Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI KULINER KHAS TIONGKOK SEBAGAI BAHANDARI PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA(SUB KEGIATAN: MEMBUAT TANGYUAN) Icha Fais Nurul Karimah; Hudiyekti Prasetyaningtyas; Susi Andriani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProgram "Edukasi Kuliner Khas Tiongkok Sebagai Bagian dari Pemahaman Lintas Budaya" merupakankegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya Tiongkok danmeningkatkan pembelajaran bahasa Mandarin melalui pendidikan berbasis kuliner. Kegiatan ini fokuspada pelatihan pembuatan Tangyuan, yaitu makanan tradisional Tiongkok. Kegiatan ini tidak hanyamemberikan keterampilan memasak, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya. Kegiatan inimelibatkan siswa dan guru dari SMA/SMK di DKI Jakarta dan dibagi menjadi dua sesi: seminar budayakuliner Tiongkok dan praktik langsung pembuatan Tangyuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwakegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis siswa, memperkenalkan mereka padafilosofi budaya Tiongkok, serta meningkatkan minat mereka terhadap bahasa Mandarin. 70%siswamenunjukkan minat yang lebih besar untuk mempelajari bahasa Mandarin setelah mengikuti kegiatan ini, sementara 65% siswa mengaku lebih tertarik untuk mengeksplorasi budaya Tiongkok lebih lanjut. Penggunaan teknologi dalam mempromosikan produk kuliner juga berperan dalam mendukungketerampilan praktis siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan praktis, pemahaman budaya, dan minat siswa terhadap bahasa Mandarin, serta memberikan pengalamanpembelajaran lintas budaya yang aplikatif. Kata Kunci: Kuliner Tiongkok, Tangyuan, Bahasa Mandarin Abstract (10pt)The program "Chinese Culinary Education as Part of Cross-Cultural Understanding" is a communityservice activity aimed at introducing Chinese culture and enhancing Mandarin language learningthrough culinary-based education. This activity focuses on training participants in making Tangyuan, atraditional Chinese dish, which not only provides cooking skills but also introduces cultural values. Theprogram involves high school students and teachers from senior high schools and vocational schools inDKI Jakarta and is divided into two sessions: a seminar on Chinese culinary culture and a hands-onsession on making Tangyuan. The evaluation results show that the program ef ectively improved students' practical skills, introduced them to the philosophy of Chinese culture, and increased their interest inlearning Mandarin. 70% of students showed greater interest in studying Mandarin after participating inthe program, while 65% expressed more interest in exploring Chinese culture further. The use oftechnology in promoting culinary products also played a significant role in supporting students' practicalskills. Overall, this program successfully enhanced practical skills, cultural understanding, and students' interest in Mandarin language, while providing an applicative cross-cultural learning experience. Keywords: Chinese Cuisine, Tangyuan, Mandarin Language
Pelatihan Teknik Penelitian Lapangan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta Aditya, Rendy; Aprilia Ruby Wikarti; Susi Andriani; Hudiyekti Prasetyaningtyas; Hasan; Icha Fais Nurul Karimah; Anis Kurlillah; Karen Angel; Adilah Refatunnisa; Septiana Wulandari; Bunga Aisyah Aninditah; Khairunissa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17604

Abstract

Pada tahun 2025, mahasiswa Angkatan 2022 Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian, Statistika, dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan Kota Cirebon sebagai lokasi kegiatan. Pemilihan Kota Cirebon didasarkan pada kekayaan warisan budaya Tionghoa serta kontribusi historis etnis Tionghoa dalam aspek politik, sosial, dan budaya di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi teknik penelitian lapangan yang dilakukan mahasiswa selama kegiatan KKL. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang akan menjabarkan bentuk kegiatan implementasi dari teknik penelitian lapangan yang dilakukan mahasiswa selama kegiatan KKL. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan langkah dan prinsip penelitian lapangan secara sistematis dan sesuai kaidah ilmiah. Kegiatan ini menghasilkan artikel ilmiah yang disusun oleh setiap kelompok serta memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan teori penelitian yang telah dipelajari. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, kegiatan ini juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam berinteraksi dengan narasumber, mengelola data, dan menghadapi dinamika penelitian di lapangan. Dengan demikian, kegiatan KKL ini berkontribusi dalam penguatan kompetensi penelitian mahasiswa sebagai bekal penulisan skripsi dan karya ilmiah selanjutnya.