Muhammad Zakki Musyafa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI MUSEUM BATIK PEKALONGAN TERHADAP PENINGKATAN MINAT EDUPRENEURSHIP DAN BUDAYA BATIK BAGI GEN Z Muhammad Zakki Musyafa; Septia Rosada; Neza Dwi Nasyfa; Ferida Rahmawati
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 2 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBER)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/g6bjpd75

Abstract

This study examines how the Pekalongan Batik Museum fosters interest in edupreneurship and strengthens batik culture among Generation Z. The study used a descriptive qualitative approach, using in-depth interviews and direct observation. The results indicate that the museum implements experiential learning strategies, such as batik workshops, assistance in designing batik motifs, and collaboration with MSMEs and local batik communities. This strategy not only enhances understanding of batik culture but also helps develop creative skills and awareness of batik's economic value as a business opportunity. However, several obstacles remain, including the lack of use of digital technology and low local community participation. These findings suggest that the experiential edupreneurship model developed by the Pekalongan Batik Museum can be replicated by other batik museums and similar cultural institutions to support cultural preservation and foster a creative economy ecosystem among the younger generation..
Demokratisasi Pendidikan Di Bawah Praktik Otoritarianisme: Analisis Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Praktik Kekuasaan Dalam Dunia Pendidikan Muhammad Zakki Musyafa; Abdul Khobir; Taufiqoh Khasanah; Zamrudin Ruwais
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.488

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis demokratisasi pendidikan di Indonesia yang masih dikuasai oleh praktik otoritarian, seperti sentralisasi kebijakan yang ketat, dominasi guru dalam proses pembelajaran, serta minimnya ruang dialog bagi peserta didik. Meskipun kebijakan Merdeka Belajar sudah diperkenalkan sebagai upaya reformasi, pelaksanaannya belum menyentuh dimensi filosofis dan kultural yang menjadi inti pembebasan pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis filosofis-kritis, penelitian ini menelaah tiga nilai fundamental dalam filsafat pendidikan Islam, yaitu hurriyah al-fikr (kebebasan berpikir), syura (musyawarah), dan adl (keadilan). Ketiga nilai tersebut dijadikan landasan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih demokratis, partisipatif, dan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai ini sangat relevan untuk mengkritisi relasi kuasa dalam dunia pendidikan sekaligus menawarkan model pembelajaran yang humanis, dialogis, dan transformatif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dengan menggeser paradigma filsafat pendidikan Islam dari pendekatan normatif ke arah kritis-transformatif, sehingga dapat memperkuat implementasi Merdeka Belajar sebagai gerakan yang nyata dalam pembebasan dan pemberdayaan peserta didik.