Darajah, Nely Irnik
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTRIBUSI KELOMPOK KKN XVI STIK POSKO XV PUCANGREJO DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DESA MELALUI PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN KREATIF DI ERA Darajah, Nely Irnik; Ahmad Nawawi; Arina Zulaikhah; Ayu Khikmatul Mufidah; Della Putri Aolina; Dilla Nur Sobakh; Fiki Aftinah; Levy Ardhiansyah; Lucky Nur Alfianto; Mukhlisin; Nila Isni Maghfiroh
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v3i1.159

Abstract

Penelitian ini meneliti kontribusi Kelompok KKN XVI Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Posko XV Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal dalam upaya pemberdayaan warga desa melalui program pelatihan keterampilan di bidang usaha di tengah era digital. Latar belakang penelitian ini berpusat pada berbagai hambatan yang dialami masyarakat desa dalam memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk kebutuhan pendidikan dan promosi produk lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana pengaruh pelatihan yang diselenggarakan terhadap peningkatan kemampuan digital warga desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan, di mana data diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan para peserta pelatihan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut berhasil meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan usaha kreatif lokal. Meskipun demikian, masalah seperti keterbatasan infrastruktur dan perbedaan tingkat penguasaan teknologi masih menjadi hambatan yang perlu ditangani. Simpulannya, program pelatihan ini memberikan dampak positif dalam memberdayakan masyarakat desa di era digital, namun diperlukan peningkatan fasilitas dan pendampingan yang berkelanjutan agar hasilnya
Sosialisasi Pencegahan Stunting Berbasis Komunitas dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tamangede Kecamatan Gemuh Darajah, Nely Irnik; Amalia, Tutut Afiatul; Irawan, Moh Bayu; Maslichah, Dewi Ayu; Maghfiroh, Niswatul; Kristiyani, Kristiyani; Kharisudin, Kharisudin; Khumaidillah, Ahmad; Musthofa, Hanif; Alif, Daroja; Khusna, Sinta Maulida; Maulana, M. Nabil Hadani; Alaya, Miftahul; Amalia, Vina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v5i1.384

Abstract

Stunting is a public health problem caused by chronic malnutrition in children, which affects physical growth, cognitive development, and the quality of human resources in the future. Efforts to prevent stunting require a community-based approach that actively involves local communities. This study aims to describe the implementation of a community-based stunting prevention socialization program through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) in Tamangede Village, Gemuh District, Kendal Regency. The method used was a community service activity with an educational and participatory approach conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The activity was held on January 20, 2026, at the Tamangede Village Hall and involved 35 participants consisting of mothers with toddlers and Posyandu cadres. The socialization materials included the importance of the first 1,000 days of life (HPK), balanced nutrition, appropriate parenting practices, and a demonstration of supplementary feeding (PMT) using local food ingredients. The results showed that participants demonstrated high enthusiasm during the socialization and interactive discussion sessions. The evaluation indicated an increase in community understanding regarding the causes, impacts, and prevention strategies of stunting. Furthermore, the supplementary feeding demonstration provided practical knowledge that children’s nutritional needs can be fulfilled using easily accessible local food sources. In conclusion, community-based stunting prevention socialization through the KKN program can increase public knowledge and awareness about the importance of early stunting prevention. A participatory and contextual educational approach is proven to be effective in building collective awareness and strengthening the role of Posyandu cadres and families in sustainable stunting prevention efforts at the village level.