Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Yuridis terhadap Tindakan Main Hakim Sendiri dan Implikasinya bagi Kehidupan Masyarakat Malik, Agusto Abdul; Reihan , Akmal; Hosnah, S.H, M.H, Dr. Hj. Asmak Ul
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 4 (2024): This volume covers topics such as women's rights, inheritance law, crime preven
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i4.744

Abstract

Abstract The phenomenon of vigilantism has become a significant social issue in Indonesia, where individuals or groups take unilateral legal actions against offenders without following formal legal procedures. This phenomenon is often driven by public dissatisfaction with the legal system, which is perceived as slow or inadequate in delivering justice. Key factors contributing to this behavior include a lack of trust in law enforcement, especially in remote areas, as well as cultural norms that tend to support direct resolution to maintain community order. Vigilantism has serious consequences, such as undermining legal authority, creating uncertainty in the enforcement of justice, and generating social insecurity that threatens community stability. To explain this phenomenon, Social Control Theory and the Theory of Distrust in the Legal System suggest that weak social bonds and low trust in legal institutions can trigger such behavior. The implications include social insecurity, damage to the credibility of the legal system, and potential economic disruption due to declining investment and tourism in areas prone to violence. Addressing this issue requires legal system reforms to expedite legal processes, enhance the quality of law enforcement, and strengthen oversight and transparency. Legal education for the public is also crucial to raise awareness of the importance of rule of law and reduce the tendency toward vigilantism. Keywords:Social, Vigilantism, Legal System, Violence Abstrak Fenomena main hakim sendiri telah menjadi isu sosial yang signifikan di Indonesia, di mana individu atau kelompok mengambil tindakan hukum secara sepihak terhadap pelanggar hukum tanpa mengikuti prosedur hukum formal. Fenomena ini sering kali didorong oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap sistem hukum yang dianggap lambat atau tidak memadai dalam memberikan keadilan. Faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap perilaku ini termasuk kurangnya kepercayaan terhadap penegakan hukum, terutama di daerah terpencil, serta norma-norma budaya yang cenderung mendukung penyelesaian secara langsung untuk menjaga ketertiban masyarakat. Tindakan main hakim sendiri memiliki konsekuensi yang serius, seperti merongrong kewibawaan hukum, menimbulkan ketidakpastian dalam penegakan keadilan, dan menimbulkan kerawanan sosial yang mengancam stabilitas masyarakat. Untuk menjelaskan fenomena ini, Teori Kontrol Sosial dan Teori Ketidakpercayaan pada Sistem Hukum menyatakan bahwa lemahnya ikatan sosial dan rendahnya kepercayaan terhadap institusi hukum dapat memicu perilaku tersebut. Implikasinya antara lain kerawanan sosial, rusaknya kredibilitas sistem hukum, dan potensi gangguan ekonomi akibat menurunnya investasi dan pariwisata di daerah-daerah yang rawan kekerasan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan reformasi sistem hukum untuk mempercepat proses hukum, meningkatkan kualitas penegakan hukum, serta memperkuat pengawasan dan transparansi. Pendidikan hukum bagi masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya supremasi hukum dan mengurangi kecenderungan main hakim sendiri. Kata kunci: Sosial, Main Hakim Sendiri, Sistem Hukum, Kekerasan.
Peran Tata Ruang dalam Mitigasi Risiko Pembangunan dan Pencegahan Bencana Alam Fairuzzen, Mohamad Revaldy; Merpaung, Vriyan Holten; Putra, Abil Arya; Malik, Agusto Abdul; Dr Mahipal, S.H, M.H.
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i3.735

Abstract

ABSTRACT Good spatial planning plays a crucial role in mitigating development risks and preventing natural disasters in Indonesia, a country vulnerable to various types of disasters such as floods, earthquakes, and landslides. This research aims to analyze the impact of spatial planning on disaster risk reduction, focusing on policies, implementation, and the challenges faced in its application. This research will use a descriptive and analytical design to analyze data and describe existing conditions. This design will also help in understanding the relationship between the application of spatial law and the disaster risks occurring in various regions. The research results indicate that effective spatial planning can reduce the impact of disasters through appropriate zoning, land use regulation, and the development of disaster-resistant infrastructure. However, challenges such as compliance with regulations, limited resources, and a lack of public awareness remain obstacles. This study recommends the need for improved inter-agency coordination and public education regarding the importance of spatial planning in disaster risk mitigation. Thus, the role of spatial planning can be optimized to create a safer and more sustainable environment for communities. Keywords: Mitigation, Natural disasters, Spatial ABSTRAK Perencanaan tata ruang yang baik memainkan peran penting dalam memitigasi risiko pembangunan dan mencegah bencana alam di Indonesia, negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perencanaan tata ruang terhadap pengurangan risiko bencana, dengan fokus pada kebijakan, implementasi, dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini akan menggunakan desain deskriptif dan analitis untuk menganalisis data dan menggambarkan kondisi yang ada. Desain ini juga akan membantu dalam memahami hubungan antara penerapan hukum tata ruang dan risiko bencana yang terjadi di berbagai daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan tata ruang yang efektif dapat mengurangi dampak bencana melalui zonasi yang tepat, pengaturan penggunaan lahan, dan pembangunan infrastruktur yang tahan bencana. Namun, tantangan seperti kepatuhan terhadap peraturan, sumber daya yang terbatas, dan kurangnya kesadaran masyarakat masih menjadi kendala. Studi ini merekomendasikan perlunya peningkatan koordinasi antar lembaga dan edukasi publik mengenai pentingnya perencanaan tata ruang dalam mitigasi risiko bencana. Dengan demikian, peran penataan ruang dapat dioptimalkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kata kunci: Mitigasi, Bencana Alam, Tata Ruang
Analisa Kasus Penggelapan Dana Asuransi dan Divestasi Izin Operasi PT Wanaartha Life oleh OJK Malik, Agusto Abdul; Usnan, Amar; Bestari, Qodri; Maryam, Salsabilla; Siswajanthy, Farahdinny
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Insurance comes from the Dutch word "verzekering" or "assurantie," which means insurer, that is, the party who bears the risk. Wanaartha Life's problems began to emerge along with the investigation into the PT Asuransi Jiwasraya (Persero) case. In the context of this investigation, the Attorney General's Office ordered the blocking of hundreds of securities accounts, including those belonging to Wanaartha Life. In this research, the author explains in detail the main causes of insurance fraud and the process by which it occurs, the impact of insurance fraud on public trust in the insurance industry, the financial consequences for customers and investors due to default, steps that can be taken to restore the reputation of insurance companies, the role of government and institutions supervisors in preventing insurance fraud, and legal protection provided to policyholders so that this case does not happen again in the future. Keywords : Insurance, fraud, customers and investors ABSTRAK Asuransi berasal dari kata Belanda "verzekering" atau "assurantie," yang berarti penanggung, yaitu pihak yang menanggung risiko. Permasalahan Wanaartha Life mulai mencuat seiring dengan penyidikan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dalam rangka penyidikan tersebut, Kejaksaan Agung memerintahkan pemblokiran ratusan rekening efek, termasuk milik Wanaartha Life. Dalam penelitian ini, penulis menjelaskan secara rinci penyebab utama penipuan asuransi dan prosesnya terjadinya, dampak penipuan asuransi terhadap kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi, konsekuensi finansial bagi nasabah dan investor akibat gagal bayar, langkah yang dapat diambil untuk memulihkan reputasi perusahaan asuransi, peran pemerintah dan lembaga pengawas dalam mencegah penipuan asuransi, dan perlindungan hukum yang diberikan kepada pemegang polis agar kasus ini tidak terjadi lagi di masa depan. Kata Kunci : Asuransi, penipuan, nasabah dan investor