Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN BERBASIS DESIGN THINKING BAGI ANAK USIA DINI DESA SINAR MAS ALAM Laula Khairun Nisa; Elvia Rahma Nisa; Nadya Nurul Fitriani; Aditya Permana; Azizah Debi Safitri; Harfa Alifio Dito Ananta; Faiq Adhwa Hasanuddin; Aryan Danil Mirza. BR; Neny Desriani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3473

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan kebiasaan penting dalam menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran penyakit menular, terutama pada anak usia dini. Namun, di Desa Sinar Mas Alam, Kabupaten Lampung Utara, kesadaran mengenai pentingnya CTPS masih rendah akibat keterbatasan edukasi kesehatan dan fasilitas pendukung. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kebiasaan CTPS melalui pendekatan Design Thinking (DT) yang berfokus pada lima tahapan: empati, perumusan masalah, ideasi, prototipe, dan pengujian. Program edukasi ini diterapkan di PAUD Desa Sinar Mas Alam dengan metode interaktif, seperti lagu dan simulasi cuci tangan langsung, untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan perilaku positif di kalangan anak-anak PAUD, yang mulai menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun di lingkungan sekolah. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendekatan DT dapat menjadi strategi edukasi yang efektif dan berkelanjutan, di mana anak-anak PAUD berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat di lingkungan yang lebih luas.
Analisis Yuridis Potensi Rampai sebagai Aset Indikadi Geografis Provinsi Lampung Azizah Debi Safitri; Siti Nurhasanah; Mohammad Wendy Trijaya; Kasmawati; Dora Mustika
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2916

Abstract

Potensi tanaman rampai sebagai aset Indikasi Geografis Provinsi Lampung melalui analisis yuridis berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Tanaman rampai, yang memiliki karakteristik khas wilayah, belum memperoleh perlindungan hukum sebagai Indikasi Geografis meskipun memiliki nilai budaya, ekonomi, dan ekologis bagi masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk mengkaji kesesuaian karakter rampai dengan kriteria perlindungan Indikasi Geografis, mekanisme pendaftaran, serta implikasi hukumnya bagi pemangku kepentingan lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa rampai memenuhi unsur kekhasan geografis sebagaimana diatur dalam UU 20/2016, namun masih terdapat kendala pada aspek dokumentasi, kelembagaan, dan penguatan standar produksi yang diperlukan untuk proses pendaftaran. Perlindungan Indikasi Geografis atas rampai berpotensi memberikan kepastian hukum, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta melestarikan keanekaragaman hayati Lampung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi komunitas penghasil rampai untuk memenuhi persyaratan substantif dan administratif guna memperoleh pengakuan sebagai Indikasi Geografis resmi.