Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Balaghah Abu hilal Al-Askari : Studi Tentang Ilmu Bayan Ahmad Wildan Sahuri Ramdani; Azzahra Emira Sudrajat; Raswan
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/htzqf993

Abstract

Ilmu al-Bayān merupakan salah satu cabang utama dalam disiplin balāghah Arab yang berfungsi untuk menjelaskan makna secara mendalam dan artistik melalui berbagai perangkat gaya bahasa seperti tasybīh, isti‘ārah, majāz, dan kināyah. Artikel ini mengkaji konsep Ilmu al-Bayān menurut Abu Hilāl al-‘Askari (w. 395 H), seorang tokoh penting dalam tradisi keilmuan Arab klasik yang memberikan kontribusi signifikan terhadap sistematika dan estetika bahasa Arab. Melalui karya monumentalnya Kitāb al-Ṣinā‘atayn, al-‘Askari menekankan pentingnya kejelasan dan kedalaman makna sebagai inti dari balāghah yang sejati, serta mengkritisi bentuk-bentuk bahasa yang terlalu artifisial tanpa substansi makna. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), serta teknik analisis isi berdasarkan model Krippendorff untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pemikiran al-‘Askari dalam konteks retorika dan stilistika Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abu Hilāl tidak hanya menekankan keindahan ekspresi, tetapi juga mengaitkannya dengan etika komunikasi, rasionalitas, dan ketepatan makna. Pandangannya tentang tasybīh, isti‘ārah, dan majāz menggambarkan integrasi antara kekuatan retoris dan kejelasan semantik, yang kemudian memengaruhi pemikiran tokoh-tokoh besar seperti al-Jurjānī dan al-Sakkākī. Dengan demikian, pemikiran Abu Hilāl al-‘Askari tetap relevan dalam studi linguistik Arab dan retorika modern karena menawarkan pendekatan estetis dan logis terhadap ekspresi bahasa.
Isytiqaq dan Dinamika Kosakata Bahasa Arab Ahmad Wildan Sahuri Ramdani; Mohammad Rizqi Alif Syuhada’; Wati Susilawati; Erta Mahyudin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Arab dikenal sebagai bahasa yang memiliki kekayaan kosakata dan kelenturan struktur yang tinggi. Salah satu faktor utama yang menjadikan bahasa Arab tetap hidup dan berkembang sepanjang zaman adalah mekanisme isytiqāq (derivasi), yaitu proses pembentukan kata baru dari kata dasar dengan tetap mempertahankan keterkaitan makna dan unsur asalnya. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji konsep isytiqāq dalam bahasa Arab secara komprehensif, meliputi pengertian, kontribusi para ulama bahasa Arab, fungsi morfologis, prinsip-prinsip dasar, serta macam-macam isytiqāq yang berkembang dalam tradisi linguistik Arab klasik dan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan menelaah karya-karya ulama bahasa Arab klasik seperti Ibn Jinni, al-Suyuthi, dan Ibn Faris, serta pandangan linguistik modern yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa isytiqāq memiliki peran strategis dalam memperkaya kosakata bahasa Arab, menghubungkan makna antar kata, serta menjaga keutuhan sistem morfologinya. Isytiqāq tidak hanya terbatas pada bentuk kecil (isytiqāq ṣaghīr), tetapi juga mencakup bentuk besar (isytiqāq kabīr), mayor (isytiqāq akbar atau ibdal lughawiy), dan sangat besar (isytiqāq kubbār atau al-naḥt). Melalui berbagai bentuk derivasi tersebut, bahasa Arab mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan identitas kebahasaannya. Dengan demikian, isytiqāq dapat dipahami sebagai fondasi utama dalam menjaga vitalitas, produktivitas, dan keberlanjutan bahasa Arab sepanjang zaman.