Qudus Salam; Gusti Ananda Syalum Saputra; M Zufar Afifudin
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan pendidikan karakter merupakan agenda strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi dan melemahnya semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi praktik tirakatan sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Tradisi tirakatan dipilih karena mengandung nilai spiritual, sosial, dan kebangsaan yang relevan dalam menumbuhkan kesadaran sejarah dan memperkuat identitas kebangsaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat lokal. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan fasilitator lokal, pelaksanaan tirakatan bersama, serta diskusi reflektif tentang nilai-nilai kebangsaan. Perguruan tinggi berperan sebagai pendamping dan penyedia perspektif akademis, sementara masyarakat menjadi pemilik tradisi sekaligus mitra utama dalam pelaksanaan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tirakatan efektif sebagai ruang pembelajaran karakter yang kontekstual dan bermakna. Generasi muda memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah perjuangan bangsa, serta menghayati secara mendalam nilai gotong royong, solidaritas, dan religiositas. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan pengembangan model pendidikan karakter non-formal yang inovatif. Kegiatan ini merekomendasikan replikasi dan pengembangan lebih lanjut dengan melibatkan lintas sektor, seperti sekolah, komunitas pemuda, dan pemerintah daerah, guna menjadikan tirakatan sebagai gerakan kolektif dalam membangun jiwa kebangsaan.
Analisis Yuridis Normatif Klausul Force Majeure dalam Perjanjian Bisnis di Indonesia Sudjai Sudjai; Didit Darmawan; Muhammad Zufar Afifudin; Gusti Ananda Syalum Saputra; Triyono Meidi Rahman; Akbar Putra Maulana Nur Cahyo
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): JURRISH: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v5i1.7408

Abstract

The concept of force majeure is essential in business agreements in Indonesia, as it regulates the release of contractual obligations that cannot be fulfilled due to events beyond their control such as natural disasters, pandemics, conflicts, or government policies. This study examines force majeure clauses in business agreements in Indonesia from a normative juridical perspective, focusing on the legal framework, its application practices, and its legal implications for contractual certainty. Using normative juridical qualitative methods, data were analyzed from the Civil Code (KUHPerdata) Articles 1244–1245 and 1444–1445, legal doctrine, and literature. The results of the study underlined that the force majeure clause has a strong legal basis in the Civil Code, which exempts the affected party from the obligation of compensation if the failure to perform the obligation is caused by events beyond his control. The application of this clause in the contract allows for the revision, postponement, or termination of a temporary contract, thereby guaranteeing legal certainty and protecting the principles of good faith and contractual fairness. In addition, the formulation of detailed clauses in the contract is crucial to prevent potential legal disputes down the road and ensure fair protection for all parties involved in the business agreement.
Sosialisasi tentang Pengaruh Buruk Pinjol Agar Masyarakat Lebih Sadar dan Waspada Khususnya di Wilayah Sukodono Kabupaten Sidoarjo Gusti Ananda Syalum Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma) (In Press)
Publisher : Universitas Darunnajah, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/bisma.v4i1.800

Abstract

The rapid pace of financial technology innovation has fueled a trend toward online loans, which, unfortunately, is often accompanied by risks such as high interest rates, aggressive debt collection practices, and data privacy violations. A lack of financial literacy is the primary factor driving people to fall into the trap of illegal online lending practices. To address this, a community service program was implemented in Sukodono, Sidoarjo, to educate residents about the risks of online lending using the Asset-Based Community Development (ABCD) method. Through a systematic process ranging from identification to evaluation, this program successfully improved residents' financial literacy, fostered more prudent financial management practices, and strengthened social solidarity in the face of threats posed by illegal financial services.