Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI ADAPTASI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN DALAM MENYONGSONG BONUS DEMOGRAFI Mutiara Zahara; Friska Rodayana Tambunan; Sabam Isay Sianipar; Anugrah Setiawan
Journal of Golden Generation Education Vol. 1 No. 1 (2025): Juni 2025 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v1i2.41

Abstract

Indonesia sedang memasuki fase bonus demografi yang memberikan peluang besar sekaligus tantangan bagi pembangunan nasional. Namun, masih terdapat kesenjangan keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri yang dapat menghambat pemanfaatan peluang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi adaptasi mahasiswa Universitas Negeri Medan dalam menyongsong bonus demografi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menelaah keterampilan, peran organisasi, dan kewirausahaan sebagai bentuk kesiapan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 15 mahasiswa FMIPA UNIMED yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket terbuka Google Form dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan adaptasi melalui peningkatan literasi digital, penguasaan bahasa asing, pengembangan soft skills, serta keterlibatan dalam organisasi, seminar, magang, dan kewirausahaan. Tantangan yang dihadapi mencakup persaingan kerja, keterbatasan lapangan pekerjaan, kesenjangan keterampilan, serta kendala internal seperti manajemen waktu dan kesehatan mental. Keterampilan abad 21 berupa kombinasi hard skills dan soft skills dinilai sebagai bekal utama, sedangkan organisasi kampus dan kewirausahaan berperan penting dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu bersaing sekaligus menciptakan lapangan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Negeri Medan memiliki kesadaran adaptif yang tinggi, meskipun masih diperlukan perluasan penelitian dengan lingkup yang lebih besar untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.  
Pancasila sebagai Landasan Etika Sosial dan Digital Generasi Z UNIMED Mutiara Zahara; Putri Arga L. Munte; Nia Novita Insani Sinaga; Alya Anggriani Sinaga; Jaya Damanik
Journal of Golden Generation Education Vol. 1 No. 1 (2025): Juni 2025 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.75

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media digital di kalangan Generasi Z yang menimbulkan perubahan perilaku sosial dan munculnya permasalahan etika. Penelitian sebelumnya banyak membahas pemahaman Pancasila secara teoritis, namun belum mengkaji bagaimana nilai Pancasila diterapkan dalam gaya hidup digital mahasiswa pada konteks kampus tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan penerapan nilai Pancasila sebagai sistem etika dalam kehidupan sosial dan digital mahasiswa Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan pengumpulan data melalui angket skala dan pertanyaan terbuka kepada dua puluh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pemahaman dan penerapan nilai Pancasila yang tinggi, terutama dalam kehati-hatian membagikan informasi, penghargaan terhadap perbedaan, sikap adil, dan kepedulian sosial. Temuan penting penelitian ini adalah bahwa mahasiswa tidak hanya memahami konsep nilai Pancasila, tetapi juga menerapkannya dalam perilaku digital sehari-hari. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pedoman etika bagi Generasi Z dan perlu terus diperkuat melalui pendidikan nilai dan literasi digital.    
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA GENERASI Z TERHADAP TREN FASHION MUSLIMAH MODERN DITINJAU DARI PRINSIP SYARIAT ISLAM Mutiara Zahara; Nurul Nadia; Sahru Ramadan; Syifa Eriza Nasution; Hapni Laila Siregar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43763

Abstract

The advancement of digital technology and social media has brought significant changes to the Muslim fashion industry, particularly in how the younger generation perceives Muslimah attire. For Generation Z, Muslimah fashion is no longer seen merely as a religious obligation but has shifted into a lifestyle, an aesthetic trend, and an expression of self-identity. This study aims to analyze Generation Z female students' understanding of modern Muslimah fashion trends and assess their alignment with Islamic Sharia principles, including the indicators of covering the awrah, the prohibition of tabarruj (excessive adornment), and the principle of modesty. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through open-ended questionnaires distributed to ten Muslimah students at the State University of Medan (UNIMED) via Google Forms. The data were analyzed using thematic analysis techniques to identify patterns in respondents' understanding of Islamic dress codes, their views on modern fashion trends, and the external factors influencing their personal style. The results indicate that most respondents have a relatively good understanding of the fundamental principles of dressing in Islam, particularly regarding the obligation to cover the awrah, the use of non-transparent materials, and avoiding overly tight clothing. However, the development of modern Muslimah fashion trends, heavily influenced by social media and popular culture, occasionally leads to fashion practices that do not fully comply with Sharia principles, such as imperfect hijab styles or looks that emphasize excessive ornamentation. Therefore, a balance between fashion aesthetics and religious values is necessary to ensure thatthe evolution of Muslimah attire remains aligned with the core principles of Islamic Sharia.