Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pandangan Kritis Amin Al-Khuli Terhadap Tradisi Balaghah Klasik Shadiqul Wahdi; Raswan; Ahmad Dardiri
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xeqb9b38

Abstract

This paper explores Amin al-Khuli’s critical perspective on classical Arabic rhetoric (balaghah), which he viewed as rigid, formalistic, and outdated in addressing modern communicative needs. In his seminal work Fann al-Qawl, al-Khuli redefined balaghah as the art of effective speech that emphasizes context, purpose, and rhetorical impact, rather than merely aesthetic structure. He advocated for integrating logical and aesthetic elements and expanded the function of declarative sentences to include expressive and emotional dimensions. Rejecting the traditional divisions of balaghah, al-Khuli proposed a more functional pedagogical structure covering words, sentences, paragraphs, and texts. His approach positions balaghah within a dynamic, humanistic framework, closely tied to lived experience and socio-cultural development. This study affirms that al-Khuli’s ideas offer a foundation for revitalizing balaghah as a relevant and applicable discipline in modern Arabic language education.
Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Higher Order Thinking Skills (Hots) Pada Kurikulum Merdeka Shadiqul Wahdi; Mohammad Rizqi Alif Syuhada’; Ubaid Ridlo; Raswan
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/7ydfcz22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Arab berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam konteks Kurikulum Merdeka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka yang menelaah berbagai literatur terkait konsep HOTS, strategi penyusunan soal, serta implementasinya dalam pembelajaran bahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan HOTS dalam pembelajaran bahasa Arab memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, serta problem solving peserta didik. Selain itu, integrasi HOTS sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila yang menekankan kompetensi adaptif, kolaboratif, dan kreatif sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, penerapannya menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya bahan ajar kontekstual, serta rendahnya motivasi siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran, penyusunan soal berbasis HOTS, serta pemanfaatan media pembelajaran inovatif. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab berbasis HOTS dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya meningkatkan penguasaan bahasa, tetapi juga membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, dan berkarakter.
Analisis Tujuan dan Materi Kurikulum Bahasa Arab di Tingkat Ibtida’i Shadiqul Wahdi; Muhamad Fauzan Halim; Ubaid Ridlo; Maswani Maswani
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian antara tujuan dan materi kurikulum Bahasa Arab di tingkat Madrasah Ibtida’iyah (MI) dalam perspektif pendidikan Islam. Bahasa Arab memiliki peran strategis sebagai bahasa agama dan sarana transmisi keilmuan Islam, sehingga pembelajarannya pada jenjang dasar perlu dirancang secara sistematis dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen terhadap tujuan kurikulum dan materi ajar Bahasa Arab MI. Analisis dilakukan dengan menelaah keterkaitan tujuan pembelajaran baik tujuan umum maupun tujuan khusus dengan materi yang mencakup kosakata, struktur bahasa, dan keterampilan berbahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara konseptual tujuan kurikulum Bahasa Arab di tingkat ibtida’i telah mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik serta sejalan dengan visi pendidikan Islam. Materi pembelajaran pada umumnya telah disusun secara bertahap dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan anak usia dasar. Namun demikian, masih ditemukan ketidakseimbangan dalam implementasi, terutama kecenderungan penekanan pada hafalan kosakata dibandingkan pengembangan keterampilan komunikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penyelarasan yang lebih optimal antara tujuan dan materi agar pembelajaran Bahasa Arab di tingkat ibtida’i dapat berlangsung lebih efektif, bermakna, dan berorientasi pada penguasaan keterampilan berbahasa secara menyeluruh.