p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN MITIGASI BENCANA BAGI KORBAN TSUNAMI SELAT SUNDA SEBAGAI ANTISIPASI MEGATRUST DI TANJUNG LESUNG BANTEN Prianto, Yuwono; Rugun Romaida Hutabarat; Cesilia Aprianes; Ivon alvinia salim; Sarah Angelina Setiahata Lumban Tobing
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34936

Abstract

Along with the passage of time, huntara (Temporary Housing) for those who have experienced house damage with a high level of damage due to torrents along the coast of Tanjung Lesung Beach, Panimbang District, Pandeglang Regency has turned into a new settlement called Huntap Village. A number of temporary residential buildings (Huntara) in Sugal Village, Mekarsari Village, Panimbang District, Pandeglang, Banten, were hit by strong winds and rain. The PKM team held an angry session to provide counseling on the anticipation of Megathrust in Tanjung Lesung which will be guided by the PKM Team Leader with the help of students. It is hoped that the lecture can be a provision for the community in the event of a natural disaster. Indonesia and Indo-Australia are on the path of subduction movement of the Eurasian plate. This position increases the likelihood of geological disasters in Indonesia. Tsunami is one of the geological disasters. Areas located on the coast are prone to tsunamis, flash floods, or coastal erosion. This sudden disaster can endanger tourism infrastructure and visitor safety. The Megathrust disaster mitigation assistance program in Huntap Village, Mekarsari Village, Panimbang District is a small step to anticipate the occurrence of a major tsunami due to the Megathrust disaster which is potentially just a matter of waiting for the time when it will occur. The PKM process in the resettlement site, Tanjung Lesung is running smoothly. The PKM team provides education regarding the importance of tsunami anticipation and health, as the local community still has limited knowledge and many children are not in school due to inadequate economic conditions. Most residents rely solely on marine resources as their source of income, and on average, mothers in the resettlement site do not earn an income and lack education. Therefore, with the implementation of PKM in the resettlement site, Tanjung Lesung, it is hoped that the local community and surrounding areas can gain knowledge to anticipate a tsunami if it occurs in the future ABSTRAK Seiring dengan perjalanan waktu huntara (Hunian Sementara) bagi mereka yang mengalami kerusakan rumah dengan tingkat kerusakan yang tinggi akibat torrent sepanjang dipesisir Pantai Tanjung Lesung Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang telah berubah menjadi permukiman baru bernama Kampung Huntap. Sejumlah bangunan hunian sementara (Huntara) di Kampung Sugal, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, diterjang angin dan hujan deras. Tim PKM mengadakan sesi cemarah guna memberikan penyuluhan mengenai antisipasi Megathrust di Tanjung Lesung yang akan dipandu oleh Ketua Tim PKM dengan dibantu oleh mahasiswa. Harapannya dengan diadakan ceramah tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat apabila terjadi bencana alam. Indonesia dan Indo-Australia berada di jalur pergerakan subduksi lempeng Eurasia. Posisi ini meningkatkan kemungkinan bencana geologi di Indonesia. Tsunami adalah salah satu bencana geologi. Area yang terletak di pantai rentan terhadap tsunami, banjir rob, atau erosi pantai. Bencana tiba-tiba ini dapat membahayakan infrastruktur pariwisata dan keselamatan pengunjung. Program pendampingan mitigasi bencana Megathrust di Kampung Huntap, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang merupakan langkah kecil untuk mengantisipasi terjadinya tsunami besar akibat bencana Megathrust yang secara potensial tinggal menunggu waktu kapan akan terjadi. Proses PKM di huntap, Tanjung Lesung berjalan dengan lancer. Tim PKM memberikan edukasi terkait pentingnya antisipasi Tsunami dan pentingnya Kesehatan dikarenakan Masyarakat setempat masih banyak yang minim pengetahuan dan masih banyak anak-anak yang tidak sekolah karena ekonomi yang kurang memadai. Warga setempat sebagian besar hanya mengandalkan hasil laut sebagai sumber penghasilan, rata-rata ibu-ibu di huntap tidak berpenghasilan dan kurang edukasi. Oleh karena itu, dengan diadakannya PKM di huntap, Tanjung Lesung diharapkan warga setempat dan sekitarnya bisa mendapatkan ilmu untuk antisipasi Tsunami apabila terjadi kedepannya.
PEMAHAMAN SISTEM PERADILAN PIDANA DALAM PRAKTIK PERSIDANGAN KEPADA WARGA BINAAN RUMAH TAHANAN KELAS 1 SALEMBA Firmansyah, Hery; Hugo Feris Tri Susanto; Cesilia Aprianes; George Daniel Pangaribuan; Egieta Christy Tarigan; Amelia Abdullah Zimah
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35527

Abstract

The criminal justice system in Indonesia plays a central role in ensuring justice and protecting the human rights of every citizen. However, in practice, this system often faces various structural issues, such as the limited legal assistance for defendants, the inequality of position between prosecutors and legal advisors, as well as the dominance of formal aspects in trials. The Community Service Program (PKM) conducted by the Faculty of Law at Tarumanagara University through the Legal Consultation and Assistance Center (PKBH) aims to enhance legal understanding and awareness among the inmates at Rutan Salemba, Central Jakarta. In this community service activity, the method applied is legal counseling through material presentation, interactive discussions, and legal consultations conducted in person, so that the participants not only receive information but also express the legal issues they are facing. The results of this counseling activity indicate that many participants still do not adequately understand their legal rights, particularly regarding the trial process and the importance of legal assistance. This activity reinforces the importance of the state's presence in ensuring legal aid for marginalized groups and the need to strengthen coordination among law enforcement agencies. The conclusion of this activity shows that practice-based legal education has a tangible positive impact in raising legal awareness among participants, and serves as a concrete step towards promoting a fair, inclusive, and oriented towards substantive justice. ABSTRAK Sistem peradilan pidana yang berlaku di Indonesia memainkan peran sentral dalam menjamin tegaknya keadilan sekaligus perlindungan hak asasi bagi setiap Warga Negara. Namun seringkali dalam praktiknya, sistem ini masih dihadapkan pada beragam persoalan yang struktural, seperti keterbatasan pendampingan hukum bagi terdakwa, ketimpangan posisi antara jaksa dan penasihat hukum, serta dominasi aspek formal dalam persidangan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara melalui Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman serta wawasan hukum kepada warga binaan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, metode yang diterapkan berupa penyuluhan hukum melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan konsultasi hukum yang dilaksanakan secara langsung, sehingga para warga binaan tidak hanya menerima informasi, namun juga menyampaikan persoalan hukum yang mereka hadapi.. Hasil pada kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa banyaknya warga binaan yang masih belum memahami hak-hak hukum mereka secara memadai, khususnya terkait pada proses persidangan dan pentingnya pendampingan hukum. Kegiatan ini mempertegas pentingnya kehadiran negara dalam menjamin bantuan hukum bagi kelompok marjinal serta perlunya penguatan koordinasi antar lembaga penegak hukum. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi hukum yang berbasis praktik memiliki dampak nyata secara positif dalam meningkatkan kesadaran hukum bagi warga binaan, serta menjadi langkah nyata secara konkret dalam mendorong sistem peradilan yang adil, inklusif, serta berorientasi kepada keadilan yang substantif.